Janganlah Pergi

Janganlah Pergi
Ep 10: Waktunya Pulang


__ADS_3

Aku terbangun pada sore hari, hujan sudah berhenti tetapi langit masih mendung. Aku beranjak dari tempat tidur untuk mandi, selesai mandi aku mencari hpku dan bertanya ada di mana mereka. Latte di kamar, kak Farel dan Arya juga sepertinya begitu. Aku akan pergi ke kamar Latte.


"Nanti malem renang yuk!" Latte mengajakku untuk berenang nanti malam di kolam renang pribadi, mungkin kak Farel dan Arya juga akan ikut.


Aku menyetujuinya karena aku juga ingin berenang, kita seharusnya bisa berenang di tempat lain tapi karena hujan tadi jadi gagal rencana kita.


"Aku mau ke kafe mau ikut nggak?" Aku mengajak Latte tetapi dia menolak, jadi aku akan pergi sendiri.


Saat aku pergi keluar, aku bertemu kak Farel dan Arya sedang mengobrol. Aku menghampiri mereka berdua.


"Mau ikut nggak?"


"Ke mana?"


Aku akan pergi ke Dear Lucy Cafe, ini kafe yang cukup hits di Bali. Karena kak Farel dan Arya juga mau ikut, akhirnya kita pergi bertiga.


Sesampainya di sana, aku melihat tempatnya. Benar-benar sangat bagus, ada banyak spot bagus yang bisa kita jadikan untuk berfoto. Untung aja aku udah ganti baju tadi, biar cocok sama suasana di sini.


Aku juga mau ke sini buat ketemu sama ketiga anjing peliharaan pemiliknya, ada Santan, Bolen, dan Pangsit.


Untung aja belum jam 5 jadi aku masih bisa ketemu sama mereka, mereka gemesin banget.


"Aku pesen ini deh!"


Kami juga memesan beberapa makanan untuk mengisi perut, sebelum makan malam terakhir di hotel nanti. Aku bakal datang lagi lain kali kalau ke Bali, buat ketemu sama Santan, Bolen, dan Pangsit. Walaupun belum tentu ketemu sama ketiganya sih.


Saat kami di hotel tinggal menunggu beberapa menit mulainya makan malam, aku memanggil Latte untuk segera datang dan kami duduk di meja yang sudah di siapkan. Kami makan dengan tenang, tanpa ada obrolan di meja kami. Selesai makan, tentu saja kami pergi ke kolam renang pribadi untuk berenang. Segera ganti baju, dan turun ke kolam renang. Aku berenang bersama Latte, Arya dan kak Farel berenang di tempat lain.


"Malam terakhir di hotel ya.." Latte yang memperlihatkan wajah sedihnya.


"Kata kamu kita bakal balik ke sini kapanpun kita maukan.." Aku yang mendekati Latte dan menepuk-nepuk pelan kepalanya.

__ADS_1


Selesai berenang aku pergi ke kamar dan sepertinya aku ingin menggambar, bagaimana suasana malam terakhir kami berada di Bali. Aku menggambar cukup lama malam ini, dan saat gambar hampir selesai aku melanjutkannya di balkon seperti waktu itu. Anginnya sangat sejuk, seakan membelaiku agar tertidur. Tak lama kemudian selesai juga gambar yang aku buat, aku pergi ke kasur dan segera tidur


"Pagi yang cerah."


Aku berberes dan mengecek apakah sudah masuk ke koper semua, agar nanti saat pulang aku tidak tergesa-gesa sambil kebingungan. Seperti rencana, di pagi hari sebelum pulang kami akan pergi mencari oleh-oleh. Banyak toko yang menjual di sekitar hotel, jadi kami tidak perlu pergi jauh. Aku membeli beberapa pajangan, dan juga makanan khas Bali yang bisa ku bawa pulang. Tidak terlalu banyak yang kubeli, koperku muat untuk mengisi semua barang-barangku.


