
Aku sedang di kampus.
Dan ada Daniel juga?dia berkata jika dia berpacaran dengan Renita.
Daniel sering berkunjung ke rumah dan bermain bersama somi.
Somi masih bayi usia dia baru 4 bulan.
Dia bersama baby sister yang sangat terpercaya.
"Apa kau sudah menyelesaikan tugas "-yura
"Sudah mau lihat"-danie
"Tentu:)"-yura
"Nih"-daniel
~
Sudah sore jam 3.
Kami pun pulang banyak sekali tugas.
"Vee" aku berlari dan memeluk nya.
Beban yang sangat besar.
"Ayok pualng aku kangen bayi somi"-yura
"Let'go"-vee
~
Di rumah aku melihat bayi somi dia sedang tertidur.
Aku pun langsung berbaring di kasur sambil menatap bayi somi yang tidur di ranjang kecil nya itu.
"Vee coba kemari"-yura
"Ehm,knp"-vee
"Kau tidak lelah"-yura
"Lelah sedikit"-vee
"Kau masih menyelidiki siapa yang membunuh ayah dan ibu"-yura
"Iya"-vee
~
"Oeekkk oeekkk"-somi
Aku sangat pusing saat aku mengerjakan pr, somi terus menangis.
Baby sister nya sudah ku suruh pulang karna katanya ibu di kampung nya sakit.
"Somi sayang kenapa"-yura
Mataku sekarang sudah menjadi mata panda.
__ADS_1
Vee dia pergi karna ada rapat mendadak.
"Cup cup" aku melihat jam sudah pukul 12 malam.
"Somi kamu gak lelah nanti sakit tenggorokan kan loh" ucapku dengan lesu dan menimang nya.
Sambil menyetel musik,pengantar tidur.
akhir somi berhenti menangis dia tertidur.
"Syukurlah"-yura
Aku pun ikut berbaring dan pandangan ku mulai menggelapkan aku "hoamm" tertidur dan tugasku belum selesai.
Sudah lah besok kan bisa nyontek sama Daniel.
~
soobin.
Dia gadis cantik di masa depan nya.
Dan kisah cinta nya sudah lha dia akn sama seperti ibu nya tapi beruntung anak ini akn selalu sehat.
"Hey kecil" ucap ku membangun kan bayi somi.
Dan dia tertawa pada ku.
"Kau membuat ibu mu lelah lain kali jangan menangis ingat"-soobin
Dan aku meletakkan jari telunjuk ku di bibir nya.
"Eugghh"-yura
"Somi" lalu Yura bejalan dia meletak kan somi keranjang bayi.
Dia sepeti orang kekurangan gizi.
Wajah nya astaga mengerikan.
"Kau siapa kau!"-yura
"Aku soobin, malaikat anak"-soobin
"Tenang aku tidak kan mencabut nyawanya aku hanya ingin mencatat saja"-soobin
"CK Malaikat?"-yura
Aku males berurusan dengan manusia bodoh, aku pun bergi.
"Kemana dia menghilang?!"-yura
~
vee.
Lagi lagi banyak tugas aku kasihan dengan Yura dia sendiri mengurus somi.
"Vee"-hoseok
"Iya"-vee
__ADS_1
"Bagai mana?"-hoseok
Dan tiba tiba saja dari bawah banyak orang yang berteriak.
Dan banyak api!
"Cepat keluar"-vee
Dan semua orang keluar berlarian perusahaan ku terbakar.
Sudah habis semuanya.
Hangus semuanya.
Kehidupan ini semakin menggila beruntung nya aku bisa sampai sini.
"Sabar tuan Vee"-pegawai
"Yura..Yura" itu saja ketakutan sapa tau Yura tidak kuat jika dia menakdi miskin sekarang banyak sekali telpon hp ku terus berdering.
Dari—.. pasti nya.
~
renita
Hahah puas nya aku setelah ini ada lagi Vee.
Aku tidak akan membiarkan kau bahagia.
Lihat saja kau akn mati. Dengan istri tercinta kau itu.
Tunggu saja.
~
vee.
Aku pulang dengan ke adaan shook.
Pagi ini aku pulang dan Yura menelpon ku sebanyak 100 call.
Aku pun segera kembali.
Dan aku melihat Yura menggendong somi dan dia sedang duduk di luar dangan banyak tas.
"Kita di usir" ucap Yura sambil tersenyum.
Aku tidak paham kenapa dia..,aku tidak slaah memilih nya.
"Kita bisa di rumah ku dulu"-yura.
"Baik lah maaf kan aku" aku pun memeluk Yura dan dengan bayi somi di tengah.
Kehangatan keluarga rupanya.
Aku terlalu sibuk bekerja sekarang aku menjadi miskin.
kita memulai nya dari awal lagi,dan aku berjanji tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Bersambung...
__ADS_1