
“Kenapa kamu tiba-tiba…”
Aku ingin tanya Evelyn setelah jauh dari pandangan guru, tapi tidak disangka Evelyn merangkul bahuku, “James itu malaikat yang lo katakan, kan?”
“Dia ngak pantas jadi malaikat… dia itu orang licik!” kataku dengan kesal. Jika bukan menjaga citra baikku, aku pasti akan menghajarnya!
“Bagus sekali, emang harus begitu!!!”
Evelyn berkata dengan kejam, “Apa lo tahu betapa kesalnya gue?! Dia ngak pernah memberitahuku masalahnya dengan kepala sekolah Sekolah Sunshine, jadi gue ngerasa sangat marah! Bagaimanapun gue ‘kan orang terdekatnya!”
Aku mengerti maksud Evelyn, jujur saja, kepala sekolah Sekolah Sunshine dan James itu sama persis.
“Jasmin, gue udah berpikir semalaman dan udah memikirkan semuanya dengan baik!” Evelyn menatapku dengan ekspresi murah hati, “Apa lo masih ingat apa yang mereka katakan kemarin?”
Kemarin?
“Sebentar, kenapa gue harus setuju?! Ada taruhan, kah?”
“Jika gue kalah tahun ini, maka lo boleh sesuka hati tangani Sekolah Budaya.”
Evelyn seolah-olah teringat sesuatu dan berkata, “Apa lo lupa perkataan mereka kemarin? Asalkan kita bisa menang dari Sekolah Sunshine, maka Sekolah Sunshine akan menuruti perintah Sekolah Budaya. Jadi, lo harus menang, ngak boleh kalah!”
__ADS_1
Sandy melihat Evelyn dan aku bergantian, kemudian berlari kemari dan memeluk kami, “Jasmin ‘kan yang paling hebat, ngak akan kalah pasti, semangat semangat, oh yeah!”
Gue benar-benar ngak tahu mengapa gadis ini bisa begitu senang dalam segala hal…
“Hai… sayang… senang banget kayaknya?” Terdengar suara yang disertai dengan aroma bunga dari belakang yang bahkan membuatku merinding. Bastian memegang bunga bakung sambil melirikku, di belakangnya ada juga Denis.
Oh Tuhan, aku tidak mengerti mengapa para wanita bisa tergila-gila padanya, tapi di mataku dia seperti monyet yang penuh birahi…
Bastian mendekatiku dengan cepat, sehingga hidungnya hanya berjarak 1 cm dari wajahku. Membuatku kaget sampai kabur tanpa mempedulikan citra seorang wanita.
“Jasmin sayang, kudengar lo di panggil ke ruang kepala sekolah pagi ini?”
“Eh eh, Jasmin sayangku malu ya… ngak apa-apa! Gua tahu lo takut wanita lain cemburu! Jangan takut, gue akan melindungi lo! Sayangku!”
Oh Tuhan, otak bocah ini terbuat dari apa sih?!
“Apa Bu Lidya ingin melawan Sekolah Sunshine?” Bastian mendekatiku lagi sehingga membuatku mundur beberapa langkah.
“Ka…” Kenapa bocah ini tahu?
“Ngak usah khawatir! Ada gue kok, jadi ngak usah khawatir. Sayang, gue adalah pelindungmu…”
__ADS_1
Selesai berbicara, dia meletakkan bunga bakung di kepalaku, lalu pergi. Denis pun mengikutinya dan dia akan mengeluarkan erangan sakit ketika setiap kali berjalan!
“Apa yang dia katakan tadi?” Evelyn menatapku dengan bingung.
“Ganteng banget dia… tapi pria ganteng yang pendiam kemarin terlihat lebih ganteng!”
Apa Sandy sedang mengatakan Dylan? Ini pertama kalinya aku setuju dengan ucapan Sandy!
“Ish! Selalu saja ada orang aneh, apalagi tahun ini…” Aku menggelengkan kepala dengan tak berdaya dan memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan Evelyn.
“Bastian adalah pria tampan terkenal di sekolah. Jasmin, jodoh saat ini amat banyak! Perlukah mencari peramal untuk meramal nasibmu?”
Meramal?
Bukankah Dylan si master astrologi mengatakan aku akan bertemu dengan orang yang paling penting dalam hidupku? Mungkin itu Bastian? Oh Tuhan! Aku tidak mau…
Tapi, jika orang yang paling penting dalam hidupku adalah Dylan, mungkin aku bisa menerimanya secara terpaksa. Bagaimanapun dia telah menolongku beberapa kali dan dia merupakan salah satu pria yang tidak aku anggap sebagai monyet sejauh ini.
Sayangnya dia memiliki hubungan baik dengan James dan Juan si idiot itu. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mereka bertiga bisa menjadi teman… tunggu! Mungkinkah orang terpenting dalam hidupku adalah James?! Dia seharusnya musuh terpenting dalam hidupku!
Sudahlah, sekarang bukan waktunya untuk berpikir yang aneh-aneh. Sekarang Bu Lidya memintaku memikul tanggung jawab untuk mengharumkan nama Sekolah Budaya, jadi aku seharusnya memikirkan cara agar bisa mengalahkan Sekolah Sunshine dan James! Kedepannya pasti adalah waktu yang layak untuk dinanti-nantikan! Hmm! James, tunggu saja!
__ADS_1