Janganlah Pergi

Janganlah Pergi
Ep 12: Anak Playboy


__ADS_3

Kami berangkat ke rumah kak Farel dengan mobil Arya, jangan terlalu berharap di tengah perjalanan ada kejadian yang romantis karena itu tidak mungkin. Kami hanya diam saja selama perjalanan, Arya hanya fokus menyetir sedangkan aku bermain hp. Aku juga ingin mengobrol sesuatu dengannya, tapi aku tidak tau harus membahas apa.


Tidak tau kenapa banyak jalan yang di tutup, seperti kata Arya jalan ke rumahnya di tutup. Sepertinya ada perbaikan jalan besar-besaran, makanya jalan yang di tutup bukan cuma sedikit. Sedikit lama untuk sampai ke rumah kak Farel, karena harus mencari jalan yang tidak di tutup. Dan agar kami tidak tersesat, aku menelpon kak Farel untuk memberi tahu jalannya. Kami akhirnya bisa sampai, banyak yang sudah datang juga.


"Happy birthday kak Farel, jangan mengharapkan kado yang wah dari aku ya!" Aku menjabat tangan kak Farel, lalu memeluknya dan memberikan kadonya.


"Makasih loh! Sepatu aku baru tiap tahunnya gara-gara kamu!"


Kami berbincang-bincang sebentar lalu Latte akhirnya datang, acara tiup lilinnya di mulai. Saat mereka semua berjoget, aku hanya duduk bersama Latte sambil makan. Lalu musik berubah menjadi musik dansa, mereka yang berjoget dengan semangat tiba-tiba kebingungan. Kak Farel datang ke meja kami lalu mengajak Latte berdansa, aku sedikit tertawa melihat wajah serius kak Farel.


"Mau dansa sama aku?" Arya yang tiba-tiba berada di depanku, banyak orang terkejut melihat sikap Arya begitu juga aku.


"Ayo!" Aku menerima ajakannya, aku yakin besok akan ada gosip baru di sekolah tentang ini. Tapi ya sudahlah, telingaku juga sudah terbiasa dengan itu.


Karena halaman rumah kak Farel juga luas, banyak yang ikut berdansa juga. Kami berdansa sampai musiknya habis, lalu musik berubah menjadi musik club lagi.


"Katanya anak baru ada di sini juga loh!" Sahut Latte.


"Ha? Kak Farel emang kenal dia?" Tanyaku dengan sedikit bingung.


"Kenal! Katanya kita juga kenal tahu, tapi dia pulang habis selesai dansa tadi. Siapa ya orangnya?"


Aku juga tidak peduli siapa orangnya, aku sudah kehabisan tenaga. Aku mau segera selesai dan pergi pulang, tapi acaranya sedikit lama kali ini.


"Latte pulang yuk!"


"Bentar lagi selesai kok, nanggung.."


"Ayo.. Ngantuk aku!"


"Iya-iya ayo!"

__ADS_1


Kamipun berpamitan dengan kak Farel lalu pergi pulang, aku mengganti bajuku dan langsung pergi tidur.


Pagi yang cerah, dan untung aku tidak kesiangan. Kakiku sedikit sakit, mungkin karena terlalu lama memakai heels. Aku berangkat sedikit pagi ke sekolah, karena aku ingin makan di kantin. Saat sedang berjalan ke kantin, aku bertemu dengan anak-anak dari top list orang tampan di sekolah. Cuma 3 orang aja, ada Samuel, Ravi, dan Luan anak-anak dari kelas 11 IPA 2.


"Pagi Ella!" ketiganya secara bersamaan.


"Pagi."


Mereka anak-anak playboy, satu sekolahan juga pada tau itu. Mereka coba deketin aku semenjak naik kelas 11, walaupun mereka ganteng kalau playboy ya mending ga usah. Pikiran anak pinter sih gitu, tapi tiap harinya ada aja korban dari mereka bertiga. Cukup cuekin mereka aja, nanti mereka juga nggak bakal tertarik. Tapi mereka anaknya emang cukup asik, aku juga sempet main sama mereka beberapa kali. Tapi kebiasaanya itu yang emang sedikit ngeselin, gombal-gombal ke anak perempuan terus di deketin kalau udah di tinggalin.


