
Rama hanya mengangguk dengan wajah penuh ketakutan dan kesedihan, Danisa meneguk kasar saliva nya saat melihat ekspresi suaminya yang terlihat pucat akibat ketakutan. Entah apa yang sudah terjadi? dan siapa mereka yang datang kerumah malam-malam dengan penampilan menyeramkan?
"Ayo masuk!" ajak Rama pada lima pria aneh itu
Tak ada waktu bagi Danisa untuk berpikir, ia pun segera mengekori langkah sang suami bahkan Danisa juga sudah tak merasa malu dengan pakaian malam ini yang ia kenakan. Rama duduk di sofa besar, sedangkan pria bertubuh besar itu berdiri di seberang di belakang sofa.
"Mas, mereka siapa?" tanya Danisa penasaran "Tolong, jangan diam aja! Nisa butuh jawaban Mas," lanjut Danisa menggoyangkan tubuh Rama
Rama mendongak lalu menatap takut ke arah lima pria tersebut, sedikit gugup dan wajah yang pucat serta keringat dingin.
"Nisa, Mas minta maaf sama kamu!" ucap Rama dengan suara serak dan terlihat gugup
"Kenapa minta maaf? Mas nggak salah apa-apa sama Nisa? Mas, jelasin apa yang sudah terjadi? Mas Rama kenapa?" cecar Danisa yang semakin di buat penasaran oleh sang suami
"Mas minta maaf, karena udah bikin kamu kecewa. Mas nggak bermaksud, untuk membuat---" terpotong Rama tak sanggup melanjutkan ucapannya.
Danisa masih bingung menatap ke arah sang suami, jujur saja ia benar-benar tidak mengerti apa yang di maksud oleh Rama.
"Mas, apa sih? kapan kamu bikin kecewa? nggak pernah Mas, udah ya jangan bikin Aku makin penasaran!?"
"Dasar pengecut!!" sentak seorang pria yang menggelegar di dalam ruangan tersebut membuat Danisa kaget.
Seorang pria dengan pakaian serba hitam yang begitu stelys masuk kedalam ruangan dengan tiga manusia lagi di belakangnya, pria berwajah oriental bertubuh tinggi dan sispeck itu melangkah dengan segala gayanya. Rambutnya yang terlihat begitu macho serta sorot matanya yang tajam bak elang, panggil saja Dia Albaric dragones Tristan.
Danisa mendongak saat mendengar suara seorang pria yang dengan kerasnya masuk kedalam rumahnya, Danisa berdiri dan menatap melotot ke arah si pria.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya Danisa dengan intonasi tinggi
Albaric hanya menyunggingkan sudut bibirnya, lalu ia duduk di seberang Rama dengan para pria berbaju hitam yang mengelilingi Sofanya bak seorang raja yang sedang di kawal oleh prajurit.
"Mas Rama, dia siapa?" tanya Danisa mengguncangkan tubuh Rama dengan kuat karena ia meminta jawaban dari sang suami.
"Kenapa diam Ram?" timpal Albaric pula dengan sudut bibir terangkat, Albaric menyenderkan tubuhnya di sofa dan merentangkan kedua tangan merentang di sandaran sofa dan kedua kakinya di lipat bak raja yang sedang duduk di singgasana nya.
Rama meneguk kasar salivannya, tak berani mengangkat kepalanya yang tertunduk saat ini. situasi yang semakin mencekam bagi Rama saat mendengar suara Albaric yang menggetarkan seluruh penjiwaannya.
"Jelaskan siapa kamu?!" sentak Danisa menunjuk lancip ke arah Albaric
Albaric hanya tersenyum dan menatap inci penampilan Danisa yang begitu seksi malam ini, Albaric juga mengigit bibir bawanya melihat kemolekan tubuh Danisa.
"Cantik." satu kata itu berhasil keluar dari mulut Albaric yang tersenyum nakal dan penuh arti menatap ke arah Danisa
"Rama, jelaskan pada dia siapa Aku! sampai kapan kau akan berdiam diri seperti itu?" ujar Albaric dengan suara dinginnya dan mendomina menyeramkan
Rama meneguk kasar salivannya, saat mendengar ucapan Albaric barusan. Dengan perkumpulan tenaga dan keberanian Rama pun memberanikan diri untuk berbicara pada Danisa.
"Nisa, Mas mau ngomong sesuatu sama kamu. berjanjilah untuk selalu menurut!" ucap Rama dengan suara bergetar dan mata berembun menahan sesak di dada
"Apa Mas? Nisa berjanji akan selalu menurut apapun yang Mas katakan," jawab Danisa cepat
"Malam ini, adalah malam pertama kita bukan?" Danisa mengangguk dengan penuh percaya diri, Rama terdiam sekejap menarik nafas panjang dan membuangnya berat "Malam ini juga akan menjadi malam terakhir bagi kita, kamu Mas talak tiga Albaric lah saksinya!!" tegas Rama dengan suara lantang
__ADS_1
Degh...
jantung Danisa seakan berhenti berdetag mendengar ucapan barusan, matanya mendelik menatap tak percaya ke arah Rama yang dengan teganya mengucapkan hal itu padanya. Malam pertama yang ia harapkan bahkan belum terjadi, harus berakhir dalam kurun waktu beberapa menit saja.
"Mas, apa maksud kamu?" tanya Danisa dengan tatapan nanar nya
Rama menunduk dengan helaan nafas kecewanya,"Kita resmi berpisah, malam ini kamu bukan lagi istriku.Maaf, Aku terpaksa melakukan nya karena jika Aku tak melakukannya Namira dalam keadaan bahaya!" Jelas Rama dengan suara bergetar
lagi-lagi hal itu membuat Danisa terkejut dengan alasan suaminya menceraikannya demi wanita lain yang sama sekali tak ada ikatan darah dengannya. Danisa tak habis pikir dengan apa yang sudah Rama lakukan padanya barusan?
"Nisa, sekarang kau akan di bawa oleh orang ini! dia yang telah memberi Mas uang untuk menebus Namira. Maaf!" ucap Rama
Pandangan Danisa langsung beralih pada pria yang Rama katakan, Albaric langsung menyunggingkan bibirnya saat dua manik indah Danisa memandanginya. Sorot mata Danisa menajam menatap Albarc, sebuah ketidakadilan terjadi karena pria ini.
"Apa maksudmu? memberi suami saya pinjaman---" terpotong Albaric menghentikan ucapan Danisa
"Mantan suami!" tambah Albaric dengan senyum liciknya "Aku pengap di rumah ini, tak ada Ac sepertinya? cepat, bawa dia masuk ke mobil! berlama-lama di sini rasanya membuatku tak bisa bernapas," perintah Albaric bangkit dari duduknya meminta para bodyguard nya membawa Danisa pergi dari rumah ini.
"Aku gak akan Sudi! Aku rela mati, dari pada ikut denganmu!" hardik Danisa menatap tajam dengan rahang yang mengeras
"Jika dia menolak, paksakan!" titah Albaric kemudian melangkah pergi di ikuti oleh dua bodyguard nya
Danisa pun mengambil ancang-ancang untuk pergi, namun belum lah melangkah tubuh mungilnya segera di rangkul oleh pria bertubuh besar dan di bawa pergi keluar meninggalkan Rama.
"Mas, tolongin Nisa!" teriak Danisa histeris
__ADS_1
Rama hanya diam tanpa perlawanan, namun dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Sebenarnya bukan sebuah keinginan untuknya menceraikan Danisa, dan merelakannya pergi bersama pria kejam itu.
BERSAMBUNG....