Janganlah Pergi

Janganlah Pergi
Ep 7: Ayo ke Bali!


__ADS_3

Pagi hari yang buruk, cuacanya hujan dan sangat gelap. Bahkan tidak terlihat matahari, cuaca yang benar-benar buruk.


"Kenapa cuacanya seperti ini!"


Aku ingin pergi keluar untuk menikmati cerahnya pagi hari, tetapi rencanaku rusak karena hujan ini.


"Punggung kamu nggak kenapa-kenapa?" Tanyaku kepada Arya.


"Nggak papa, Ini sarapan!"


Arya memberikan sarapannya kepadaku dan menyuruhku untuk makan, dia juga memakan sarapan yang dia beli sendiri. Aku tidak tahu apakah orang tuanya tidak khawatir anaknya tidak pulang semalam? Dari wajahnya terlihat sangat tenang, wajahnya memang selalu seperti itu.


"Kamu kapan pulang?" Saat aku bertanya tiba-tiba Latte datang.


"Ah jadi basah kan bajuku!" Kata Latte."


"Latte kamu nggak papa?"


"Nggak papa kok!"


Latte yang datang dengan kebasahan lalu dia pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju, akupun menoleh ke arah Arya. Saat dia melihatku yang sedang memandanginya, diapun mengatakan akan segera pulang saat hujan sudah mereda.


Sudah menunjukkan siang hari tetapi hujan tidak mereda, bahkan semakin deras di tambah dengan angin kencang. Aku melihat berita di tv semua berisi tentang cuaca yang buruk hari ini, apakah akan hujan terus-menerus seharian ini?

__ADS_1


"Kayaknya hujannya bakal awet." Ucap Latte.


Cuacanya yang buruk juga mempengaruhi mood ku, aku tidak suka hujan apalagi di tambah angin kencang selama seharian penuh. Ini mengingatkanku akan sesuatu saat waktu kecil, benar-benar membuatku geram.


"Uhh.."


"Aku kepikiran ibu, aku sudah memberi kabar kepadanya aku harap ia tidak terlalu khawatir. Ibu memutuskan untuk bekerja di luar negeri saat aku memasuki SMA, ia sudah memikirkannya entah sejak kapan. Ibu bekerja terlalu keras agar ia tidak punya waktu untuk memikirkan tentang Ayah lagi, tetapi untung saja sekarang ibu sudah berubah dan bisa melupakan soal Ayah.


Saat sore hari hujan sudah mulai berhenti, dan langit sudah mulai cerah. Arya juga langsung pulang dan Latte masih bersamaku, dia benar-benar menjagaku aku sangat terharu padanya.


"Kalau nanti aku udah keluar dari rumah sakit kamu mau ngapain Latte?"


"Main sama kamu lah.."


"..."


"Latte aku pulang dulu ya, besok aku datang pagi oke!" Latte berpamitan sambil memelukku.


"Oke, hati-hati di jalan."


Karena aku belum terlalu mengantuk, akupun menonton tv sebentar. Ternyata aku semakin tidak mengantuk, karena beberapa hari ini aku tidak menggambar lagi akupun mencoba menggambar kali ini.


"Apa yang harus aku gambar?"

__ADS_1


Aku mencoba memikirkan sesuatu, lalu tiba-tiba aku memikirkan Arya. Benar-benar kebetulan, benar ini hanya kebetulan. Apa yang sebenarnya aku pikirkan ini, aku harap pipiku tidak merah lagi pula siapa juga yang melihatnya.


"Oke.. Aku mulai."


Rasanya senang saat menggambar, perasaanku menjadi tenang dan damai bahkan senyum di bibirku seperti tidak terkendalikan. Aku pernah menggambar Latte dan juga kak Farel, jadi menggambar Arya juga tidak masalah. Selesai menggambarnya akupun bisa tertidur dengan nyenyak, seakan menggambar ini obat tidur untukku dan memang begitulah kenyataannya.


Keesokan paginya hari sangat cerah, aku akan pergi ke taman di rumah sakit ini saat Latte datang nanti. Besok juga aku sudah bisa keluar dari rumah sakit, aku harus menyiapkan rencana untuk kegiatan liburan 4 hariku.


"Hai Ella! Kamu sarapan dulu habis itu aku antar ke taman oke!" Latte datang dengan senyum yang sumringah di wajahnya, terlihat seperti ada kabar baik yang sudah datang.


"Ada kabar baik apa?" Tanyaku ke Latte karena di selimuti penasaran.


"Oh tau aja kamu kalau ada kabar baik hehe, nanti aku cerita di taman aja."


Setelah aku selesai sarapan aku dan Latte pergi ke taman yang berada di bawah, banyak pasien yang berada di sini juga selain aku. Karena kemarin dari pagi sudah hujan, jadi banyak yang menunda ke taman makanya hari ini lebih ramai. Mereka terlihat sangat senang, seperti wajah Latte tadi. Aku juga merasa sangat senang saat berada di sini, mungkin karena mereka terlalu bosan di dalam kamar saat di sini mereka bisa lebih bebas sambil menghirup udara yang segar.


Latte bercerita tentang kabar baiknya, katanya dia mendapatkan hadiah dari ayahnya karena dia akhirnya bisa memainkan biola dengan baik. Hadiahnya dia bisa liburan di Bali secara gratis, benar-benar secara gratis.


"Wah enaknya.." Kataku sambil memandangi wajah Latte.


"Hehe tenang aja, aku boleh bawa 4 temen kok!" Latte yang memperlihatkan 4 tiket penerbangan ke Bali.


Latte berkata tentu saja akan mengajakku dan juga kak Farel, tapi karena masih ada 1 tiket lagi jika dibiarkan akan sayang sekali.

__ADS_1


"Arya!" Celetuk Latte.


Akhirnya dia memutuskan akan mengajak Arya juga, tapi kami masih belum pasti jika dia akan ikut. Jadi Latte langsung mengabarinya, dan Arya langsung berkata oke. Dengan ini liburan di Bali kami sudah terencanakan dan segera berangkat besok malam, aku akan keluar dari rumah sakit besok pagi dan harus segera beres-beres.


__ADS_2