"Ella nomer kamu ganti ya?" Tanya Ravi.


"Ella aku punya sepatu yang sama kayak kamu loh, katanya itu limited bangetkan.." Sahut Samuel.


"Ella kenapa kamu berangkatnya ke pagian?"


Aku tidak bisa makan dengan tenang, mereka berisik sekali. Aku malas menjawab mereka, terpaksa aku harus makan dengan terburu-buru lalu meninggalkan mereka.


Aku sebenarnya tidak ingin kenal dan tidak ingin mengenal kelima anak dari top list orang tampan itu, tapi entah kenapa juga aku bisa tiba-tiba kenal sama mereka dan bahkan deket sama beberapa dari mereka. Aku sedikit terganggu dengan tatapan iri dari penggemar mereka, tetapi semakin berjalannya waktu itu sudah tidak seperti dulu lagi. Mereka tidak lagi memberikan tatapan iri, bahkan banyak yang ingin memasukkanku ke dalam 5 top list itu. Benar-benar lucu, apa mereka lupa aku ini perempuan?


"Istirahat 15 menit!" Teriak guru olahraga.


"Gila panas banget sih.." Gumam Latte.


"Eh katanya ada anak barukan? Kapan dateng?" Sambil memberikan botol minum.


"Nggak tahu, harusnya hari ini dia udah mulai masuk."


Aku menanyakan sesuatu yang tidak aku pedulikan, kenapa juga aku tiba-tiba nanya tentang dia. Aku sedikit khawatir, perasaanku tidak enak. Di tambah cuaca sedang panas, aku jadi pusing.


"Latte aku ke uks sebentar ya!"

__ADS_1


"Mau aku temenin?"


"Nggak usah, sebentar doang kok!"


Karena sedikit pusing, aku memutuskan untuk pergi ke uks selama waktu istirahat. Hanya berbaring sebentar, lalu aku akan kembali lagi. Kalau ternyata nanti aku telat, aku harus alasan apa ke guru olahraga?


DUKK


"Ah maaf!" Karena aku melamun jadinya menabrak seseorang, barang-barangnya jadi jatuh berserakan. Aku membantu membereskan barang-barangnya, lalu Latte memanggilku.


"Ella!" Teriak Latte.


"Huh? Ah sekali lagi maaf ya!" Selesai membatunya membereskan barang, aku menghampiri Latte.


Orang yang tadi aku lihat, sepertinya anak baru. Kenapa dia belum pakai seragam, aku tidak sempat melihat wajahnya karena terburu-buru tadi. Yahh, aku juga bakal tahu nanti karena kitakan satu kelas.


"Aku mau tidur di rumah kamu nanti malem!" Latte yang memperlihatkan wajah sebalnya.


"Iya-iya terserah kamu.."


Latte sudah sering menginap di rumahku, begitupun denganku. Aku sudah sering tidur di rumahnya juga, tapi tidak sesering dia tidur di rumahku. Karena aku di rumah sendirian, jadi aku tidak masalah kapanpun dia mau ke rumahku. Aku juga senang jika dia menginap di rumahku, aku jadi tidak sendirian.


"Kenapa ada dia?" Tanyaku sambil menunjuk Arya.


"Ah Ella, Arya kan udah jadi temen deket kita. Lagian cuma mainkan, yang nginep di rumah kamukan cuma Latte.." Jawab kak Farel sambil merangkulku.


"Terserah, ayo."


Entah sejak kapan Arya menjadi teman dekat kami, aku tidak nyaman jika Arya ternyata tidak menganggap kami teman dekatnya. Tapi karena Latte dan kak Farel tidak masalah, aku juga tidak masalah. Teman yang aku pastiin teman dekat atau bisa dibilang sahabat cuma Latte sama kak Farel, selain itu ya cuma teman. Aku pikir aku dekat dengan Arya hanya untuk menjadi teman, karena aku belum bisa pastiin bahwa kami sudah menjadi teman dari kelas 10. Tapi mungkin tidak masalah, Arya sudah cukup baik.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2