
Angin bulan September yang sejuk meniup sudut-sudut rokku, menyisir rambut panjangku, menyingkirkan mata yang terkagum-kagum itu, aku mulai melepaskan senyumku dan kembali pada keterpurukan hari ini!
“Wah! Jasmin, kamu benar-benar sangat hebat! Jika tanganku juga membengkak karena membuat soal, ibuku juga pasti akan terharu sampai menangis tersedu-sedu!”
“Salut deh sama kamu! Tetapi kudengar perwakilan murid baru Sekolah Sunshine tahun ini mendapat nilai sempurna!”
“Hanya selisih satu poin! Yah! Sekolah Budaya kita kalah dari Sekolah Sunshine…”
“Jasmin, pidato perwakilan murid baru mu hari ini sangat bagus, aku harap kamu bisa merebut lebih banyak penghargaan untuk sekolah mulai hari ini.”
“Benar, Guru. Aku akan berusaha sekuat tenaga.”
“Yah, sayang sekali James masuk ke Sekolah Sunshine, yah…”
“……”
“Benar, aku pernah mendengar sedikit tentang James!”
“Benarkah…”
“Kudengar, sejak SD dia memang sudah menjadi orang yang terkenal di sekolah! Tidak hanya tampan, tapi juga sangat lembut terhadap wanita! Yang paling langka adalah latar belakang keluarganya sangat baik, dia merupakan pangeran kuda putih yang menawan dalam hati para wanita!” Evelyn berkata dengan mata berbinar.
“Serius? Sungguh hebat!”
“Benar yang dikatakan Evelyn, aku dengar dia sangat tampan, memikirkannya saja membuat pikiran orang berombak-ombak.”
James! James!! James!! Seharian, nama ini tidak bisa berhenti muncul dari otakku! Muncul!! Muncul!! Muncul terus sampai hampir membuat kepalaku meledak!
Heh! Sembarangan bicara! Mana mungkin begitu sempurna! Sebagian besar pasti hanya pura-pura!
Astaga, aku sudah berjuang begitu lama, kenapa masih diinjak oleh seorang anak laki-laki bau di bawah kakinya!! Stres! Sungguh membuatku stres! Sungguh sangat ingin mencari suatu tempat yang tidak ada orangnya untuk mengeluarkan rasa stres ku! Klang, Klang…
Tiba-tiba aku menendang kaleng kosong yang menghalangi jalanku.
Astaga, citra wanitaku yang diam dan elegan! Aku segera melihat ke sekeliling, sudah melewati waktu puncak siswa pulang sekolah, orang-orang terlihat tinggal sedikit, sungguh bahaya…
“Ah! Orang brengsek mana yang melakukannya?!” Seorang pria mengenakan seragam Sekolah Sunshine berwarna merah yang berjalan di depanku mencengkram bagian kepalanya kemudian membalikkan kepala dan marah-marah.
__ADS_1
Benar, aku lupa menjelaskan, sejak umur 7 tahun aku sudah mengetahui karakter akhir dari seorang pria. Semuanya arogan, bodoh, sampah yang memandang rendah wanita, aku kemudian secara otomatis menggabungkan semua anak laki-laki dalam jajaran pria.
Mampus, anak laki-laki bau, siapa suruh kamu itu murid SMA Sekolah Sunshine!! Aku menginjakkan langkah cepat dan kecil pada anak tangga lotus dengan tenang, berjalan melewati dirinya dengan santai.
“Siapa sebenarnya! Beraninya melemparku?!”
Pria itu mengelus bagian kepalanya yang muncul sebuah benjolan karena terlempar oleh kaleng, matanya berhenti dengan curiga di wajahku selama sedetik. Pura-pura tidak tahu, pura-pura tidak tahu… tersenyum, tersenyum…
“Hei, kamu, tunggu!” Dia tiba-tiba memintaku berhenti.
“Ah, a… apa kabar!” Tidak mungkin! Citra wanitaku yang diam dan elegan ini sama sekali tidak berguna?
“Kamu dari Sekolah Budaya?” Dia memberikan isyarat dengan mulutnya ke arah seragamku.
“Ah, benar… aku dari Sekolah Budaya!”
“Kelas berapa?”
“Kelas satu…”
“Aku…”
Tidak mungkin! Reputasiku sungguh begitu terkenal, bahkan sampai ada penggemar dari Sekolah Sunshine?!
