
“Kamu…” Dia sedikit terkejut dengan gerakanku yang tiba-tiba.
“Jangan bicara!” Aku meletakkan tanganku ke kepalanya, panas sekali! Bocah ini benar-benar demam! Bisa-bisanya dia memberiku mantelnya!
Dia seolah-olah ngak tahu bagaimana menanggapi tindakanku, jadi menatapku dengan bodoh. Sedangkan mata cokelatnya merah karena demam tinggi, tapi juga semakin seksi…
Apa yang gue pikirkan? Seksi?! Aku mengetuk kepalaku dengan tak berdaya, “Aku mengembalikan pakaian ini padamu…”
“Ayo! Sebentar lagi bisa keluar! Lo gak kan membiarkan gue kedinginan, kan?”
Dia menggenggam tanganku dan bersandar ke tubuhku. Pertama kalinya digenggam oleh seorang pria yang demam tinggi, pertama kalinya ada kontak dekat dengan pria dan telapak tangannya masih sangat panas…
Akhirnya tiba di perbatasan antara Sekolah Sunshine dan Sekolah Budaya, gue segera mengembalikan seragam ke Dylan sambil menatapnya dengan terima kasih. Bagaimana gue berterima kasih padanya? Oh ya, aku tiba-tiba teringat barang yang ibu taruh di dompetku! Ini pertama kalinya aku berterima kasih kepada ibuku karena persiapannya.
“Ngapain lo?”
“Sudah temukan!” Gue ngak peduli dengan pertanyaannya, hanya mencari barang di dompet, lalu mengeluarkan obat cadangan, “Makan ini dua pil dulu, ini sangat berguna!”
Selesai berbicara, gue membuka kotak obat, lalu mengeluarkan dua pil dan meletakkan di tangannya.
“Makanlah!” Bocah ini ngak percaya, apakah gue, Jasmin terlihat seperti orang ngak tahu balas budi?
“Ng… ngak ada air…”
“Oh… benar! Tunggu dulu…”
“Sudahlah…” Dia memasukkan obat ke dalam mulutnya, lalu tersenyum padaku sambil berbalik badan. Tapi aku masih berdiri diam di tempat.
Habislah, Jasmin, habislah kamu, hanya satu senyuman saja sudah membuat hatiku berdebar cepat! Cepat pulang dan tidur, lalu melupakan hal hari ini! Sekarang yang perlu lo pikirkan adalah masalah pertandingan olahraga!
Tapi kebetulan di dunia ini akan berlanjut terus-menerus… Ketika aku menghela napas dan hendak pulang, aku melihat orang yang paling gak ingin kulihat sekarang.
“Hai! Lo gak keberatan gue mentraktirmu secangkir kopi, kan?”
“Iya, ada apa?” Gue tersenyum 180 derajat secara terpaksa, tampak akrab seolah-olah di depanku adalah teman tersayang gue!
“Ngak ada hal lain…” Di Hy House, James duduk di depanku sambil melihat ponselnya dengan senyuman malaikatnya dan ngak bisa melihat perasaannya.
Ngapain sih bocah ini? Gue baru saja berpisah dengan Dylan, lalu ditariknya ke sana! Apakah dia melihat gue dan Dylan keluar dari pintu Sekolah Sunshine atau dia mengikutiku? Aku menatap pria licik dengan senyum di depanku dengan waspada! Jasmin, lo ngak boleh terpengaruh olehnya, jangan impuls, lihat apa yang ingin dia lakukan?
“Haha! Jasmin lucu sekali! Lihat…” James mengangkat ponselnya dan tersenyum ceria.
__ADS_1
“James, bisakah lo menghapusnya?!” Senyum ceria 90 derajat ditambah nada super lembut 0 desibel. Apa orang ini hanya bisa menggunakan trik ini mengancamku?
“Bisa, tentu saja bisa!” kata James, sambil mengedipkan mata padaku, “Tapi, gue akan sedih kalau menghapus foto yang begitu lucu, jadi kamu harus memberiku tiga kompensasi dan setiap menyelesaikan satu hal, maka harus menghapus satu foto.”
Gue sudah tahu gak kan begitu mudah, jika bukan di tempat umum, maka gue akan meninjunya! Orang yang sama, kenapa dia dan Dylan berbeda amat jauh?!
“James, apakah harus seperti ini?” Aku terus tersenyum lebar, senyuman ramah seperti ini seharusnya berguna! Tapi James ngak tersentuh dan tersenyum sambil menganggukkan kepala.
“Pasti?” Gue ketawa lagi…
“Hmm!”
“Yakin?” Gue ketawa lagi…
“Hmm!”
Gue mengucek sudut mulutku yang hampir kaku karena tawa. Jika gue tahu itu ngak berhasil, maka gue ngak akan tertawa terlalu kuat, “Ngak boleh menyakiti orang dengan niat jahat! Ngak boleh dikaitkan dengan persaingan antar sekolah! Ngak boleh…”
“Hmmp!”
