Janganlah Pergi

Janganlah Pergi
Ep 9: Menjadi Dekat


__ADS_3

Karena lokasi yang cukup jauh jadi kami sampai saat sore hari, untung saja cuaca cerah jadi aku tidak masalah. Banyak orang di sini yang ingin mengambil foto, aku juga ingin mengambil foto.


Akupun mencari tempat lalu meminta Arya untuk memotretku, Aku juga gantian memotret Arya. Dan kami meminta orang untuk memotret kami berdua juga, setelah selesai berfoto kami berjalan sampai ke ujung jembatan lalu duduk di sekitar bebatuan sampai matahari terbenam.


Arya tak lama kemudian langsung mengambil beberapa foto di saat matahari hampir terbenam, akupun menikmati pemandangan sambil terus menerus berkata.


"Woahh.."


Setelah itu kami pergi ke restoran seafood terdekat, karena aku sedang ingin makan seafood. Akupun juga mengambil beberapa foto menggunakan hpku, hanya untuk mempercantik feed instagramku. Agar tidak terlalu sepi, akupun mengobrol sedikit dengan Arya.


"Makasih loh udah nemenin aku seharian ini, kayaknya kita jadi tambah deket."


"Ya."


Akupun tersenyum ke arahnya, kita sudah menjadi tambah dekat sekarang. Tentu saja aku tidak ada maksud apapun, aku hanya ingin menjadi teman dengannya atau mungkin sahabat. Dia tidak seburuk dengan rumornya, hanya sikap dinginnya saja yang berlebihan.


"Bye ar, selamat tidur!"


"Selamat tidur."


Setelah aku berada di kamar aku langsung merebahkan diriku ke kasur, rasanya aku tidak ingin mandi. Aku beristirahat sebentar, lalu pergi mandi. Tidak bagus mandi malam-malam, dan tidak bagus juga menunda sesuatu.


"Aku capek pingin tidur.."


Akupun terlelap, karena capek dan ngantuk sudah menjadi satu. Aku tidur dan bangun tepat waktu sebelum jam sarapan, bersiap-bersiap, lalu pergi ke kamar Latte untuk membangunkannya.


"Latte ayo sarapan!"


"Huh Ella?"


Selesai sarapan Latte mengajakku untuk pergi keluar, karena aku juga tidak terlalu capek aku pergi bersamanya. Kami pergi ke bioskop untuk nonton film terbaru, lalu membeli beberapa baju. Setelah selesai berbelanja kami pulang ke hotel untuk menaruh belanjaan, lalu kami baru pergi lagi ke tempat-tempat yang cukup hits di Bali. Ini waktunya aku dan Latte, besok kami baru akan pergi bersama kak Farel dan Arya.

__ADS_1


"Di hari terakhir nanti kita mau ngapain?" Latte bertanya kepadaku, dia bingung apa yang harus kita lakukan nanti saat hari terakhir.


"Mungkin di hari terakhir kita pergi cari oleh-oleh aja karena kita juga pulangnya kan siang, jadi kita nggak punya banyak waktu. Makanya kita puasin pergi ke tempat yang agak jauh besok, besok bakal aku kasi tahu kita bakal ke mana aja."


Sayang sekali kita pulang di siang hari bukan di malan hari, jadi kita sedikit mengejar waktu untuk pergi ke beberapa tempat. Tapi tidak apa-apa, aku bersyukur bisa liburan dengan gratis bersama mereka.


"Ayo Latte kita pulang!"


Setelah sampai di hotel aku melihat barang-barang yanh kubeli ternyata tidak sedikit, untung saja aku tidak terlalu banyak membawa barang dari rumah. masih tersisa ruang untuk oleh-oleh nanti, dan kalau memang kurang mungkin aku harus menitipkan barangku ke tas temanku.


"Besok enaknya berenang di mana ya? Kalau ke pantai kayaknya udah bosen, mungkin bakal pergi agak jauhan nanti."


