
Pagi ini aku sudah bersiap siap karna kalian pasti sudah tahu, Jungkook.
Aku harus ke rumah jungkook di hari libur Minggu ini.
"bodoh! aku tidak tahu alamat nya"-yura
Aku merogoh kantung saku celanaku dan mendapat kan handphone ku.
LINE
Jungkook
yura:
heh, aku tidak tahu alamat rumah mu
Jungkook:
aku melihat mu. belok kanan
Yura:
oke
read.
Dengan kasar aku memasuk kan benda pipih itu ke kantung celana ku dan berjalan cepat.
"sialan memang"-yura
Aku pun beranjak pergi sambil bertanya-tanya
di mana rumah nya Jungkook kepada orang-orang di sana, dan jawaban mereka pasti 'cari saja rumah yang besar'.
brukkk
"aduh maaf"-yura
"eh kamu gak papa," aku dengan cepat menoleh melihat siapa yang ku tabrak .
'sangat tampan!'
"ah tidak apa-apa"-yura
"ah kalau begitu sekali lagi maaf—boleh tau nama mu?"-.
"Yura nama ku bae Yura"-yura
"ahh nama ku park Jimin panggil saja Jimin."-jimin
Nama nya saja sebegitu imut 'min min' ah lupakan aku harus segera kerumah Jungkook sebelum kesialan ini bertambah.
"hey Yura rumah ku disini" yang kutahu dan ku ingat itu suara sangat familiar, ya siapa lagi jika bukan Jungkook.
"maaf aku pergi dulu"-yura
Aku melepas salaman kami tadi, dan berlari ke arah Jungkook yang sedang santai melihat ku berlari kelelahan.
"kau jangan berbicara dengan dia"-jungkook
Setiba nya aku sampai di depan nya itu kata kata yang dia ucap kan. bukan 'maaf membuat mu susah mencari alamat ku' atau 'kau haus?aku bawa minuman, minum lah' tapi dia langsung mengatakan jangan mendekati Jimin oh!shit?
"kenapa!?"-yura
"dia Playboy"-jungkook
"pastikan lah untuk mengoreksi diri"-yura
***
Sejarang aku sedang dikamar jungkook, sangat luas.
"kamar kau rapi juga"-yura
"tentu"-jungkook
Sementara dia menyombongkan dirinya, aku pun duduk di kasur nya dan melihat kamar nya yang luas, seperti ruang tamu ku Bahkan lebih besar.
Ya Jungkook adalah anak orang kaya tidak salah jika kamarnya seperti itu.
"apa kau kesepian, m-maksud ku dengan rumah yang sebesar ini"-yura
Karena kulihat sedari tadi rumah nya sepi sunyi Bahkan di ruang makan banyak makanan tapi— hanya terdapat ada satu piring.
"ya sangat, ah lupakan tidak apa-apa"-jungkook
"kau bisa memanggilku jika kau merasa kesepian dan butuh teman?"-yura
Aku menatap nya sendu dan sambil tersenyum.
"tidak 'karna kau adalah babu ku sekarang kau sendiri yang datang, tepat seperti sekarang dan cepat selesai pr ku"-jungkook
Dia memberikan 4 tumpuk buku dan mereka semua tebal eugh dia tidak menyuruh ku untuk meringkas juga kan?.
Dengan berat hati aku mengerjakan nya.
Aku pun mengerjakan pr nya waktu berlalu cepat jari jari ku mulai sakit.
Aku merasa sepeti di awasi seseorang melihat lihat sekitar.
kena kau.
"kenapa kau melihat ku terus-menerus"-yura
Jungkook pun kaget dan dia menjadi salah tingkah memalingkan wajah nya dan melangkah keluar dari kamar tanpa menjawab.
***
__ADS_1
"kirim kan pakaian ini kepada calon istriku"-vee
"baik tuan"-secretary
"woahh aku tidak menyangka kau menikah lebih dulu dari pada aku"-hoseok
Hoseok adalah teman Vee dari SMA mereka memiliki geng. BTS mereka cukup terkenal dan tentu anggota mereka semua tampan membuat anak gadis mana pun akan jatuh cinta dan menjadi fans mereka.
"apa dia cantik"-hoseok
"ya dia imut cantik entah mengapa aku mengatakan ini"-vee
Dan sekali lagi dia memuji Yura dan bergumam.
"ah telingaku panas!"-yura
"woahh kau seperti nya bisa menjadi budak dari istri mu, kau begitu bucin"-hoseok
"berapa umurnya dimana kau mengenalnya?"-hoseok
"19 tahun"-vee
"HAHAHAHHAAHHAAH KAU GILA?! "-hoseok
"pelan kan suaramu!"-vee
Sekarang banyak orang yang melihat mereka dari ruang Vee karena ruang kerja nya tembus pandang dari kaca.
"tuan paket nya sudah selesai"-secretary
"baik kirim sekarang"-vee
"kalau begitu aku pergi dulu masih banyak pekerjaan yang lain"-hoseok
"bye bye"-hoseok
Dan Vee hanya menatap nya geli kenapa dia bisa memiliki sahabat seperti itu tapi vee bahagia memiliki sahabat seperti itu di dalam hidup nya.
***
Sudah selesai dan sekarang sudah pukul 09.34 aku harus pulang.
"Jungkook aku pulang ya"-yura
Aku mendorong pelan tubuh jungkook yang sekarang sedang tertidur lelap di kasur big size nya.
