
"Mas, mau kemana?" tanya Danisa sembari berdiri dari duduknya yang semula berada di atas ranjang yang sudah terrancang dengan indahnya
"Mau turun sebentar, tunggulah dulu! Mas mau menemui Andi untuk mengambil peralatan yang tertinggal di mobil, mungkin agak lama." ujar Rama dengan senyum manisnya
"Hm, mas. nggak bisa besok aja emang?" tanya Danisa lagi yang seperti tak rela suaminya pergi, sebab ini adalah malam pertamanya setelah mengucapkan ijab kabul sore tadi
"Nggak bisa, soalnya di sana ada aset penting sayang! sabar dong, nggak sabaran banget sih?" goda Rama tersenyum genit dengan kedipan mata nya semakin menggoda Danisa
"Ya sudah, jangan lama-lama! Nisa nggak mau tidur sendiri, Nisa takut." ungkap Danisa dengan wajah bersemu merah menahan malu
"Bilang aja udah nggak sabar, mau laluin malam pertama!" sindir Rama terkekeh geli "Ya sudah, mas pergi dulu. takutnya nanti pulang kemaleman," Rama pun melangkah meninggalkan kamar pengantinnya sembari tersenyum melirik ke Danisa
Danisa pun membalas senyum dari sang suami, tak menyangka jika hubungan yang sudah ia bina delapan tahun kini telah beranjak menjadi yang lebih bersetatus. delapan tahun yang tak sia-sia, dan kini ia akan melewati bahtera rumah tangga bersama dengan Rama pria yang ia cintai.
Danisa pun melangkah menuju lemari, saat membuka lemari barang pertama yang menarik perhatiannya adalah paper bag berwarna merah yang terletak di cela kedua bela lipatan baju. Danisa meraih paper bag itu dengan hati-hati, mengintip sedikit isi paper bag yang ternyata adalah sebuah baju lingerie berwarna hitam.
"Mas Rama ada-ada saja," ucap Danisa sembari menggeleng-geleng kepala dengan tawa kecilnya merasa lucu dengan sang suami yang menyediakan baju dinas tersebut.
Tak sampai di situ, Danisa juga mengeluarkan baju lingerie itu dan di bentangnya merasa penasaran bentuk seperti apa pilihan suaminya? lagi-lagi senyum kecil tersematkan di wajah cantik Danisa saat melihat lingerie yang di pilih suaminya, model yang cantik serta mendominasi keseksian ketika mengenakannya.
Ting..
suara notipikasi dari ponsel Danisa membuatnya mendongak ke arah ponsel yang tergeletak di atas meja, Danisa melangkah meraih ponsel untuk mengecek pesan apa yang masuk barusan.
__ADS_1
Mas Rama
Sayang, pakailah sesuatu yang ada di paper bag di dalam lemari! lima menit lagi aku akan kembali, ku harap saat aku sampai rumah kamu sudah mengenakan nya!
Danisa geleng-geleng dengan senyum merona di pipinya, suaminya yang terkenal dengan pendiam dan begitu polos ternyata memiliki sisi yang berbeda. dahulu saat masih berpacaran, Rama selalu bersikap polos bahkan ia selalu menunjukkan kepolosan nya terhadap Danisa.
Danisa
Hmm pake nggak ya? kayaknya, nggak aja deh heheheh!?
Mas Rama
Hmm, harus pake pokoknya! Kali ini Aku maksa, dan nggak mau tau pokoknya kamu harus pake!?
Danisa
Mas Rama
Cie... Ada yang nggak sabar kayanya? Udah dulu ya, Aku mau jalan pulang nih. Tunggu aja!
Danisa
Hati-hati ya mas!
__ADS_1
Chetingan merekan puun berakhir, Danisa tersenyum dan ia pun bergegas mempersiapkan dirinya. Karena sebentar lagi suaminya akan pulang, malam pertama yang sudah di impikan sejak lama akan segera berlangsung.
Danisa meletakkan paper bag tersebut di atas kasur, kemudian ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu. Agara nanti ketika Rama pulang dirinya terlihat lebih fresh dan harum, tidak seperti sekarang yang menyebarkan bau keringat pada tubuhnya.
Setelah selesai mandi, Danisa duduk di kursi depan meja rias. Ia menatap lekat ke arah cermin pantulan dirinya di sana, rambut panjang hitam dan bergelombangnnya seakan menjadi sebuah bubuk pemanis kecantikkan Danisa. Dirinya yang selalu tertutup hijab, sehingga rambut indah itu tak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
Danisa menyemprot tubuhnya dengan parfum, agar membuat suaminya merasa betah ketika berdekatan dengannya, malam pertama ini harus berkesan dan kalau bisa malam ini akan menjadi malam yang paling istimewah dengan segala keistimewaannya.
Ning nong.........2×
Suara bell berbunyi dengan nyaring sampai pada indra pendengaran Danisa. Danisa mendongak, seketika jantungnya berdegup kencang kenapa sekarang ia malah menjadi grogi ketika akan bertemu dengan Rama? Padaha pertemuan dengan sang suami bukanlah untuk pertama kali melainkan sudah bertahun-tahun lamanya.
Tapi Danisa sedikit merasa aneh, kenapa Rama membunyikan bell? Padahal Danisa sejak tadi tidak mengunci pintu, mulai lah perasaan curiga muncul di dalam hatinya. Segera Danisa meraih ponselnya untuk menghubungi Rama lebih dulu sebelum membuka pintu. Namun sialnya, ponsel Rama tidak aktif dan hal itu membuat Danisa semakin merasa cemas dan ketakutan.
Danisa melangkah keluar kamar, dengan pakaian dinas yang Rama berikan. Lalu Danisa mengendap di balik tirai, ternyata dia memang benar Rama senyum manis langsung tercetak di wajah Danisa. Tak tunggu waktu lagi, ia pun langsung membuka pintu utama.
cklek....
Pintu terbuka lebar, nampak lah Rama yang berdiri namun ada hal yang membuat Danisa terkejut, yaitu terdapat lima orang pria bertubuh besar nan kekar berdiri di tepi dinding tengah menatap ke arahnya.
"Mas, udah pulang?" tanya Danisa berpura-pura
Rama hanya mengangguk dengan wajah penuh ketakutan dan kesedihan, Danisa meneguk kasar salivannya saat melihat ekspresi suaminya yang terlihat pucat akibat ketakutan. Entah apa yang sudah terjadi? dan siapa mereka yang datang kerumah malam-malam dengan penampilan menyeramkan?
__ADS_1