
Aku masih berduduk diam menekuk kepala ku, aku sangat malu itu ciuman pertama ku.
Aku melihat lihat sekitar mobil, tanpa sengaja menatap mata pria itu.
cukup tampan, tapi mau dibawa kemana aku sialan.
Saat ku lihat lihat pria ini sepertinya pria kaya, sangat terlihat dari mobil dan pakai'an nya dia pasti pria kaya.
Tak lama dia membuka suara.
"nama ku Kim taehyung, panggil saja Vee"-vee
"boleh tau berapa usia mu?"-vee
"19 tahun"-yura
Ucap ku pelan, sambil kenatap nya sedikit takut.
"eum"-vee
"siapa nama mu"-vee
"Bae Yura"-yura
"kalau.. anda juga berapa u-usia?" aku tau ini tidak sopan, tapi entah lah mulut nya bergerak sendiri.
"29 tahun"-vee
Apa?? 29 T-A-H-U-N tapi wajah nya sangat muda ini sungguh lucu.
Dia begitu tampan dan mapan, apa dia punya istri atau.. pacar? astaga kenapa aku jadi mengurusi dia.
Tiba-tiba saja dia memberikan pertanyaan yang membuat ku kaget.
"karena kau sudah mencium ku maka kau harus menikah dengan ku"-vee
Aku menoleh dan menatap nya.
"apa apa an anda ini!," ucap kesal ku dan menatap tajam wajah pria itu.
"aku tidak mau tau"-vee
"aku harus menikah karena ibu ku ingin punya cucu aku tidak ingin di jodoh kan, jadi aku tahu kau pasti mau, aku akan membayar mu"-vee
"Apa?!"-yura
***
Dan ternyata pria itu mengantarkan aku kerumah, aku sedikit kesulitan karena mobil nya tidak muat masuk gang kecil di rumah ku.
Aku pun mempersilah kan tuan Vee masuk dan beruntung nya, rumah ku bersih.
"silahkan minum"-yura
"terimakasih"-vee
Dan di terlihat menyeruput teh yang ku buat itu dan kembali meletak kan nya, dia menatap aku dan melihat ku dari atas sampai bawah, eh! bukan kah itu tidak sopan.
"terimakasih atas minumannya"-vee
"biasa saja"-yura
"jadi besok datang ke alamat ini," tuan Vee memberikan sebuah kertas? eh bukan kartu nama yang dia berikan rupanya.
Emosi ku memuncak dia masih saja keras kepala memaksa ku menikah dengan nya dengan alasan dia tidak mau dijodoh kan.
__ADS_1
"apa anda waras"-yura
"ya tentu, jika tidak aku tidak akan memiliki kekayaan ini"-vee
"kalau begitu kenapa kau memaksa ku menikah dengan anda?!"-yura
"karena seperti kaliamat awal ku karena aku tidak mau di jodoh kan dan malas mencari gadis lain, lagi pula kau akan ku bayar, sebut saja ini pernikahan kontrak"-vee
"tapi aku tidak mau pernikahan kontrak?! dengan nominal yang ku mau? kau yakin aku takut kau bangkrut"-yura
"kita bisa memulai nya perlahan," dia menjawab dengan santai, dengan nada santai nya itu aku sudah tau jika dia pasti sangat kaya.
"aku punya segala nya, punyaku adalah punyamu jika kau menjadi istriku"-vee
"tidak aku tidak mau!"-yura
"jangan sampai aku mengambil langkah kasar nona kecil," ucap nya sedikit santai namun penuh tekanan pada kalimat akhir.
"baik lah kau beri waktu 3 hari, jika tidak panti asuhan tempat kau.." ucap Vee, aku kaget dan bangun berdiri menahan tangan nya.
"apa?! Anda pasti gila— kenapa jadi membawa panti asuhan?"-yura
Kenapa dengan pria aneh ini dia begitu tidak bisa di tebak dan sangat berbahaya, jika saja aku bisa membunuh nya.
"aku mungkin menggusurnya"-vee
Dan dia pergi begitu saja aku disini hanya bisa terdiam, sedang mencerna apa yang dia maksud.
"t-tunggu," lirih ku jujur aku tidak pasti dengan jawaban ku.
