Janganlah Pergi

Janganlah Pergi
Ep 11: Di Rumah Bersama Arya


__ADS_3

"Ah aku lupa beli sesuatu, kalian pulang duluan aja!"


Aku lupa untuk membeli buku untuk menggambar, letak tokonya nggak jauh dari mall yang tadi aku kunjungi. Toko ini sering aku kunjungi, bisa di bilang aku udah jadi langganan di toko ini. Ada banyak barang-barang bagus yang bisa aku beli di sini, banyak pajangan yang lucu-lucu juga. Pemilik toko ini temen Ibu namanya tante Vina, toko ini udah ada dari aku masih SD.


"Tante udah semuakan ini?"


"Udah semua kok, tante kasih beberapa bonus juga."


"Makasih tante Vina.."


Tante Vina memang baik orangnya, ramah dan lembut juga. Aku nggak pernah lihat dia marah kayak gimana, jadi pengen lihat. Tante Vina hidup sendiri, dia cerai sama suaminya. Suaminya pergi sambil membawa anak satu-satunya, tante Vina katanya berencana untuk menikah lagi entah kapan. Kisahnya hampir mirip seperti Ibu, tetapi Ibu tidak berencana untuk menikah lagi.


"Wah.. Akhirnya buku yang aku tunggu-tunggu."


Cuma buku yang berisi halaman kosong, Cover buku yang aku desain sendiri dan ada beberapa tambahan di bukunya. Buku ini bakal jadi penerus isi dari apa yang ada di pikiranku nanti, beberapa hari nanti akan mulai aku pakai.


"Laper, pesen ayam ah!"


Aku jarang untuk pesen makanan dari luar karena aku juga bisa masak, tapi aku juga jarang masak karena males masak. Jadi ya nggak ada bedanya juga sih, sama-sama jarang. Aku sedikit kesepian tiap sedang makan di rumah, aku membenci suasana itu. Rumahku terlalu sepi, aku pernah ada niatan untuk adopsi adik. tetapi aku masib belum cukup umur, aku juga kepikiran itu karena aku sedang kesepian aja. Kalau aku bener-bener ngelakuin itu sepertinya bakal repot, dan malah aku yang meninggalkan adikku nanti.


Aku biasanya makan sambil menonton film di tv, aku suka sekali makan di atas kasur dan itu sudah menjadi sebuah kebiasaan. Karena kasur itu udah jadi temen deket sendiri, akan terlihat menyedihkan jika aku harus makan di meja makan sendirian sambil tidak melakukan apa-apa.


"Ella! Sini!" Teriak Latte.


"Kenapa?"


"Nanti aku ke rumah kak Farel agak telat, soalnya aku mau pergi sama mama aku. Kamu dateng duluan aja!"


"Yah.. aku sendirian dong."


Lattepun memikirkan sesuatu lalu dia memanggil Arya.


"Nanti kamu berangkat bareng Ella ya, soalnya aku ada urusan dulu. Nggak papa kan?"


"Eh nggak usah, aku nggak papa kok sendirian." Sahutku.

__ADS_1


"Kenapa? Kan Arya juga sendirian, ya kan?" Senggol Latte.


"Iya." Jawab Arya.


Karena Arya setuju, akupun akan berangkat bersama Arya nanti malam. Aku jadi sedikit merasa canggung bersamanya, walaupun saat ke di Bali aku juga pernah pergi berdua dengan Arya. Anggap biasa aja, hanya sebatas teman laki-laki.


"Eh katanya ada anak baru loh di kelas kita!"


"Siapa?"


"Nggak tau, tapi katanya dia ganteng.."


"Beneran? Wah nggak sabar banget."


Aku mendengar percakapan dari teman sekelasku, bakal ada anak baru nanti. Bakal tambah berisik nanti di kelas, gara-gara anak baru. Aku harap kalau dia emang ganteng, dia juga harus anak yang pinter dan nggak playboy aja sih. Ya siapa yang tau juga.


"Yo guys!" Sapa kak Farel.


"Oh hai kak!"


"Pesta topeng?" Tanya Latte.


