Jamu Cinta

Jamu Cinta
KARMA TUHAN


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Dokter dan pihak rumah sakit yang menangani Sri, kini telah mengizinkan dan memperbolehkan Sri untuk kembali pulang ke rumahnya.


David merasa bahagia. Kini kekasih hatinya telah sehat dan pulih seperti sedia kala kembali.


Turun dari mobilnya. David segera berlari kecil mengelilingi mobil untuk membukakan pintu mobilnya untuk Sri.


"Hati hati, sayang. Pelan pelan saja." David menuntun Sri turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Di dalam rumah. Sri mengedarkan pandanganya mencari Cipto yang belum terlihat batang hidungnya.


"Kau mencari siapa sayang?" tanya David.


"Cipto dimana, Tuan. Kenapa dia tak ada di rumah?" tanya Sri.


"Berhentilah memanggilku Tuan! karena statusku kini adalah kekasihmu, sayang." pinta David.


"Kau bisa memanggilku dengan panggilan yang lebih syahdu, seperti babang David atau Mas David. Itu sepertinya akan lebih cocok untukmu." tegas David.


"Kalau babang sudah pasaran. Baiklah, mulai dari sekarang, aku akan memanggil Tuan, jadi Mas David saja." jawab Sri yang mendapat acungan jempol dari Kekasihnya.


David menoleh pada jam Rolex originalnya dan kembali tersenyum memandang kekasih yang terbilang masih barunya.


"Mungkin dia sedang dalam perjalanan pulang." tebak David.


Benar saja tebakan David alfaro morata. Terlihat Cipto baru saja masuk ke halaman rumah dengan mengendarai Yankmaha meonknya.


"Asalamu alaikum ..." seru Cipto sambil mendorong pintu rumahnya.


"Wa'alaikum salam." jawabnya.


"Cipto ... Kamu baru pulang, Dek?" sapa Sri pada Cipto.


Mba ... mba Sri. Memangnya Dokter sudah memperbolehkan Mba untuk pulang?" Cipto terlihat senang.


"Sini, Dek." Sri merentangkan tangan meminta agar Cipto segera memeluknya karena kangen sekali.


Namun David yang merasa tidak senang, Dan segera menahan wajah Cipto dengan telapak tanganya hingga acara berpelukan pun tidak terjadi.


"Bang David kenapa lagi sih?" ucap Cipto yang tidak terima.


"Kau sudah bukan bocah lagi! Sekarang cepat ganti bajumu dan makan!" titah David yang sebenarnya posesif dan merasa cemburu bila ada yang memeluk kekasihnya selain dia.


"Sungguh menyebalkan sekali." Cipto memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


Sri hanya menggeleng sambil tersenyum melihat David yang sangat posesif padanya.Dan membiarkan Cipto masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang ... aku memilki sebuah rencana untukmu." ucap David.


"Rencana apa mas?" tanya Sri.


"Aku ingin membuatkanmu sebuah Toko atau kedai Jamu untukmu disini, bagaimana?" David meminta persetujuan Sri.


"Wah bagus itu mas."


"Kamu suka dengan rencanaku?" tanya lagi David.


"Iya, aku sekali. Terima kasih Mas, Kamu emang ter the best deh." puji Sri.


"Cuma makasih doank?" apakah tidak ada embel embel lainya gitu, seperti pelukan atau ..." David tersenyum licik kembali.


Sri yang sudah tahu dengan watak dan kebiasaan David segera menundukan kepalanya merasa malu.


David mengangkat dagu Sri dan memonyongkan mulutnya dengan mata terpejam.


"Ayo, mana ciuman terima kasihnya sayang." pinta David dengan mata masih terpejam.


Cipto yang sudah berganti baju sedari tadi sambil menguping. Kini Dia menghampiri Sri yang masih terlihat menunduk enggan memberi ciumanya pada David.


Sri mendongak dan langsung menganguk dan menahan tawanya.


"Kapan lagi aku bisa membalasnya kalau tidak sekarang." Gumam Cipto yang mendekatkan bibirnya yang di monyongkan ke pipi David.


"Mmmmmuachhh ..." Sri menirukan suara seolah dia lah yang mencium David.


Cipto segera mundur dan kembali bersembunyi di balik lemari sambil menahan tawa.