Dia tidak menjawab, karena takut dia khawatir mencari ku 'yura Yura huuuu' dari pada dia merengek sepeti itu aku menulis pesan di memo kecil di laci Jungkook.
Aku pulang jangan cari aku
tugas mu sudah selesai.
—yura
***
Sesampai nya di depan pintu aku terkejut ada banyak kotak yang terlihat sangat mewah.
Aku berjalan cepat dan membuka salah satu dari mereka.
Dan itu pakai'an sangat bagus ' cantik ' guman ku.
Baju nya terlihat mahal dan bermerek terkenal.
Gucci, woahh!! jika ku jual ginjal ku itu tidak cukup untuk membayar nya.
Orang kaya mereka tidak bisa di tebak.
Aku tau siapa yang memberikan ini karena terdapat pesan dari nya.
Pakai pakaian itu saat kerumah ku
aku menunggu mu gadis kecil.
—Calon suami
Aku terkekeh kecil dan membawa masuk kotak itu satu persatu.
Awal nya aku memanggil dia 'ajjussi' namun dia mengatakan jangan memanggilku sepeti itu wajah dia tidak setua itu, jadi aku memanggilnya 'tuan' saja atau Oppa? menjijik kan.
Aku pun berkaca setelah selesai berpakaian.
"wah gila pakain apa ini?! kenapa aku sangat cantik di kaca ini"-yura
tok tok tok~
"TUNGGU SEBENTAR~ " teriak ku dari lantai atas.
Aku memakai kan selimut untuk menutupi belakang rubuh ku yang terbuka.
dan berlarian kecil turun tangga.
"sudah siap?"-vee
Ternyata Vee yang datang, aku sangat gugub terkadang aku memanggil nama nya saja ah ini gila.
"i-iya, tunggu aku mengambil tas dulu"-yura
***
Sesampai di rumah Vee bukan bukan! di depan rumah nya? aku terkejut ini bukan rumah tapi mansion atau istana?.
Ah aku sangat iri.
"woahhh sangat besar lebih dari rumah jungkook"-yura
__ADS_1
Aku hanya mengucap kan nya pelan tidak mungkin aku mengatakan itu di samping Vee
Aku tidak suka rumah besar seperti ini, nanti saat aku sudah menjadi istri nya aku ingin tinggal di rumah sederhana saja—
"eh kok aku jadi mau mengakui jadi istrinya?"-yura
Aku pun masuk bersama Vee dengan tangan yang saling menggenggam, jantungku. dan di ruang tamu ada kedua orang tua Vee mereka muka nya terlihat santai, antusias? terlihat berbeda dari pandangan ku, kukira akan seperti di tv-tv.
"woahh cantik nya menantu ku"-ibu Vee
" iya cantik sekali"-ayah Vee
Aku pun duduk dan di sertai senyum kikuk dari ku ini sangat lah canggung aku bingung harus bagaimana.
"apa kau masih sekolah"-ayah Vee
"iya tapi beberapa bulan lagi aku lulus"-yura
"ah tidak apa-apa kan ma, kalo masih sekolah menantu kita"-ayah Vee
"iya tidak apa-apa lagi pula sebentar lagi lulus"-mama Vee
"jadi kapan tanggal pernikahan nya"-ayah Vee
"bagai mana kalau saat iya liburan" ucap vee yang mendadak, membuat ku terkejut
"tidak tenang saja kami tidak ingin memberati mu"-ayah Vee
"Vee kau seharusnya tidak sepeti itu buat lah kesepakatan dengan calon istri mu"-ayah Vee
Namun yang membuat ku lebih terkejut adalah ucapan mama Vee.
"iya kami sudah tau asal usul mu dan tentang mu kami menerima semua nya"-mama Vee
"terimakasih"-yura
Aku tersenyum canggung, astaga kebohongan apa yang Vee buat kepada kedua orang tua nya.
***
Sekarang aku sedang berbaring di kasur ku itu tadi melelah kan.
Aku ingin tau apa kata 'cinta' apa itu akan ada dalam hubungan ini.
Ya sudah lah hari sudah malam nanti mata ku bisa-bisa menjadi mata panda memikirkan hal tidak berguna.
"malam Coco"-yura
Coco adalah boneka ku, dia ditinggal kan bersamaan dengan ku saat di panti asuhan.
perlahan mataku terpejam.
Aku pun tertidur.
.
.
"anak tidak berguna!"
Plak
"J-Jangan jangan pukul anak kita, pukul saja aku"
"minggir kau sialan"
Sebuah darah mengalir dari kepala wanita paruh baya itu sambil tersenyum dia menatap seorang anak kecil yang menangis.
.
.
.
"astaga mimpi apa aku barusan"-yura
Badan ku penuh keringat dan aku sedikit terkejut
Aku meminum segelas air yang ada di meja dekat kasur ku.
Line~
vee:
Aku sedang membuat undangan.
03:24
Aku pun meletakkan hp ku ternyata dia sudah menyiap kan semuanya.
Pria gila dia mengirim pesan sepagi ini.
Dia sungguh-sungguh serius.
Aku tidak tau ini takdir atau bukan tapi dengan berat hati jalani saja.
"hoaamm"-yura
Aku duduk sambil melihat tv sekarang pukul sudah pukul 03.56 pagi.
Dan aku tertidur kembali tanpa sadar aku melupakan mimpi barusan.
"..."-yura
zzZzzzZzzz~
bersambung....
__ADS_1