
"kau!"-keira
"Kenapa sayang"-kai
Aku tidak ingin melihat wajah nya sangat menjijik kan jika aku mengingat nya kembali.
Rasa ketakutan ku pun mulai kembali.
Dia mengusap puncak kepalaku.
Dengan cepat aku menepisnya."jauhkan tangan kotor mu!"-keira
"Ada apa dengan kalian"-yeri
"Tidak apa,ayo kita pergi"-keira
"Berhenti atau.."-kai
"Aku bisa saja.."-keira
"Baiklah kau menang baby" lalu kai tersenyum ke arah ku mengingat nya lagi membuat ku ingin mati saja dan menghilang dari dunia ini.
"Ayok"-keira
"Jelaskan bukan kah kalian kekasih yang paling bucin di kelas"-yeri
"Jangan bahas dia aku muak"-keira
"Baiklah"-yeri
~
vee.
Rasanya aku sudah cukup puas:).
Aku melihat dia yang masih tertidur pasti,lelah.
Dan bunyi nya jam alarm membangun kan Yura bidadari kecil ku.
"Eunggg"-yura
"Ahkk"-yura
~
yura.
Rasanya di ... sedikit sakit :) bukan sedikit tapi sangat.
Aku pun mencoba berjalan dan Vee dia hanya memandang ku.
"Keparat!"-yura
Lalu Vee bangun dari ranjang nya dan menggendong ku ke kamar mandi.
Dia pun menurun kan ku di bak mandi.
Dan kami mandi bersama jujur aku masih malu
__ADS_1
\=^~^\=
Tidak sekolah "hm"-yura
Jika tau seperti ini aku tidak mau!
"Nanti lain kali mau kan aku akn coba sedikit pelan"-vee
Mataku langsung melotot dan menyiram nya dengan air.
~
daniel.
"Hey bagi uang"
Mereka lagi,tidak ada pilihan aku harus memberikan mereka uang.
"Ini"-daniel
"Bagus!"
Dia pergi hyuh syukurlah aku tidak di pukuli.
Aku pun berjalan menuju kelas Yura.
Dan bertanya pada teman nya dimana Yura karna tidak biasa'nya dia terlambat.
"Yura sakit" ujar teman sebangku Yura,sakit? Sakit apa oh iya aku tahu dimana rumah nya.
Setelah pulang sekolah Daniel mau ke rumah Yura ah~
Aku langsung kembali karna bel sebentar lagi akan berbunyi.
~
"Wah aku merasa sakit kepala"-jungkook
Aku pun mencoba memijit kepalaku sebentar dan melanjutkan kerja.
Namun seiring waktu sakit nya bertambah.
"Euhg"-jungkook
"Hey kau baik baik saja" dia teman sekantor ku.
Usia dia lebih tua dariku.
"Tidak hanya sakit kepala" lalu aku memberi kode bahwa aku tidak apa apa.
Dan aku pun berjalan ke arah tidak menentu awal nya niat ku untuk minum namun pandangan ku menggelap aku pun terjatuh.
Brakk
"Jungkook" panggi teman ku tadi.
~
"Yeri"-jungkook
__ADS_1
"Jungkook,sudah kubilang makan makan yang ku masak kau tidak kan terlambat bekerja hanya karna makan"-yeri
Baru saja aku sadar aku sudah dapat Omelan dari calon istriku ini.
"Maaf kan aku,aku salah"-yeri
"Kau kan di hukum, makan bubur"-yeri
"Jam berapa?"-jungkook
"Jam 2 malam/subuh/pagi entah lah"-yeri
"Kau sekolah yang benar maka nya"-jungkook
Dan Yeri tertawa aku melihat sedari tadi dia menggenggam tangan ku.
"Aku tidak sabar menikahi mu"-jungkook
Dan aku malah mendapat kan pukulan di kepala.
"Tidak udah di pikirkan,nanti saja."-yeri
Dan aku hanya mengukir senyum pada nya.
~
daniel.
"Kak renita" entah lah Daniel merasa jika melihat kak Renita hati Daniel berdegup kencang melebihi dengan Yura.
Daniel bingung sebenarnya Daniel suka siapa?
"Kak renita?!,siapa yang menyuruh mu memanggil ku Kaka! mu" dan kak Renita mendorong kepala ku pelan,tapi tak apa aku suka:".
"Beri aku uang,aku akn bantu kau berkencan dengan Yura"-renita
"Tidak Kaka salah aku sudah tidak suka Yura lagi"-daniel
"Bukan bukan begitu,jadi aku itu hanya sebatas kagum dengan Yura jadi aku suka bukan cinta"-daniel
Aku sedikit menekan kan cinta pada kak Renita.
"Kau yakin"-renita
"Iya,orang yang kucinta ternyata ada di depan ku"-daniel
Dan setibanya wajah kak Renita langsung merah seperti kepiting rebus.
"Kaka sakit"-daniel
Lalu aku mencek kak Renita, tangan ku sudah hampir menyentuh keningnya,namun dengan cepat di tepis olah kak renita.
"Bocah menjauh lah"-renita
Lalu dia pergi tanpa senyum man nya yang indah itu.
Ah rasanya aku menjadi lesu.
"Hey"
__ADS_1
Aku memalingkan wajah dan..
Bersambung....