Jalan Malaikat Nomor 23

Jalan Malaikat Nomor 23
Upacara Pembukaan Sekolah


__ADS_3

“Upacara pembukaan Sekolah Menengah Budaya akan dimulai sekarang…”


“Selanjutnya mari kita sambut murid atas nama Jasmin Sutandy yang masuk dengan nilai 99 tahun ini, mari kita undang dia untuk membagikan pengalaman belajarnya…”


Aku mengangkat kepala dan memandang ke panggung acara, bahkan Kepala Sekolah Lidya yang biasanya dikenal serius, sedikit menganggukkan kepala saat melihatku. Aku tentu tidak akan membuatnya kecewa…


Senyum 80 derajat, gerakan tangan 45 derajat, anggukkan kepala 30 derajat, ditambah dengan langkah kaki yang sudah kulatih selama sepuluh tahun ini, meskipun bukan hanya sekilas, tetapi efeknya pasti tidak akan berbeda kan!


“Itu dia! Jasmin Sutandy!! Astaga, hanya selisih satu poin dari nilai sempurna!!”


“Tidak heran dia adalah harta Sekolah Budaya tahun ini, lihatlah…”


“Cantik sekali! Dia juga luar biasa cantik!”


Menanggapi para penggemar dengan sebuah senyuman Monalisa, ditambah dengan rambut panjang hitam yang khusus aku rapikan hari ini, membuat suara seruan para pria di sekeliling menjadi lebih besar.


Heh heh heh heh… he he he he… ha ha ha ha… marilah! Puji aku! Puja aku! Kalian pria bau yang sok hebat!! Aku memang istimewa! Menonjol! Wanita cantik di dunia yang tidak ada tandingannya--Jasmin Sutandy!! Benar, memang begini, tidak salah!! Kekaguman yang tiada habisnya, suara pujian yang menggelora, datanglah dengan lebih hebat lagi!


Demi hari ini, aku sudah menghabiskan berapa banyak waktu masa mudaku, demi hari ini, aku sudah mengecewakan berapa banyak kehidupan romansaku, demi hari ini… teringat beberapa bulan terakhir persiapan ujian, be… benar-benar luar biasa menyakitkan! Hu hu hu hu… Kehidupan yang seperti neraka!


Tetapi sekarang… berdiri di atas panggung, melihat mata teman-teman di bawah yang mengeluarkan bintang-bintang dengan putus asa, hanya aku sendiri yang bersinar terang!! Mendengar suara tepuk tangan bagaikan gemuruh, merasakan kehormatan yang tak ternilai ini, semua kerja kerasku tidak sia-sia…


Akhirnya aku meraih peringkat pertamaku yang pertama di tingkat SMA! Hari ini adalah hari pertama pembukaan SMA, sungguh sebuah pertanda yang baik!


Tentu saja! Satu peringkat pertama saja tidak akan bisa memuaskan nafsu seorang Jasmin! Heh heh~strategi berperangku adalah…


Sama seperti di tingkat SMP, mengantongi semua peringkat pertama di tingkat SMA ke kantongku!


Meskipun aku sedang tertawa dengan bangga dan sombong dalam hati, tetapi aku yang sedang berdiri di atas panggung hanya mengelus sudut rokku yang sedikit berantakan sambil mengutarakan pidato yang sudah aku latih dari awal kepada ribuan penggemar di bawah panggung dengan wajah yang sedikit malu-malu,


“Halo semuanya, aku adalah Jasmin…”


“Siswa lama dan baru yang terhormat, kegiatan yang kalian hadiri saat ini merupakan upacara pembukaan tahun ajaran baru Sekolah Menengah Sunshine!”


Tiba-tiba terdengar suara siaran sumbang dari lapangan. Astaga, volume siaran Sekolah Menengah Sunshine di seberang itu terlalu kuat! Kenapa bisa terdengar begitu jelas sampai sekolah kami?!


“Siswa Sekolah Sunshine yang terhormat, mari kita gunakan sambutan yang paling meriah untuk menyambut murid atas nama James Salim yang masuk dengan nilai sempurna ke atas panggung untuk berbicara!”


Sekolah Sunshine? Nilai sempurna?! James Salim?!


“Wah! Nilai sempurna! Nilai sempurna!”


“Tidak disangka dia masuk ke Sekolah Menengah Sunshine dengan nilai sempurna!!” Hah? Nilai sempurna!! Angin dingin menyapu kedua kata yang besar itu ke dalam telingaku, sehingga membuatku tidak bisa menahan diri untuk gemetar.


James! Salim!


