
.
Aku sedang bersiap-siap "Jungkook"-yeri
"Hah!apa, aku sedang di luar"-jungkook
Yeri,ya aku memaksa nya untuk tinggal di rumah ku aku tidak ingin jauh dari nya.
Dan aku mendengar hentakan kaki yang sedang berjalan menuju ke arah di mana aku berada.
"Ada apa dengan wajah mu"-jungkook
Yeri langsung menutup nya "aku ingin ke toko kosmetik"-yeri
"Kau sudah cantik"-jungkook
yeri.
Dia bercanda,sekarang wajah ku sudah memerah "berhenti merayuku"-yeri
"Tidak kan pernah"-jungkook
Aku pun tersenyum entahlah memang itu yang ingin kulakukan, aku pun berjalan ,seperti tujuan awal ku aku pergi ke toko kosmetik.
"Baik lah aku akn mengantar mu"-jungkook
"Ehm, cepat"-yeri
Dia masuk ke rumah mungkin mencari kunci.
2 menit berlalu~
"Pakai jaket ini hari nya sedang dingin"-jungkook
Dia selalu bisa membuatku..
"Cepat,aku tidak mau kau sakit"-jungkook
"Bukan kah.. aku memang sakit" aku menatap wajah Jungkook dan Jungkook juga menatap ku mata kami saling bertemu.
"Hentikan."-jungkook
~
"bibir ku pucat jadi aku ingin membeli ini"-yeri
"Ini terlalu merah cari yang lain"-jungkook
"Tidak hanya mata kau saja"-yeri
Sudah 1 jam kami di toko kosmetik ini dan aku berdebat tentang ini dan itu andai saja aku tidak mengajak Jungkook tadi :')
"Terserah, kaki kau pasti lelah"-jungkook
Dan dia berjalan menuju kasir lebih dulu aku pun mengikuti dari belakang.
"Wah Adek nya imut"-kaka kasir
Aku pun melotot karna tidak terima "aku pacarnya"-yeri
"Maaf,ini kembaliannya"-kaka kasir
Aku pun mengambil make up yang baru saja ku beli dan berjalan lebih dulu.
"Hey Yeri tunggu aku" teriak Jungkook dari jauh.
Aku berjalan lebih cepat dan.
__ADS_1
Sebuah truk lalu...
.
Hupmm~
"Hampir saja"-jungkook
Dan sekarang aku syok sekali Jungkook yang memeluk ku dari belakang juga, terdengar suara deruh napas nya.
"Aku sudah bilang jangan jauh dari ku"-jungkook
"Eumm.. hiks" tangis ku yang tak bisa ku tahan,kenapa dia begitu mencintai ku bagai mana jika aku pergi.
~
yura.
"Pakai baju ini"-yura
"Ah iya terlihat Bagus"-daniel
Aku sedang bersama Daniel lagi pula aku kesepian,aku juga tidak kan selingkuh.
"Tunggu,Vee menelpon"-yura
"Halo"-vee
"Aku rindu kapan kau pulang"-yura
"Beri aku jatah,maka aku kan pulang sekarang"-vee
"Pria mesumm"-yura
Dan terdengar suara Vee yang tertawa dari balik telpon tersebut.
Dan saat itu juga aku teringat sesuatu.
"Em baik lah"-yura
"Bye bye"-yura
Tuttt tuttt
Aku pun kembali menuju Daniel yang sedang memilih jaket.
"Aku akn pilihkan"
.
.
"Kalau begitu dadah"-daniel
Cup~
Aku terkejut dia baru saja mencium pipi ku "apa yang kau lakukan!" Bentak ku.
"Tuan muda" entah lah seorang ber- jas hitam datang.
"Nona maaf kan tuan muda dia mengalami .."pria tidak di kenal itu menjelaskan kan semuanya tanpa Daniel dengar.
Jadi Daniel mengalami penyakit yang mana usia nya tua namun otak nya akn seperti anak anak.
Jadi tidak ada salah nya memaaf kan lantas saja dia terlihat bocah sekali.
"Baik lah.."-yura
__ADS_1
"Dadah" lambai Daniel dari kejauhan.
~
vee.
"Aku lelah cepat pesan hotel" suruhku pada Suga
"Y"-suga
"Sialan."-vee
Aku pun berjalan masuk menuju mobil entah lah hari hari ini perusahaan sedang menurun secara drastis.
Jika aku kehilangan semua hartaku apa Yura masih mau dengan ku.
Dia akn kelapar dan pergi meninggalkan ku..
"Apa yang kau lakukan"-suga
"Hanya saja,jika aku miskin apa dia masih mau dengan ku"-vee
"Gila,tentu saja dia akn mau dia sangat mencintaimu terlihat dari tatapan nya"-suga
"Ada apa denganmu,sejak kapan kau ahli pakar cinta"-vee
"Ba to the cot bacot."-suga
~
Sekarang aku sudah sampai di hotel aku melihat seorang yang sangat familiar "Renita!"-vee
"Hey wah kebetulan yang bagus!"-renita
Dia mendekat dan menyentuh tangan ku "jangan sentuh aku"-vee
"Cih,baik lah"-renita
"Perlu apa kau"-vee
"dengan Yura hancur hidup mu atau menikah dengan ku tapi semua nya akn lebih indah"-renita
Aku masih berpikir mencoba memahami apa kata dia.
"Kau!jangan mencoba macam macam"-vee
"Nona ada telpon"-asisten Renita
"Baik lah,kalau begitu sampai nanti aku tunggu kau bersujud di depan ku"-renita
Aku masih bingung apa yang akn terjadi aku dalam kepungan bahaya.
"Apa perlu aku membunuh nya"-suga
Aku terkejut dia psikopat kah? Jalan berpikir yang begitu lucu..
~
author.
Di sisi Yura sekarang dia masih memikirkan polos nya Daniel.
Apa dia mencium semua gadis,bagai mana kalau gadis lain,bisa bisa Daniel di Tampar.
Tapi Yura masih saja memikirkan cium pipi tadi, entahlah itu membuat nya gila takut jika Vee mencek CCTV. dan dia akan di usir karna salah paham.selilingkuh:).
tapi aku tidak melakukan nya.
__ADS_1
"Lupakan Vee pasti mau mendengarkan penjelasan ku"-yura
Bersambung....