
Lima belas jam empat puluh menit. Waktu yang di perlukan dari Indonesia menuju Inggris. Namun pesawat Jet pribadi morata family punya, hanya memerlukan 10 jam saja. Itu pun sudah setelan santai, karena menuruti permintaan dari Sri sang pujaan hati.
Tak ada kejenuhan yang di rasakan Cipto dan Sri dalam perjalananya menuju Inggris. Mereka berdua benar benar di jamu dan di perlakukan sangat spesial oleh David.
Tak hanya makanan. Grup musik pun ia hadirkan untuk menghibur hati Sri dan Cipto agar tidak mengalami gundah gulana dalam perjalananya.
"Bang, apa boleh Cipto Request lagu dangdut?" bisik Cipto di telinga David si ganteng kalem.
"What!!! Dangdut?" David terkejut heran mendengar kata Dangdut yang sangat asing di telinganya.
David menoleh pada kekasihnya meminta penjelasan, tentang aliran musik seperti apa yang dimaksud Cipto adiknya.
Sri tersenyum cantik sekali dan sejenak ia berpikir tentang Jawaban apa yang sekiranya gampang dan nantinya mudah dan bisa di pahami kekasihnya.
"Dangdut is the music of my country." jawab Sri dengan simple.
"Yes ... Yes ... Yes." Cipto menimpali.
David menunduk masih merasa bingung. Karena sejujurnya dia belum memahami seperti apa dangdut itu.
__ADS_1
"Can you show me music dangdut!(bisakah kau perlihatkan padaku music dangdut!)." pinta David. Dan ia menyuruh grup music pengiringnya agar membubarkan diri.
Sri mengangguk dan kemudian mengeluarkan handphone dari dalam tas dan kemudian membuka menu musiknya dan memutar satu lagu dangdut dari bang Haji yang berjudul mirasantika.
David mengambil handphone Sri dan kemudian memasang headset pada telinganya. Sejenak ia diam dan mendengarkan secara seksama.
Sri dan Cipto masih dengan serius memandangi wajah David yang makin kesini makin mengangguk anggukan kepalanya.
"Mba ... sepertinya Bang David sudah mulai menyukai yang namanya dangdut." ucap Cipto yang di angguki Sri.
"Bisa jadi, Dek. Bisa juga nggak." jawaban yang malah membingungangkan Cipto.
"Tarikkkk manggg ..." Cipto bangun dan kini mengikuti gaya David menggoyang jempolnya.
Sri yang tak mau kalah saing dari kedua lelaki di hadapanya. Dirinya kini bangun dari duduk dan melakukan aksi goyang patah patahnya sambil memejam mata menikmatinya.
Sri keasyikan hingga lupa daratan. Dia tidak menyadari bahwa David kini sudah terbelalak dengan bibir ternganga melihat aksi goyang pinggul patah patahnya.
David menoleh ke arah Cipto dan langsung menutupi kedua mata Cipto dengan tanganya.
__ADS_1
"Bocah, ini tontonan orang dewasa! Kau belum boleh dengan bebas menikmatinya." David terus menahan Cipto yang terus mencoba melepas tangan David yang menutupi matanya.
Setelah di rasa lelah, akhirnya Sri menghentikan aksi goyang patah patahnya. Dan alangkah kagetnya Sri, ketika ia mendapati wajah David yang begitu tegang dengan mata yang terlihat haus akan pelampiasan, Kini memandang ke arah dirinya.
"*Waduhhh gusti. Paringono kesabaran lan keslametan kalih kulo sing sekedap malih bakal dados mangsa wong gagah."
(waduh gustim berikanlah kesabaran dan ke selamatan kepadaku yang sebentar lagi akan menjadi mangsa orang tampan*)
Sri kembali duduk dengan tenang sambil memegangi dadanya yang kini terus berdegup kencang.
Begitu pun dengan David. Kini ia sekarang bisa melepas tanganya di mata Cipto.
David menoleh ke arah botol air mineral Aquwow yang berada di hadapanya dan langsung menenggaknya sampai habis tak tersisa.
Hareudang ... Hareudang ... panas ... panas...
"Sri ikut denganku sebentar! dan kau Cipto, jangan kemana mana! tunggu sampai kami berdua kembali kesini, paham!" titah David yang langsung menyambar lengan Sri dan membawanya kemana hayooo... kirim jawaban kalian di comment ok🤣.
David melangkah membawa Sri ke sebuah ruangan yang kurang lebih seperti kamar kedap suara.
__ADS_1
HUKUMAN DARI DAVID UNTUK SRI di sensor 3000 kata. jadi maaf, sepertinya pemirsa belum bisa mengetahuinya.