Aku memikirkan ke mana kita besok harus pergi. Pokoknya kita harus berenang besok, untuk rencana selanjutnya akan aku pikirkan nanti. Di hotel ini ada tempat khusus yang berisi makanan untuk tamu yang di perbolehkan saja, untung saja aku dan yang lainnya di perbolehkan. Aku, kak Farel dan Arya pergi ke sana untuk melihat seperti apa tempatnya. Latte tertidur karena mungkin dia kelelahan, jadi aku membiarkannya saja.


Tempatnya ternyata cukup luas, ada berbagai macam makanan yang bisa kita coba dan bisa kita bawa pulang juga. Betapa beruntungnya kita bisa ke sini, makanan berat, cepat saji, atau snack-snack juga ada.


"Woah beneran boleh di bawa pulang nih?" Kata kak Farel sambil menatap semua makanannya.


Tapi kami hanya boleh membawa pulang makanan maksimal sepenuh keranjang, dan keranjangnya sebesar keranjang tangan yang ada di supermarket. Tetapi jika ingin makan di sini kita sepuasnya bisa makan, tidak ada batasannya.


Aku dan kak Farel sudah mencoba beberapa makanan, tetapi Arya hanya duduk mendengarkan musik di hp sambil menutup matanya. Aku menghampiri Arya, sambil membawa beberapa snack yang bisa aku bawa di tanganku. Aku duduk lalu menyenggol tangannya, di saat dia membuka mata dan melepas earphone yang dia pakai.


"Kamu nggak mau nyobain apa-apa? Sayang banget loh!"


"Iya sayang."


"Iya kan makanya ini aku bawain snack, kamu coba deh!" Arya melihat snack yang kubawa lalu memakannya.


"Katanya jangan makan terlalu banyak.."


"Hehe, iya ini nggak banyak kok!" Aku menghindari tatapannya.

__ADS_1


Setelah kami selesai, tentu saja kembali di ke kamar masing-masing dan beristirahat. Tetapi aku belum mengantuk, akupun mencari angin di balkon.


"Pemandangan yang bagus.."


Aku sedang menikmati pemandangan yang indah, aku akan menggambarnya. Udara yang sejuk ini membuatku sedikit mengantuk, tetapi aku harus menyelesaikan gambar yang aku buat dahulu.


Tak lama kemudian gambarku selesai, aku langsung pergi ke kasur dan tidur. Buku yang berisi gambar-gambarku hampir penuh, aku harus membeli buku lagi nanti.


"Pagi.."


Cuacanya tidak terlalu cerah, aku khawatir rencanaku akan di gagalkan oleh hujan nanti. Aku harap cuaca mendukungku hari ini, aku ingin cuaca yang cerah.


"Oh no!! Teriak Latte.


Cuacanya benar-benar tidak mendukungku, saat hendak berangkat hujan sudah mulai turun. Mereka sedih, tentu saja aku juga sedih. Kita sedang tidak beruntung. Akupun pergi ke kamar saat yang lain sedang bertengkar dan menyalahkan hujan.


Rencanku gagal total, aku membuat mereka sedih. Aku sangat kesal, aku juga tidak bisa menyalahkan hujan juga.


"Ella." Latte memanggil dari luar kamar, aku membuka pintu lalu mereka masuk.


"Maaf ya." Hanya itu yang terucap dari mulutku.


"Kita bisa ke Bali kapan aja kita mau kok, tenang aja kita bisa pergi lain waktu!" Latte yang mencoba menyemangatiku.


Mereka sibuk dengan aktivitas mereka, tetapi tidak kembali ke kamar mereka dan masih tetap di kamarku. Aku hanya tidur di atas kasur sambim memainkan hpku, aku mencoba untuk mencari hiburan dan tidak menyalahkan diriku.


Cukup sedih karena hujannya awet, sampai siang hari hujan masih belum berhenti. Aku juga tertidur saat memainkan hp, mereka keluar saat mengetahui aku sudah tertidur.


"Aku mau ke tempat yang kalian datangin kemaren dong, yang banyak makanannya itu." Kata Latte saat di luar kamarku.


"Yaudah aku anterin kamu ke sana, ikut nggak Arya?"

__ADS_1


Kak Farel mengajak Arya tetapi dia menolak, jadi hanya kak Farel yang mengantar Latte ke sana.


Bersambung..


__ADS_2