Senyum terpancar di wajah David, Kini dirinya terlihat lebih bersemangat setelah mendapat cipika yang ia pikir dari kekasihnya.


"Terima kasih sayang." ucap David.


"Sama sama, Mas." Sri menggelumbungkan pipi menahan tawanya.


"Kau kenapa sayang, apa ada yang lucu?" tanya David yang merasa heran.


"Tidak, tidak ada apa apa." Sri melangkah masuk ke dalam kamar dan kemudian melepaskan tawanya.


Sekilas info tentang Rohana si Ratu rumpi dari Suka mulya.

__ADS_1


Siapa sih yang gak tahu Rohana si ratu Rumpi yang terkenal dari desa suka mulya. Menurut kabar beredar dan bisa di percaya.


Rohana kini mengalami kelumpuhan. Yang Dokter sendiri belum tahu kapan Rohana bisa sembuh. Dan hanya Aurhor dan tuhanlah yang tahu🤭.


Entah itu apes atau musibah, mungkin pembaca setia bisa menilai sendiri menurut pendapatnya masing masing.


"Maksud hati memeluk gunung. Apa daya tangan tak sampai" Begitulah sekiranya peribahasa yang tepat dan mengena di hati pembaca. Tentang nasib tragis yang menimpa Rohana si Ratu rumpi dari desa Suka mulya.


Niat hati menghadang Sri yang sedang melintas, berharap Sri akan akan menghentikan laju motornya. Namun Tuhan memiliki rencana lain, dan ingin menunjukan sedikit gambaran karmanya untuk pada kita semua. Agar bisa menjadi bahan renungan.


Rohana yang menjadikan badanya yang gempal sebagai penghalang, Malah harus berakhir tragis menjadi korban keganasan Yankmaha ME2X yang dengan kerasnya mencium tubuh Rohana hingga terpental menggelundung hingga tak sadarkan diri


Hingga saat ini. Rohana hanya bisa terdiam dan duduk di atas kursi rodanya. Merenungi kepingan kepingan masa lalu, Dimana ia selalu berlaku buruk dan gemar menebar fitnah pada sesama.


Emak emak yang selalu hadir menjadi pendengar setianya. Kini tak ada sama sekali yang peduli padanya. Jangankan menengoknya, menanyakan kabar tentang dirinya pun tak pernah terlintas di kepala mereka.


Rohana si Ratu Rumpi dari desa Suka mulya. Kini hanya bisa menangis pasrah sumerah. Menerima takdir dari sang kuasa.


"Mba ... mba Rohana." panggil Rihana yang masuk ke ruangan kamar inapnya bersama gadis manis yang dulu sangat di bencinya.


Rohana menoleh ke arah Rihana yang melangkah masuk bersama Sri. Dan langsung memalingkan pandangnya merasa malu dengan dirinya sendiri.


"Orang yang selalu aku benci dan ku jadikan bahan hinaan. Kini malah dia yang menjadi orang pertama yang peduli dan datang menjenguku." Rohana menangis mengutuk dirinya sendiri.


Sri menaruh Buah tanganya di atas nakas dan kemudian membungkukan badan menyetarakan dengan Rohana yang sedang duduk di kursi roda.


"Mba ..pye kabare?(mba ... bagaimana kabarnya?)?" tanya Sri.


Alih alih menjawab pertanyaan dari Sri. Rohana malah makin menangis histeris di hadapan Sri.


"Mba ... Sri minta maaf. Sri baru bisa menjenguk mba sekarang. Karena kemarin Sri ..."


Sri tak bisa melanjutkan perkataanya karena Rohana kini langsung berhambur memeluknya sambil menangis.


"Maafkan aku Sri ... aku mohon maafkan Aku." Rohana kembali menangis di pelukan Sri.


Sri mengangguk sambil mengusap ngusap punggung Rohana mencoba menenangkanya.


"Mba ... aku sudah memaafkan mba, jauh sebelum mba memintanya." ujar Sri.


"Sungguh mulya sekali hatimu, Sri." ucap Rohana di dalam hatinya.


Rihana yang sedari tadi menyaksikan itu. Kini dirinya ikut menangis terharu terbawa suasana.

__ADS_1


__ADS_2