Istriku Gadis SMA

Istriku Gadis SMA
20(S2)


__ADS_3

.


Vee.


Sekarang aku sedang di pemakaman rasanya aku ingin memukul diri ku.


Ibu orang yang merawat ku dan ayah orang yang menjadi panutan ku.


Mereka pergi meninggalkan ku tapi untung nya mereka melihat ku menikah dengan Yura walau tidak sempat memberikan cucu yang lucu.


"Vee ada aku"-yura


"Oh benarkah"-vee


"Hiks.." aku tertawa campur tangis.


"Pulang'yok kamu blom makan kan"-yura


"Aku masak sayur asem :))"-yura


Aku pun menarik tangan nya dan segera masuk ke mobil.


Dan saat di mobil aku sedikit menghela napas.


"Cape yah"-yura


Yura menepuk kan tangan nya kepahanya seperti meng isyarat kan bahwa aku berbaring di pahanya itu.


Dan aku menggeleng rasanya aku butuh sendiri atau aku bisa melampiaskan semua kemarahan ku pada Yura.


Aku tidak ingin dia..


"YERI!!"-yura


~


Yura.


Sekarang aku sedang di rumah sakit jujur aku trauma dengan rumah sakit karna meninggal nya orang tua. Vee.


Sudah 5 hari Yeri koma.


Dan Vee dia mulai membaik,tapi Jungkook kenapa dia tidak berkunjung aku sudah menelpon nya Beratus kali.


"Yeri cepat lah sadar"-yura


"Sayang"-vee


"Oh kau"-yura


"Makan dulu,kau juga lelah sudah biarkan diamana bocah itu"-vee


"Jungkook nama nya!"-yura


"Ehm.mana dia?"-vee


"Tidak tahu aku sudah menelpon nya berkali kali tapi tidak di angkat"-yura


"Sialan.apa pulsamu habis?"-vee


Aku ingin sekali menusuk nya dengan gunting yang ada di samping ku!


Aku pun melempar bantal yang ku pegang dan dia hanya tertawa.


"Maaf terlambat"-jungkook

__ADS_1


Kami pun melihat ke sumber arah suara."jungkook!"-yura and Vee


~


Jungkook#Flashback


Aku mendapat kabar bahwa Yeri kecelakaan aku sangat syok namun ibu dan ayah.


"Malam ini kalian akan makan malam"-ibu Jungkook


"Jangan ke mana mana atau pun kabur"-ibu Jungkook


"Dia cantik lebih cantik dari pacar penyakitan mu itu"-ayah jungkook


Dan saat itu aku melotot apa"sejak kapan dia penyakitan!"-jungkook


"Sudah lah,aku tidak mau punya menantu berpenyakit seperti dia"-ibu Jungkook


~


Malam nya hari dimana aku merasa sudah tidak tahan aku ingin pergi ke rumah sakit dimana Yeri berada.


Namun "cepat lah"-ibu Jungkook


Kami pun duduk di dan menunggu tamu alias gadis yang akn di jodohkan dengan ku.


"Maaf terlambat"-ibu Lisa


"Kau" ucap Jungkook dan Lisa.


Aku pun berdiri dan tidak tahan lagi "hapus saja nama ku dari kartu keluarga aku pergi!"-jungkook


Aku pun bergi berlari menuju halte bus.


.


"Maaf terlambat"-jungkook


Yeri.


"Jungkook"-yeri


Jungkook langsung berlari dan duduk di samping ku.


Dia mengelus puncak kepala ku sambil menggenggam tangan ku.


"Apa Yeri ingat Jungkook"-vee


"Barang kali kau amesia"-vee


Dan satu pukulan mendarat di perut Vee yang tersangka memukul adalah Yura.


"Karna kami jadi kacang kami pulang dulu"-vee


Dan Vee tuan langsung menarik Yura.


"Dadah" lambai Yura dengan ku


"Da..dah" suara ku sedikit serak.


"Minum"-jungkook


Dia membantuku untuk duduk dan memberi kan minum untuk ku.


"Kau.. tidak amesia kan" dia percaya Vee dia sangat polos tapi saat itu minta .. upss lupakan.

__ADS_1


"Hmm"-yeri


"Sayang ini aku Jungkook pacarmu"-jungkook


"Benarkah?tapi aku berharap dia suamiku"-yeri


Dan Jungkook tersenyum mendengar jawaban ku.


~


Jungkook menceritakan semua nya kalau dia sudah tidak lagi berhubungan apa apa dengan keluarga nya demi aku.


"Kau pabo"-yeri


*(Pabo\=Bodoh)


"Tapi kau sayang kan"-jungkook


"Terserah"-yeri


"Kau mau kan menerima ku yang miskin ini"-jungkook


"Aku menerima mu apa ada nya"-yeri


Kami saling bertatapan dan..


BRAKKK


"Lisa"-jungkook and Yeri


"Wow kau pergi karna dia jujur,aku suka dengan mu"-lisa


"Aku mengikuti mu apa penyebab dari kau pergi ternyata gadis penyakitan ini"-lisa


"Dan lagi aku tidak kan membiarkan hidup kalian bahagia"-lisa


Dia pergi~


Sedangkan aku yang sedang syok bingung harus bagaimana.


"Jung... Jungkook"-yeri


Jungkook memeluk ku dan mengelus puncak kepala ku.


"Tenang ada aku"-jungkook


~


Yura.


"Kalau aku miskin kau masih cinta kan dengan ku"-vee


Aku langsung memukul perut'nya apa dia bercanda tentu saja aku akn mencintai.


"Sampai kapan pun aku mencintaimu"-yura


Cup~


Dia melumat bibirku kami melakukan adegan panas di sini.


Padahal AC kamar menyala.


"Maaf tapi aku belum siap"-yura


DUARRRRR

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2