Nama yang bagaikan mimpi buruk ini tidak pernah berhenti muncul dalam sejarah perjuanganku selama tiga tahun di tingkat SMP, asalkan ada dia, aku akan selalu menjadi lebih buruk sedikit! Tidak peduli itu merupakan peringkat pertandingan olimpiade, pidato bahasa inggris, lomba mengarang ataupun berbagai ujian lainnya…

__ADS_1


Aku berpura-pura tenang dan terus tersenyum pada para hadirin yang berada di bawah, lalu memandang kepala sekolah dan asisten yang raut wajahnya mulai murung di samping, serta teman-teman yang mulai berbisik-bisik di bawah.


Jasmin, tenang, kamu harus tenang, sekarang kamu harus berpidato, benar! Aku menarik nafas panjang,


“Halo teman-teman semuanya! Aku adalah Jasmin Sutandy, aku sangat senang bisa menjadi salah satu anggota Sekolah Menengah Budaya. Sekolah Budaya sebagai sekolah utama delapan besar negara ini selalu menjadi impian saja, bisa masuk ke tempat impian aku, maka langkah menuju tingkat universitas hanya tinggal selangkah lagi!”


Terdengar suara pria menyebalkan dari toak Sekolah Sunshine yang keras ketika aku sedang berbicara.


“Para hadirin, aku adalah James Salim! Sebagai salah satu anggota Sekolah Menengah Sunshine, kami seharusnya membuat sekolah merasa bangga pada kami…”


James! Kamu benar-benar licik! Aku tidak percaya aku tidak bisa memenangkan pidato pembukaan sekolah yang sederhana ini!! Jasmin, semangat!!


“Setelah memiliki sekolah, tanah yang baik ini, aku akan mencurahkan lebih banyak waktu dan energi untuk belajar di kemudian hari…”


“Belajar tidak bisa hanya dengan mengandalkan mengumpulkan waktu dan tenaga, aku tidak beranggapan bahwasanya pengorbanan memerlukan balasan, kita harus lebih banyak keluar untuk mencari teknik keterampilan belajar…” Suara pria dalam toak kelihatan agak tidak setuju.


James!! Dasar kamu, baru hari pertama sekolah saja kamu sudah ajak ribut! Jasmin, kamu tidak boleh kalah! Heh! Aku benar-benar tidak boleh kalah dari pria yang sok hebat itu!


Sambil memikirkan bagaimana mengalahkan pria yang belum pernah kutemui ini, aku terus tersenyum dan meninggikan suaraku terhadap teman-teman yang sedikit ribut di bawah, “Benar, pengorbanan tidak harus mendapatkan balasan, tetapi bila tidak ada pengorbanan, aku yakin tidak akan ada balasan! Contohnya, dulu matematika adalah titik lemahku bahkan mempunyai catatan tidak lulus waktu SMP, sejak saat itu aku berusaha menyelesaikan 100 set latihan, meskipun jari telunjukku menjadi sangat bengkak, tetapi nilaiku…”


Ternyata memang seperti yang kuduga, meledak suara pujian yang tiada henti dari bawah panggung,


“Wah! Tidak mungkin!”


“100 set, aku baru 20…”


“Wow…” Para penggemar di bawah panggung terharu hingga bertepuk tangan oleh pencapaian “Pahlawanku”. Ha ha ha, pria di seberang, kalau kamu ada kemampuan coba balas lagi, kali ini tidak ada akal lagi, kan?!


Masih belum menunggu aku mulai tertawa senang dalam hati, suara yang luar biasa mengesalkan itu menyebar kemari lagi dari pengeras suara Sekolah Sunshine di seberang,


“Hanya burung bodoh yang akan memilih cara terbang yang begitu bodoh, belajar itu seharusnya merupakan suatu hal yang menyenangkan, bukan latihan seorang pertapa …”


Burung bodoh? Pertapa! James, ka… kamu…


Amarah langsung mengalir dari bawah kaki hingga kepalaku, Jasmin, kamu tidak boleh membiarkannya menang, bertahan! Bertahan!


Menarik napas secara perlahan, kemudian aku mengeluarkan sebuah senyuman, “Sekolah Budaya tidak memerlukan orang jenius yang merasa benar sendiri, tetapi memerlukan burung bodoh yang rendah hati, kami akan membuktikannya dengan kenyataan, belajar merupakan kebahagiaan dalam perjuangan untuk mencapai impian kami, ini adalah hal yang paling membahagiakan!”


“Jasmin, bagus!”


“Perkataan yang sangat bagus!”


Melihat mata kepala sekolah yang terkagum-kagum dan seruan yang gembira dari bawah, aku mempertahankan senyuman 80 derajat, anggukkan kepala 30 derajat, “Terima kasih! Terima kasih!”


Ha ha, ha ha! James, serang saja!!


“Dengar-dengar dia tidak pernah begadang, tidak pernah mengulangi pelajaran!!”

__ADS_1


“Apalagi!! Dia masuk dengan nilai sempurna.”


