Jamu Cinta

Jamu Cinta
MOTOR BARU


__ADS_3

Sri berjalan melangkah masuk membuka pagar rumahnya.


"Mba ... mba Sri." seri Cipto yang kebetulan sedang duduk di amben rumah setelah pulang dari sekolahnya.


Sri tersenyum mencoba menutupi masalah yang yang baru saja menimpanya. Dirinya tak mau Cipto bersedih dan melarangnya berjualan apabila mengetahuinya.


"Mba ... sepeda mba kemana?" selidik Cipto yang tak mendapati Sri membawa sepedanya ketika kembali pulang ke rumahnya.


"Tadi ada angkot gak sengaja menyerempet sepeda mba, jadi sepeda jatuh dan dagangan mba berceceran di jalanan." Sri menutupi kebohonganya.


"Tapi mba Sri gak apa apa, kan?" Cipto cemas dan mencari cari luka di badan Sri.


Sri tertawa lucu dan menghentikan Cipto yang terus mencari cari luka di bagian badanya.


"Mba gak apa apa, Dek. Kamu sudah makan belum? ini mba udah bawain rendang kesukaan kamu." ucap Sri mengalihkan pembicaraan.


"Ya sudah, ayo kita makan mba. Cipto sudah lapar." Cipto menarik tangan Sri dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.


TID ... TID ...


Suara klakson dari sebuah mobil losbak terdengar jelas di telinga Sri dan Cipto.


"Siapa itu mba?" tanya Cipto yang melihat sebuah mobil losbak berlogo Yankmaha kini terparkir di luar pagar rumahnya, dengan membawa 2 unit motor Yankmaha ME2X dan Satunya lagi Yankmaha Meonk.


Si kurir keluar dari mobil losbak dengan wajah tersenyum ramah.


"Maaf, dengan Ibu Sri?" tanya Si kurir.


Sri menoleh heran ke arah motor yang terpajang di atas mobil losbak dan kini beralih memandang si kurir.


"Iya, benar, Mas. Ada apa ya?" tanya Sri.


"Kami dari dealer Yankmaha yang berlokasi yang berpusat di prempatan Baghdad. Mendapat tugas untuk mengirimkan 2 unit motor saya bawa ini untuk di kirim pada anda." jelas si kurir.


Sri terbelalak kaget mendengar penjelasan si kurir.


Siapa yang beli motor? salah alamat kali ya?


"Maaf, Ibu. Boleh minta tanda tanganya?" pinta si kurir pada Sri yang terlihat masih bingung.

__ADS_1


Sri tak serta merta langsung mau menanda tangani formulir penerimaan barangnya. Karena Seyogyanya dia tak pernah merasa membeli. Jangankan untuk membelinya, meliriknya pun Sri tak berani. Karena dia menyadari siapalah diri ini😔 dapat merubah buih yang membutir menjadi permadani( ya elah malah nyanyi😅).


"Maaf sebelumnya, Pak. Mungkin Bapak salah alamat. Di kampung ini yang bernama Sri itu banyak." Sri mencoba memastikan bahwa bukan dirinya lah yang di maksud.


Sang kurir hanya menggeleng dan kembali tersenyum membalas pertanyaan dari Sri.


"Kami tidak mungkin salah, Bu." Kurir itu menunjukan foto Sri yang di kirim David padanya plus berikut alamat lengkap detailnya.


Sri tertohok dan tidak habis pikir dengan keputusan David yang tidak pernah meminta pendapat dan persetujuanya melakukan hal apa pun.


Sri dengan terpaksa menanda tangani formulir penerima 2 unit motornya. Dan kurir itu kini terlihat kembali ke mobil untuk menurunkan motornya.


Kedua motor itu kini terparkir cantik di depan rumah berukuran 6x12 milik Sri.


Tuan David apa maksud semua ini.


Sang kurir kini pamit undur diri dan menolak uang rokok yang di berikan Sri padanya.


Cipto dengan wajah riang kini menaiki motor mionknya.


"Wah ... motornya keren banget loh mba." ucap Cipto.


I Phone Pro11 limited edition Sri punya kini bergetar kembali. Memberitahukan bahwa Juragan ganteng kini sedang mencoba menghubunginya.