Aku mengukur pria di depanku ini dengan serius, orang dengan sudut wajah yang jelas, hidung yang mancung membuatnya kelihatan sangat kuat, dua alis tebal yang hitam dan saling bertautan… sepertinya temperamennya tidak terlalu baik, meskipun dia masih seorang pria yang kubenci, tapi dilihat dari ketampanan dan tanpa penyesalan dalam mengikutiku, aku akan berusaha menganggapnya sebagai salah satu anggota klub penggemarku!
“Sudahlah! Tidak peduli kamu mengenalnya apa tidak, tolong bantu aku memberitahunya! Jangan berharap dia bisa menang dari James seumur hidup ini! Selama James berada di Sekolah Sunshine, Sekolah Budaya tidak akan bisa menang! Ha ha ha ha…”
“Numpang tanya, kamu itu siapa?” Melihat pria di depan yang luar biasa sombong ini, aku menekan keinginan untuk meninjunya, dan bertanya dengan lembut.
“Aku? Ah, ha ha… karena kamu sudah meminta arahan dengan tulus, aku akan memberitahumu dengan penuh kasih!! Aku adalah salah satu dari tiga raja di Sekolah Menengah Sunshine! Pria yang dikagumi banyak orang, tampan dan bijaksana serta berdiri di titik puncak!” Pria brengsek itu berkacak pinggang dengan sok bangga, dan hanya memikirkan diri sendiri.
Pria yang berada di titik puncak… apa… apa mungkin dia adalah James?!
“Siapa namamu?!” Aku menarik kerah bajunya dengan gegabah dan memelototinya dengan kedua mataku, pasti dia, mungkin hanya dia yang bisa begitu sombong! “…” Reaksiku membuatnya terkejut dan terdiam di tempat.
Gawat! Mengapa aku begitu gegabah!! Citra, citra!! Aku segera berdiri dengan baik sesuai aturan, aku mau menarik tanganku kembali, tetapi tidak disangka justru ditahan oleh anak itu dengan erat. Orang brengsek ini mau melakukan sesuatu padaku?!
__ADS_1
“Maaf!”
“Ha?”
“Aku tahu saat ini kamu sudah tidak dapat menolak pesona diriku dan sudah jatuh cinta padaku!”
“Apa… apa yang sedang kamu katakan!” Aku diam-diam menarik tanganku dengan sekuat tenaga sambil menenangkan diri, tetapi tidak disangka si brengsek ini justru memegangnya dengan semakin erat!
“Kamu jangan mengelak lagi! Aku tahu kamu yang menendang kalengnya… dan pandangan matamu yang melihatku itu penuh dengan perasaan lembut!”
Pandangan mata penuh dengan perasaan lembut?! Anak ini sudah gila! Meskipun aku mengakui dia memang tampan, tetapi aku tidak menyukai anak narsis semacam ini!
“Tunggu… ”
“Tetapi, Sekolah Sunshine kami dan Sekolah Budaya kalian tidak pernah akur! Cinta kita akan berakhir menyedihkan bagaikan Romeo dan Juliet!”
“Ha?”
“Wanita dari Sekolah Budaya! Lupakanlah aku! Kita tidak akan pernah bisa bersama…”
“Bukan! Aku hanya ingin tanya…”
“Sampai jumpa!”
Setelah pria narsis itu selesai berbicara, dia melemparkan tasnya ke belakang, lalu menatapku secara samar, menghela napas kemudian melambaikan tangan, membalikkan badan dan berjalan pergi…
“Romeo dan Juliet? Yah, mereka sangat kasihan!”
“Nona kecil! Hal semacam ini selalu terjadi setiap tahun! Kamu harus bertahan!”
Tidak tahu sejak kapan bibi penjual buah dan paman pemilik toko di samping semua berdiri di sekitarku, dan mengeluarkan pandangan mata yang kasihan dan pengertian…
A… apa yang terjadi!! Aku melihat pria yang berjalan pergi secara perlahan itu dengan frustrasi… apakah dia benar-benar James?!! Anak yang masuk ke sekolah dengan nilai sempurna?! Anak yang menang dari diriku?! Anak yang berdiri di titik puncak Sekolah Sunshine?!
Apakah orang jenius dan orang bodoh bedanya sangat tipis? Atau mungkin pria brengsek yang menang dariku itu memang orang bodoh?
Otakku mulai pusing!
__ADS_1