"aku kan menerimanya tapi jangan dengan panti Asuhan itu"-yura
Dia mendekat dan mengelus puncak kepala ku.
Cih, apa pantas kata nya? aku masih remaja kenapa harus menjadi istri orang.
***
Pukul 08:54
"ah iya aku harus me nelpon pria aneh tadi siapa nama nya Jung.. kook ah iya itu"-yura
+86624827..
tutttt..
"hey aku sudah menelpon mu puas?!"-yura
"tentu terimakasih atas nomor mu, akan ku simpan, jarang sekali pria tampan seperti ku mengangkat telpon seorang gadis, kau beruntung lady.."-jungkook
"KAU INGIN MATI HAH?"-yura
"aku hanya ingin kau jadi budak ku? okey atau akan ku sebar kan jika kau berciuman dengan seseorang aku punya foto nya"-jungkook
"apa! jangan bercanda jangan bilang kau yang mendorong?! "-yura
"benar! jadi silahkan pilih, pilihan mu adalah jalan beruntungan mu besok "-jungkook
"brengksek"-yura
Tuuttt....
Sekarang aku sedang menutup wajahku dengan bantal itu sangat memalukan kenapa banyak hal yang menimpaku hari ini.
***
__ADS_1
"akhirnya ada juga yang mengerjakan pr ku"-jungkook
"dia cukup cantik Ya— bagai mana bisa aku mengatakan dia cantik?"-jungkook
Aku sudah mengawasi semenjak 2 Minggu yang lalu semenjak kejadian tanpa sengaja aku mengenai bola basket pada nya.
Dan saat itu aku memberi coklat diam-diam selama 1 Minggu.
Aku jatuh hati padanya? seperti nya aku harus mengoreksi ulang kalimat itu.
***
"baik besok kau akan pergi ke rumah tuan Vee dan pergi ke rumah jungkook untuk mengerjakan tugas tugas nya? tunggu kenapa aku— ah sudah lah"-yura
"hari yang sial. untuk hari ini dan seterusnya mungkin"-yura
"bagai mana jika dia—"-yura
tok tok tok~
Aku mendengar ada suara ketukan pintu dari lantai bawah dan beranjak keluar dari kamar ku.
"ehh?? tuan Vee"-yura
Dia menerobos masuk tanpa se izin ku, dia duduk tanpa ku suruh, sudah lah aku sedang lelah malas untuk bertengkar apa? bertengkar bukan bukan! maksud ku males untuk beradu mulut itu melelah kan.
Dalam sehari dia sudah 2 kali kerumah ku, pria ini.
Dia menatap ku dan iya menaikan alis sebelah nya.
"kau calon istriku kenapa harus minta izin"-vee
Dia bisa membaca pikiran ku? apa wajah ku terlihat mengekpresikan seperti itu.
Dan dia dengan santai nya duduk di sofa dan berkata, "kau tidak memberikan tamu minuman?," aku bergukan pelan 'boleh ku bunuh pria ini?' mengesalkan
"ini sudah malam"-yura
"jadi besok kau akan pindah, dan meminta restu dengan kedua orang tua ku untuk pernikahan kita"-vee
Aku merotasikan mata dan melotot kan mata ku, aku tak kira jika dia benar-benar akan melakukan nya, itu tadi apa? astaga aku ingin menangis sekarang juga.
"tapi-tapi mereka akan memandang ku aneh aku masih sekolah? anda tau?"-yura
"aku sudah menyusun nya jadi kau ikuti saja"-vee
'dia adalah pria yang hanya suka semaunya'
"kalau begitu aku pulang"-vee
Cup~
Dia mencium kening ku, astaga apa pipi ku merah seperti kepiting rebus sekarang.
"apa yang kau lakukan," ucap ku dengan gugub, karna ini terlalu mengagetkan bagi ku.
"kalau begitu aku pergi, ingat pukul 10.00 kau harus ada di rumah ku esok! aku kan mengirim pakaian untuk kau pakaian"-vee
"iya cepat pergi! keluar-keluar kalian!"-yura
Aku mendorong mereka keluar dari balik pintu.
Dan sekarang aku sangat malu, aku menutup pintu dengan cepat dan mengecek apa jantung ku normal sekarang.
bersambung....
__ADS_1