“Gue akan menghapus foto setelah lo melakukan tiga hal ini! Setelah itu ngak ada hubungan satu sama lain!” Gue menatap wajahnya yang ngak bisa tersenyum, James, gue akan mengingat hari ini!
“Kalau begitu, gue akan merepotkanmu!” James memberinya selembar kertas.
05.00 pagi mengantar susu dan koran.
02.00 siang mengantar barang ke Toko Kue Lisa.
07.00 malam menjadi pelayan paruh waktu di Hy House.
22.00 malam bekejar di dapur Bar Carly ⊙~⊙0⊙~⊙0⊙! ! !
“A… apa-apaan ini?!” Aku membelalak mata.
“Jasmin begini sangat lucu!” Bocah ini mendekatiku lagi, “Lo gak kan bisa kabur!”
“Lo bilang apa?” Apa maksud dari gak akan bisa kabur? Aku menengadahkan kepala melihat wajah gantengnya, bahkan… bahkan bisa merasakan napasnya. Oh Tuhan, Jasmin, apa lo terkena serangan jantung malam ini?
“Lakukan hal-hal di atas selama tujuh hari berturut-turut! Itu tugas pertamamu!”
“Tapi gue mau belajar!” Apa bocah ini sengaja membiarkan gue gak ada waktu belajar, sehingga bisa mengalahkan gue dengan mudah?!
__ADS_1
“Iya, gue sudah membantumu memikirkannya!” kata James, lalu mengedipkan mata padaku sambil tersenyum, “Pasti di saat ngak belajar.”
Oh tidak… aku memelototi James di depan.
“Lupakan saja… gue ngak pernah suka memaksa orang…” James berpura-pura berpikir, “Jadi foto ini… gue sebaiknya langsung kirim ke forum Sekolah Budaya atau menjadikan poster dan ditempel di gerbang pintu Jalan Malaikat No. 23?”
“Sialan…” Gue menganggukkan kepala dan duduk di sana seperti balon yang mengempis.
“Ini baru patuh! Ada lagi jangan lupa untuk tanda tangani namaku ketika pulang kerja! Jika negosiasi malam ini sangat menyenangkan, maka gue kerja dulu, lalu lo ingat bayar makanan ini sebelum pergi! Sampai jumpa…”
Hmmp, lo kira hal kecil ini bisa mengalahkanku? Ngak akan! James, kelak gue akan membuatmu kalah sampai babak belur! Amarah ini berlanjut sampai gue pulang, sedangkan gue yang panik ingin tahu situasi Evelyn dan Sandy, kemudian gue menyadari ada 99+ pesan gak terbaca di grup!
Evelyn: Apa lo baik-baik saja?!
Aku: Baik-baik saja! Baiklah kalau lo baik-baik saja, di mana Sandy?
Evelyn: Ha! Ngak apa-apa, lo? Apa lo melarikan diri dengan lancar?
Aku: Gue cukup beruntung!
Evelyn: Aih! Hari ini sungguh sial, kebetulan bertemu dengan ‘hari menangkap hantu’ di Sekolah Sunshine.
Aku: ?
Evelyn: Kudengar para kekasih itu langsung kabur setelah melihat sinar lampu, kemudian tingkat sampai melepas sepatu, lalu menyelinap ke samping dan mengayunkan senter sehingga bisa menemukan pasangan yang sedang berpacaran. Kali ini meningkatkan metodenya lagi yaitu merekam suara anjing menggonggong agar bisa menangkap semua pasangan, sungguh kejam!
Aku: Mulai dari besok akan bekerja paruh waktu! T_T
Evelyn: Bekerja paruh waktu? Lo ingin mati! PR kita banyak banget, selain itu lo mau melakukan persiapan untuk lomba… lo udah dengar belum? Persiapan untuk lomba!
Aku: Gu… gue sudah tahu, tapi James itu menggunakan foto gue mengancam gue, jadi gue ngak ada cara lain lagi! Ingatlah bakarkan kertas uang padaku setiap tahun di saat ini! Nyawaku ngak bisa terselamatkan lagi…
Gue menceritakan kembali kejadian foto yang sengaja gue lewatkan waktu itu, sungguh memalukan!
Evelyn: Bocah itu sungguh licik! Tak heran selama tiga tahun ini lo ngak bisa melawannya, jangan khawatir, gue akan mencari Sandy untuk membantumu.
Aku: Evelyn… gue mencintai lo!
Evelyn: Gue ngak mau lo mencintaiku! Hati gue tidak ada tempat untuk lo lagi! Haha…
Aku: Lo benar-benar ngak ada hati nurani, dalam hati lo pasti hanya ada kumpulan pria ganteng.
__ADS_1
Evelyn: Ngak ngorbol lagi, gue mau maskeran dulu! Kurang tidur adalah musuh kecantikan para gadis!