“Benar! Berarti sedikit lebih hebat dari Jasmin yang di sekolah kita?! Tetapi Jasmin juga sangat hebat!”



Sepanjang jalan aku melewati komentar-komentar itu, senyuman 80 derajatku mulai menegang, tidak disangka James sangat populer dan mendapat dukungan banyak orang! Awalnya aku kira pertempuran tadi sudah kumenangkan, tidak disangka……seperti disiram dengan sebaskom air dingin, membekukan kesenangan tadi, aku melayang turun dari panggung dan terus melayang sampai ke sisi Evelyn dan Sandy.


“Jasmin, kamu baik-baik saja?” Evelyn, sahabatku selama tiga tahun di tingkat SMP melihatku dan Sandy yang berada di sampingnya juga menggigit jari dengan patuh.


“Iya, aku baik-baik saja!” Baik-baik saja… justru aneh jika baik-baik saja! Sepertinya aku terlalu meremehkan lawanku!


Kalian harus tahu demi menjadi pusat perhatian semua orang, aku belajar dengan luar biasa keras setiap hari, te… tetapi! Tetap saja kalah dari James!! James brengsek! Kenapa begitu suka merebut juara pertama denganku!


James, sampah yang luar biasa tak terkalahkan, aku dan kamu tidak bisa hidup bersama!! Apakah aku bertemu dengan musuh bebuyutan yang sudah ditakdirkan untukku? Kenapa dia harus masuk ke Sekolah Sunshine? Mengapa!!


Sandy mendekatiku, matanya yang besar berkedip padaku, dan tidak lupa mengeluarkan sebuah keripik kentang dari saku dan memasukkannya ke dalam mulut.


“Jasmin, James itu tidak ada apa-apanya! Bagaimana kalau aku mengorbankan diriku untuk menggodanya kemudian mencampakkannya dan ini bisa membantumu melampiaskan amarah?”


Melihat Evelyn yang dikenal sebagai pemikat pria memperagakan tangan yang memotong leher dengan kejam, aku menyembunyikan perasaan ingin pingsan dengan paksa.


Apakah otak wanita cantik semua terbuat dari tahu? Tentu saja aku tidak termasuk!


“Benar! Goda dia, lalu mencampakkannya! Kalau tidak biar Jasmin yang melakukannya!” Sandy melanjutkan perkataan dengan senang, membuatku semakin teguh pada kesimpulanku.


“Tidak bisa, Jasmin hanya terpesona pada pria-pria yang suka berpura-pura lembut dan elegan, tetapi pada kenyataannya justru tidak peka, berantakan dan merupakan pria pemarah yang menjijikkan!”


“Diam! Sandy! Evelyn! Kalian mau cari mati!!” Aku berusaha menekan suaraku, dan melihat sekeliling dengan khawatir! Untung saja orang-orang di samping tidak memperhatikan kami. Tidak ada yang mendengarnya… ha ha ha… aku merasa lega.


“Jasmin, kamu tidak lelah! Mengenakan topeng setiap hari, aku yang melihatnya juga merasa sulit.”


“Apa yang kamu katakan Evelyn… aku memang seperti ini… ha ha ha ha…” Aku tersenyum dan menggunakan tangan untuk menutup wajahku, setelah setengah detik, raut wajahku menjadi luar biasa ganas dan melototi Evelyn dengan kejam.


Dasar Evelyn! Tutuplah mulutmu! Jika kamu berani mengungkit tentang hal ini di depan orang lain, aku akan membunuhmu!


“Kalau kamu tidak menyukaiku, lepaskanlah dia kali ini, tolong kerjakan perkenalan diri yang mau dikumpul hari ini, lagi pula kamu lebih mengenalku daripada diriku sendiri…” Bola mata Evelyn berputar-putar, kemudian dia segera menjatuhkan setumpuk buku dalam pelukanku.


“Aku juga mau, aku juga mau…”


Aku masih belum bereaksi, kedua teman yang menjanjikan hidupnya untuk mengikutiku, langsung melemparkan buku ke dalam pelukanku, kemudian berpura-pura mendengar pidato di atas panggung dengan serius!! Kedua orang ini! Kebetulan suasana hatiku sedang buruk, sangat ingin kutendang…


“Jasmin benar-benar sangat baik, sungguh bagus bisa menjadi temannya!”


“Benar! Jika ada kesempatan, aku juga ingin meminta arahan Jasmin!”


“Em… benarkah? Jika ada yang bisa dibantu aku pasti akan berusaha semampuku!”

__ADS_1


Aku hampir lupa aku masih berada di upacara pembukaan sekolah, aku memutar kepala, tidak tahu berapa banyak penggemar yang jatuh dalam perangkap kelembutan senyuman 80 derajatku yang familiar lagi, he he…


__ADS_2