Jalan Malaikat Nomor 23

Jalan Malaikat Nomor 23
Tertangkap


__ADS_3

“Pe… perlukah kita datang ke sini?” tanya aku meskipun sudah diseret Evelyn dan Sandy ke tempat tujuan. Dikarenakan mata kananku terus berkedut, jadi aku merasa perjalanan hari ini pasti salah! Tidak tahu kapan… mata kananku berkedut untuk pertama kalinya sehingga aku yang lucu dan polos ditolak oleh Daniel yang bodoh dan kejam. Ini juga membuat hati mudaku terluka.


Kedua kalinya mata kananku berkedut adalah ketika ayah idiotku tersayang sangat senang mendengar Manchester United memenangkan pertandingan sehingga dia mengendarai mobil ke sungai dan hampir saja mati. Akhirnya dia berbaring setengah tahun di rumah sakit.


Memikirkan hal ini membuat hatiku yang semula menjadi lebih goyah. Jasmin, kamu adalah harta karun Sekolah Budaya, dijelma oleh kebijaksanaan dan kecantikan, jadi bagaimana mungkin bisa melakukan hal yang impulsif dan bodoh? Menyelinap ke Sekolah Sunshine ketika waktu belajar mandiri, bahkan memanjat tembok untuk masuk!


“Evelyn, gue rasa…. tindakan kali ini agak gegabah, lebih baik…”


“Omong kosong! Kita sudah datang, apa lu ingin balik?” Evelyn memelototiku, “Gue udah susah payah cari tahu ‘peta rute rahasia tempat percintaan Sekolah Sunshine’! Menurut sumber yang bisa diandalkan, James akan berkencan dengan seseorang di sini hari ini, asalkan kita bisa mendapatkan bukti kesalahannya, maka kita bisa mengancamnya… hahahaha, rencanaku sungguh sempurna…”


Harimau betina yang tenggelam dalam imajinasi di depanku membuatku semakin merindukan Evelyn yang menawan itu. Tapi… mungkin aku bisa mengambil kesempatan itu untuk menghancurkan foto-foto itu! Jadi aku memutuskan untuk mengambil risiko demi kesempatan itu!


“Wow… seru sekali! Seperti polisi menangkap pencuri…”


“Sstt, diam!”


“Sstt, diam…”


Evelyn dan aku mengetuk kepala Sandy, kemudian kita bertiga membungkukkan tubuh melewati rumput yang setinggi setengah badan orang.

__ADS_1


Ini adalah ujung dari Jalan Malaikat, Sekolah Budaya dan Sekolah Sunshine dibatasi oleh tembok Jalan Malaikat No. 23 yang setinggi satu meter. Pembatas tembok ini memanjang sampai ke kaki gunung, sedangkan “Lembah Kekasih” yang merupakan salah satu dari empat keajaiban pandangan Sekolah Sunshine berada di kaki gunung dan hanya dipisahkan satu tembok dengan Sekolah Budaya!


Yang disebut “Lembah Kekasih” sebenarnya adalah tempat yang belum dikembangkan, rerumputan liar tumbuh tinggi karena jarang dibersihkan, lalu di sekitarnya hanya ada beberapa lampu yang remang-remang. Entah sejak kapan ini menjadi tempat berpacaran.


“Ih? Di mana dia?” Sandy yang baru pertama kali ikut aksi merasa sangat senang dan lupa tujuan kedatangannya!


“Jangan bergerak!” Aku menarik Sandy yang kesenangan, “Lo mau mati?! Mau periksa apanya kalau ketahuan nanti…” Sekolah Budaya dan Sekolah Sunshine tidak saling bersilaturahmi, oleh karena itu suasana menjadi lebih tegang setelah pertandingan diumumkan oleh kedua belah pihak sekolah. Sekarang kami bertiga beraksi dengan menanggung risiko, jika ketahuan, maka…


Waktu terasa lambat selama sedari tadi dan baru 30 menit terlewat, sedangkan ketiga wanita cantik yang berjongkok di rerumputan merasa telah melewati waktu 30 tahun, tapi belum ada sedikit gerakan pun…


“Rumput sialan ini tinggi banget sih, ditambah lampu sangat redup, mana bisa lihat jelas…” Evelyn memukul rerumputan di sisinya dengan kesal, “Menyebalkan…”


Aku mempunyai firasat buruk, jadi aku ingin segera pergi dari sini.


“Guk guk… guk… guk guk guk…” Anjing? Apa itu gonggongan anjing? Itu sepertinya gonggongan anjing gila yang belum makan sehari? Bisa-bisanya ada anjing gila di sini?! Kami bertiga saling menatap karena takut, lalu melompat dari rerumputan sambil berteriak…


“Ahhh…”


“Anjing! Ada anjing gila makan orang…”

__ADS_1


“Ngak usah takut! Di mana anjingnya? Di mana…”


Rerumputan yang awalnya tenang tiba-tiba menjadi ramai, bahkan banyak sosok wanita dan pria yang muncul di mana-mana. Tidak disangka ada begitu banyak orang yang bersembunyi di antara rerumputan biasa ini. Oh Tuhan, adegan ini sungguh spektakuler! Ah! Sekarang bukanlah waktunya untuk terkejut karena ada beberapa sinar cahaya yang menyinari ke sini dari kejauhan.


“Jangan bergerak, berdiri semua, hari ini aku pasti bisa menangkap kalian…” Terdengar suara bangga dari kejauhan, “Trik Kepala Sekolah Keano sungguh berguna, aku ingin lihat kalian bisa lari ke mana lagi!”


Mataku akhirnya terbiasa dengan cahaya itu, lalu melihat seorang guru wanita paruh baya membawa tape recorder, rupanya suara gonggongan yang menakutkan tadi berasal dari tape recorder sialan itu!!! Trik ini sungguh licik!!


“Cepat, serahkan lencana sekolah, tidak belajar mandiri, malah ke sini buat pacaran! Kalian ini memang banyak ide buruk...” Guru wanita yang bertugas “menangkap” telah menangkap beberapa siswa yang tidak beruntung dan mulai mengkritik mereka.


Ups… jika kami ketahuan dari Sekolah Budaya…


Kami bertiga saling memandang, bahkan Sandy yang biasanya lamban juga menunjukkan ekspresi muram. Sedangkan aku sudah bisa membayangkan konsekuensi dari nama kami yang ditempel di dinding No. 23…


“Jasmin, Evelyn, Sandy, apa kalian si pengkhianat mengaku bersalah?”


“Kami tidak bersalah!”


“Hmm! Sini, seret ketiga pengkhianat ini dan pukul mereka sampai mati, lalu gantung mereka di depan Sekolah Budaya untuk dilihat semua orang…”

__ADS_1


__ADS_2