Kami pergi ke bandara di antar oleh petugas dari hotel, sebelum pergi tentu saja kami berterima kasih kepada mereka yang sudah sangat baik kepada kami dan memberikan pelayanan yang memuaskan. Kami menunggu beberapa menit, lalu segera masuk dalam pesawat.


"Pengalaman di Bali yang cukup menyenangkan!"


Walaupun ada sedikit halangan, tetapi aku masih merasa itu liburan yang lebih dari cukup. Kami merasa senang dan juga sedikit kelelahan saat sampai di rumah.


"Capek.." Membaringkan tubuh di tempat tidur.


Besok senin aku udah harus masuk sekolah lagi, mungkin kelasku juga bakal pindah dulu. Agak ngeri rasanya kalau kembali ke kelasku itu, entar kalau tiba-tiba ambruk kan nggak ada yang tahu. Tapi kalau udah di renovasi sih seharusnya udah nggak kenapa-kenapa lagi, tinggal beraniin diri aja biar nggak parnoan.


"Grup apaan nih?"


*Di dalam chat*


"Apaan sih ngapain bikin grup beginian.." *Latte


"Aku udah kebanyakan grup nih." *Ella


"...." *Arya cuma menyimak


"Yang keluar dari grup jomblo selamanya!" *kak Farel


Setelah kak Farel chat seperti itu nggak ada satupun dari kami yang membalas, sedikit kesal karena kak Farel bilang seperti itu. Kami membiarkannya, dan juga membiarkan grupnya.


Aku mengecek jadwal di kalenderku, karena sepertinya aku membuat sesuatu waktu itu.

__ADS_1


"Ah.. Ulang tahun kak Farel.."


Ulang tahun kak Farel sebentar lagi akan datang, dia akan berulang tahun ke 18 tahun. Aku juga harus membeli sebuah kado untuknya, mungkin aku akan mengajak Latte nanti. Apa yang harus kubeli buat dia, kak Farel suka koleksi sepatu mungkin aku akan beli sepatu lagi seperti tahun kemarin. Dia juga nggak bakal nolak kalau di kasi sesuatu, jadi nggak akan masalah.


Ke esokan harinya, aku berangkat sekolah. Sebelum bel berbunyi, anak-anak di kelas kami di suruh untuk pergi ke kelas yang baru karena renovasi belum selesai. Kelas yang baru ini sudah pernah di tempati saat kelas 10 dulu, jadi kami juga biasa-biasa saja.


Karena guru sedang rapat, kami jadi sedikit berisik. Suasana yang sudah biasa, saat seperti ini aku biasanya mengeluarkan bantal dan tidur di meja.


"Rapatnya lama banget sih!" Teriakan Latte membuatku terbangun, benar saja aku sudah tertidur dua jam tetapi guru belum juga kembali.


Aku menggeser kursiku ke meja Latte, lalu mulai bertanya tentang rencana untuk ulang tahun kak Farel.


"Dia juga pasti bakal rayain juga malemnya sama kayak tahun-tahun kemarin."


Kak Farel selalu merayakan ulang tahunnya saat malam sudah tiba, tidak ada surprise di jam 12 karena dia tidak suka itu. Kami akan membeli kadonya saat pulang sekolah nanti.


"Hah..." Aku lupa ternyata hari ini jadwalku untuk piket.


"Yaudah aku tunggu di depan sekolah aja ya!"


Akupun menyelesaikan piketku dengan cepat dan menghampiri Latte. Tapi, kenapa ada Arya di situ?


"Kenapa ada Arya?"


"Aku ajak dia juga, dia mau beli kado juga!"


Kami bertigapun pergi ke mall dan mengunjungi beberapa toko, aku membeli sepatu untuk kak Farel dan juga untuk diriku sendiri. Arya membelikan dompet, Sedangkan Latte yang paling lama. Latte belum tau apa yang harus dia beli, akupun memberikan saran padanya.


"Beliin dia tas, tas dia itu-itu mulu bosen liatnya."


"Ah iya.."

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2