Sri mengelus dada merasa heran dan tak habis pikir dengan David yang selalu saja membuat kaget dengan ulahnya.


"Sudah, Tuan. Tapi ..." Sri bingung harus berkata apa.


"Tak usah kau merasa tidak enak seperti itu gadis manis. Itu belum seberapa bagiku. Kau pinta se isi dunia ini pun, aku pasti akan memberikanya." David tersenyum tampan melihat wajah Sri yang selalu membuatnya teduh.


Deg ...


"Tuan ini bicara apa toh? Sri gak maksud?" wajah Sri memerah malu dan memilih langsung mengakhiri panggilan teleponya.


"Hallo Sri ... Sri Hallo. Ya tuhan dia mematikan panggilanya." David kini bisa bernafas lega setelah mendengar Suara Sri gadis manis pujaan hatinya.


Cipto dan Sri kini masuk ke dalam rumah meninggalkan dua unit motornya yang terparkir cantik di depan rumahnya.


"Mba ...mba. Nanti ajarin Cipto naik motor ya. Cipto kan pengen kaya orang orang juga. Yang suka sliwar sliwer (mondar mandir) pake motornya.

__ADS_1


Bagaimana aku bisa mengajarimu, Dek? mba sendiri aja belum pernah yang namanya naik motor.


"Mba .. mba Sri kenapa Diam?" Cipto mengguncang guncang lengan Sri.


"Maaf, Dek. bukanya mba gak mau. Lah wong mba juga gak bisa naik motor." Sri tertawa sambil menggaruk kepalanya naik motor.


Bukan Sri namanya kalau gampang menyerah. Dia teringat dengan David yang pernah mengajarkan kesaktian mbah Google yang mampu menjawab semua keraguan umat di alam ini.


Sementara Cipto sibuk dengan makanya. Sri kini berkutat dengan handphone membuka menu browsernya dan mengetikan kata cara belajar naik motor matic untuk pemula.


Jrenk ... Jrenk ... Jrenk ...


Hanya dalam hitungan 4 detik. Mbah google langsung menjawab semua yang di butuhkan Sri.


"Ini dia, aku cobalah." Sri meng klik salah satu blog anak muda zaman Now yang berisikan materi belajar naik motor.


Bahkan si pemilik blog memberikan video tutorialnya untuk mempermudah si pemula dalam belajar naik motor barunya.


"Ouwh ..." kini mulai memahaminya.


Dengan segenap keberanian. Kini Sri mengambil kunci kontak motor dan mulai menunggangi motor N ME2X nya.


Satu persatu materi yang di ingat kini mulai ia terapkan dalam prakteknya.


Dan benar saja. Dalam hitungan menit, kini Sri mulai bisa melajukan motor barunya walau masih di area depan rumahnya. Meskipun masih terlihat kaku kaku gimana gitu😆.


"Wah ... Mba Sri memang hebat. Belum ada setengah hari tapi mba sudah lancar bawa motornya." puji Cipto.


"Mba belum lancar banget, Dek. Masih perlu waktu lagi biar tangan dan kaki mba biar lebih luwes lagi." jawabnya sambil terkekeh.


"Mba ... bagaimana kalau mba coba keliling kampung sekalian latihan?" usul Cipto yang tidak sabar ingin di bonceng Sri.


Sri sejenak terdiam dan kemudian dia mengangguk mengiyakan usulan dari Adiknya.


"Oke ... siapa takut, Dek. Ayo naik, biar mba yang bonceng kamu." ajak Sri yang langsung di angguki semangat oleh Cipto.


Emak-emak yang kebetulan nongkrong di sore itu. Benar benar kaget dengan Sri yang melaju dengan motor barunya.


"Eh ... eh lihat itu! Bukanya itu Sri si tukang jamu gatel dan sukanya gangguin laki orang?" tunjuk Rohana ke arah Sri yang akan melintas dengan motor barunya.

__ADS_1


"Halahhh ... palingan dapat dari hasil jual diri. Iya, kan Ibu ibu." Rohana mulai melancarkan aksi hasudnya dalam membumbui ucapanya.


Hai ... jangan lupa like rate dan commentya. favourite kan juga kalau kalian suka dengan cerita saya.


__ADS_2