Jamu Cinta

Jamu Cinta
SIKSAAN PEDIH


__ADS_3

David yang sedari tadi menunggu di luar kamar inap Rohana. Dirinya kini memutuskan untuk masuk dan memastikan keadaan kekasihnya yang di rasa lumayan lama bersama Rohana.


Sri dan Rohana menoleh pada David yang baru saja masuk dan sedang melangkah ke arah mereka berdua.


"Maaf telah mengganggu kalian berdua. Sayang, apa kau sudah memberitahu tahu tentang rencanamu pada mba ...." David mengetuk ngetukan sepatu ke lantai, dirinya mendadak lupa dengan nama Rohana.


"Namanya Rohana, Mas." ucap Sri mengingatkan pada kekasihnya.


"Iya, itu maksudku sayang." David menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sri memberitahukan niat dan rencananya pada Rohana. Sri menginginkan Rohana mendapat penanganan langsung oleh Dokter spesialis di Inggris untuk mengobati lumpuh di kakinya.


"Terima kasih, Tuan. Saya tidak tahu harus berkata apa untuk membalas semua kebaikan anda pada saya." Rohana menangis bahagia sambil tak henti hentinya menciumi punggung tangan David.


"Sudah ... sudah. Berterima kasihlah pada Sri. Karena dialah yang meminta dan merencanakan semua ini padaku." jelas David.


Rohana kembali menoleh Sri dan kemudian kembali memeluknya.


"Sri ... terima kasih." ucap Rohana sambil memeluknya.


"Iya, mba. sama sama." jawab Sri.


Ke esokan harinya. David mengutus beberapa anak buahnya untuk mengantar dan membawa Rohana ke Inggris guna menuju rumah sakit yang akan menangani kelumpuhanya.


Sementara Sri. Kini terlihat sedang berdiri di halaman rumahnya menyaksikan langsung beberapa orang petukang sedang membuat Toko atau kedai jamu yang sudah di rencanakan David dan Sri sebelumnya.


"Bapak ... bapak, ngopi dulu." seru Sri meminta pada beberapa tukang bangunanya untuk breaktime menikmati kopi yang sudah di siapkanya.


Semua petukang menoleh ke arah Sri yang memanggilnya untuk breaktime.


"Iya, mba Bos." jawab mereka seraya meletakan peralatan bangunan dan menghampiri Sri yang sudah memanggilnya.


"Di minum dulu, kopinya." pinta Sri pada semua orang yang sedang bekerja.


"Iya, mba Bos." jawab salah satu petukang sambil kopi dan cemilan yang sudah di sediakan Sri pada mereka.

__ADS_1


David dengan santai melangkah dan bergabung bersama mereka.


"Selamat siang mas Bos." sapa semua petukang yang terlihat sangat segan pada David.


"Siang juga." jawab David dengan nada yang berwibawa.


"Ngopi dulu mas Bos." ucap salah petukang pada David yang sedang terlihat memandang pada bangunan toko Jamu Sri yang tidak akan lama lagi akan rampung dalam 2 hari lagi.


"Iya, terima kasih." David mengangguk meresponinya.


David merangkul pinggang Sri dan mengajak masuk ke dalam toko jamunya yang hampir saja selesai dua atau tiga hari lagi.


Di dalam toko yang belum selesai itu. Sri sudah cerewet menjelaskan beberapa rencananya pada David tentang tata letak barang yang akan di taruhnya ketika Tokonya sudah selesai dalam pembangunanya.


"Terserah kau saja sayang, lakukan semua yang kau inginkan. Aku akan memerintahkan beberapa anak buahku untuk membantumu." ucap David.


"Terima kasih, Mas. Mas David emang Jos gandos." Sri memeluk pinggang David dan langsung menyambar pipi kekasihnya dengan ciuman kecilnya.


PoV Rahwana dan Dorna.


Katakan saja Piere. Piere adalah salah satu orang kepercayaan si kepala Bodyguard yang memiliki nama Asli Lesmana.


Selain wajahnya yang bengis dan menyeramkan. Piere adalah salah satu mantan pasukan perang Level triple S. Yang dulu pernah di utus Amerika dalam misi peperanganya melawan Vietnam.


Di antara 30 orang pasukan yang di kirim oleh Amerika. Hanya Lesmana dan Piere lah yang pulang dengan selamat dari peperangan itu.