"Ya emang tema kali ini agak beda gitu, bawa topeng sendiri dari rumah ya. Kalau nggak pake topeng, nggak aku bolehin masuk!"


"Siapin makanan yang banyak ya!"


Tema kali ini agak ribet sih, aku nggak terlalu suka pake topeng. Tapi demi temen yaudah lah, biarin dia seneng aja di hari ulang tahunnya. Baju yang mau pake udah ada, topeng juga udah ada. Jadi nggak ada yang harus di siapin lagi, tinggal berangkat aja.


"Kamu ngapain ke rumah aku? pestanya kan nanti malem.."


Aku terkejut karena Arya datang ke rumahku sehabis pulang sekolah, dia bahkan masih memakai seragamnya.


"Jalan ke rumah aku di tutup." Alasan Arya membuatku tidak mengerti apa yang sebenarnya dia katakan, dia membuatku pusing sendiri.


"Yaudah masuk!"

__ADS_1


Aku menyuruh Arya masuk, dan membawakan minuman serta snack untuknya. Kami pergi ke ruang tengah agar bisa sambil menonton tv, tapi dia sibuk dengan hpnya. sekarang masih jam 4 sore, sedangkan pestanya akan di mulai jam 8 malam. Karena Arya sibuk sendiri jadi aku tidak harus mengobrol dengannya, aku juga bisa melakukan aktivitasku sendiri.


Aku membereskan kamarku lalu mencuci baju, aku juga harus pergi ke supermarket jadi aku mencari Arya untuk memberitahu kepadanya bahwa aku akan pergi sebentar.


"Aku ke supermarket bentar ya, jangan ke mana-mana. Kamar mandinya ada di situ, jangan pergi ke kamar aku juga."


Lalu aku pergi ke supermarket, aku harus membeli beberapa bahan dapur karena sudah habis. Aku juga membeli beberapa es krim karena es krim di rumah juga udah habis, selesai belanja aku pulang ke rumah. Aku terkejut karena Arya tidak ada di ruang tengah, aku takut dia macam-macam masuk ke kamarku.


"Arya! Kamu di mana?" Teriakku sambil menengok-nengok.


"Apa? Aku di kamar mandi!"


Aku pikir dia ada di mana, awas aja kalau dia macem-macem. Selesai aku membereskan barang yang tadi aku beli, aku bersantai sambil menonton tv. Lalu Arya juga selesai dengan urusan di kamar mandi, tapi kenapa dia terlihat keringatan?


"Kenapa kamu keringatan? Kamu nggak papa?" Aku sedikit khawatir dengannya, tapi dia mengangguk dan mengatakan tidak apa-apa.


Tak lama kemudian ada yang menekan bel dari luar, akupun pergi keluar dan mengecek siapa yang datang.


"Arya ada yang nyariin nih!"


Ternyata ada yang mencari Arya, dia memberi sebuah tas belanjaan yang aku nggak tau apa isinya.


"Ini baju buat aku pake nanti ke pesta."


"Aku pikir udah kamu bawa dari tadi, ternyata belum."


Aku pikir isinya apa, ternyata hanya baju yang akan Arya pakai nanti. Aku juga nggak terlalu penasaran sih kayak gimana bajunya, karena nantikan aku juga lihat.


"Mau makan nggak?"


"Mau!"


Aku pergi ke dapur untuk membuat makanan, setelah selesai makan Arya mencuci piringnya. Tidak banyak yang kami lakukan, kami juga nggak banyak ngobrol. Arya hanya bermain dengan ponselnya sedangkan aku menonton tv. Tapi ternyata sudah banyak waktu yang kami habiskan, saat malam tiba aku pergi mandi dan bersiap-siap. Aku menunggu Arya di ruang tengah, karena dia juga harus mandi dan bersiap-siap. Ternyata baju kami pakai warnanya sama, benar-benar kebetulan. Tapi aku melihat Arya seperti ada yang kurang, rambutnya berantakan. Aku mencatok rambut Arya dan merapihkannya, dia juga tidak menolaknya.


"Nah.. Kalo ginikan tambah ganteng.." Aku membuatnya malu, bahkan telinganya memerah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2