"Bhua ... ha ... ha." Piere tertawa melihat Dorna yang sudah terlihat tidak berdaya dengan tangan yang terikat ke atas.


"Jangan ... jangan, Tuan. Aku mohon ampuni aku." Dorna menangis meminta pengampunan atas siksa yang sangat terasa pedih baginya.


"Apa! ampun ... dimana hati nuranimu ketika kau dengan puasnya melakukan kekerasan pada nona majikanku?" Piere membalikan keadaan.


Penyesalan tinggalah penyesalan. Karena itu kini tidak berarti di mata Piere yang terkenal kejam dan tak memiliki belas kasihan.


Dari sebelas orang. Piere menyisakan Ibu Rahwana dan Bapak Dorna. Karena sembilan orang lainya kini telah damai di alam sana menjadi pakan Buaya dan komodo penangkaranya.

__ADS_1


Prok ... prok ... prok.


Piere menepukan tangan memberi Isyarat pada beberapa pasukanya. Dan benar saja, beberapa bawahan Piere kini telah datang membawa sebuah Suntikan hormon pembakar api gairah.


"Cepat suntikan obat itu pada bedebah itu!" teriak Piere pada salah bawahanya.


Beberapa bawahan Piere mengangguk dan langsung memegangi Kaki dan tubuh Dorna agar tidak memberontak.


Dan salah satu bawahan Piere tersenyum sambil memperlihatkan jarum suntik yang berisi obat pembakar gairahnya pada Dorna.


"Jangan ... aku mohon. Jangan lakukan itu padaku ..Ahhh." Dorna memekik ketika salah bawahan Piere berhasil menyuntikan obat pembakar gairah itu dengan kasar pada pantatnya.


Setelah selesai. Beberapa bawahan Piere kini melepas pegangan tanganya pada Dorna yang masih terikat tanganya ke atas.


Dan terlihat Ibu Rahwana kini di seret oleh tiga orang berkulit hitam dan memiliki badan kekar dan memasukanya pada sebuah kurungan besar yang di dalamnya terdapat kasur lantai.


Sedangkan salah satu bawahan Piere terlihat mengunci kurungan itu dari luar. Dan kemudia melepakan ikatan Dorna agar bisa menjadikan dia menyaksikan pertunjukan epicnya.


Ke tiga pria kekar turunan Afrika itu kini dengan kasar merobek semua pakaian Ibu Rahwana hingga tak ada sehelai pun kain yang tersisa di badanya.


Atas perintah Raja Piere ke tiga pria kekar itu kini melucuti pakaianya dan menampilkan bonteng hitam raksasanya.


Ibu Rahwana sontak kaget melihat bonteng yang ukuranya hampir menyamai lengan Dorna Suaminya.


Di luar kurungan besar. Dorna menangis hebat merasakan gejolak obat pembakar gairah. Yang kini bereaksi di dalam tubuhnya. Di tambah lagi dia harus menelan pahit menyaksikan secara langsung Istrinya sedang di gasak rame rame oleh ke tiga pria berkulit hitam itu tanpa ampun.


Tak hanya itu, ketiga pria berkulit hitam itu pun memukul wajah Ibu rahwana dengan Bonteng hitamnya hingga mengaduh kesakitan.


Kini Ibu Rahwana harus merasakan sakit yang teramat Dahsyat. Karena ke tiga pria itu menenggelamkan Bonteng hitamnya dengan paksa pada bagian depan, belakang dan mulut Ibu Rahwana dengan posisi layaknya hewan Dogi. Hingga jebol lah ke pemilikan Ibu Rahwana.


Pendarahan yang terus menerus akibat jebolnya bendungan Ibu Rahwana. Tak ada bedanya dengan membunuhnya secara perlahan.


Dorna menangis histeris. Hatinya merasakan pedih ketika menjadi saksi bisu yang menyaksikan istrinya di gasak rame rame.


Dorna berlari dan bersujud pada Piere. Dia meminta agar Piere segera mengakhiri hidupnya saja ketimbang harus merasakan penyiksaan batin seperti ini.

__ADS_1


"Baiklah ... Bawa orang ini! dan lemparkan tubuhnya ke kolam buaya!" Seru Piere memerintahkan anak buahnya.


__ADS_2