
Saat Latte sudah pergi aku pun menanyakan kepada Ibu apakah Ibu tau jika keluarga Reza akan pindah, ternyata Ibu sudah mengetahui nya. Memang cuma aku yang telat mengetahuinya, aku benar-benar merasa sedih. Kenapa Reza tidak memberi tahuku lebih awal, aku selalu memikirkan tentang itu. Reza mengingkari janji yang ia buat sendiri, aku membencinya. Bahkan masih terasa belum lama dia mengucapkan janji itu, aku juga memikirkan apa yang harus ku lakukan saat bertemu dengannya nanti. Apakah perasaanku akan senang, atau merasa terkhianati.
"Apaan nih! Ah kamu ngapain masuk klub seni sih, nyusahin aku aja!" Kata Latte.
"Aku kan juga lagi berusaha, kalem dikit napa." Kak Farel yang cemberut karena di marahi Latte.
Saat ini aku sudah berusia 16 tahun, Kehidupan ku sampai saat ini sudah berjalan normal. Aku sudah tidak memikirkan masa lalu, aku hanya memikirkan masa depan. Aku sudah melupakan Reza walaupun terasa berat dan susah, ini bukan salahnya ataupun salahku. Aku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa.
Latte dan kak Farel adalah sahabat dekatku, mereka menemaniku sampai sekarang. Saat kami SMP kami ternyata satu sekolah tanpa di rencanakan. Dan sekarang kami sudah SMA juga tetap satu sekolah tetapi kalau kali ini memang sudah di rencanakan.
Aku dan Latte sekarang kelas 2 sedangkan kak Farel kelas 3, Kami mengikuti satu klub yang sama dan Latte lah yang menjadi ketua dalam klub ini. Aku hanyalah sekretarisnya, tidak ada wakil di sini. Latte juga yang mengajari kami anak-anak klub seni, aku tidak membuat banyak kesalahan dan cepat memahami. Berbeda dengan kak Farel, dia sebelumnya tidak mengikuti klub seni. Tetapi saat dia tau kami masuk dalam klub ini, dia pun ikut mendaftar juga.
"Arghh!! Aku mau beli minum dulu!" Latte membanting pintu.
"Bisa rusak tu pintu! Ah Ella aku nyusul Latte dulu ya, aku beliin buat kamu juga."
__ADS_1
"Oke kak!"
Fyuhh, mereka akhirnya berhenti juga. Aku sudah terbiasa dengan Latte yang berteriak ke pada kak Farel dan juga kak Farel yang terus berkata bahwa dia bisa dan memahaminya padahal nyatanya dia tidak memahaminya. Padahal seharusnya kak Farel lebih fokus belajar terhadap ujian-ujian yang akan dia laksanakan, tetapi dia tidak khawatir tentang itu karena dia pintar walau bukan di bidang seni.
"Permisi, ini klub seni?"
Seseorang datang dan bertanya kepadaku, dia berkata ingin bergabung ke dalam klub seni. Dan baru kusadari ternyata dia anak yang satu kelas dengan ku namanya Arya, dia anak yang cukup terkenal bisa di bilang dia masuk ke dalam 5 top list orang tampan menurut anak perempuan di sekolah ini. Tetapi sikapnya tidak terlalu di sukai orang-orang, Dia pintar tetapi dia pelit, dia tampan tetapi dia dingin, dia kaya tetapi dia penyendiri. Seharusnya dia bergaul kepada teman-temannya yang berada di 5 top list itu, tetapi dia cuek dan lebih suka menyendiri.
"Kamu bisa isi formulir ini dulu." Sambil memberikan formulirnya.
"Kamu udah selesai?"
Dia terkejut sambil memandang ke arahku.
"Aku tau kamu orangnya cuek, tapi sesama anggota klub ini tolong sopan lah dan mohon kerja samanya." Kata ku sambil mengambil formulirnya.
__ADS_1
Aku pun menyimpan formulir itu lalu pergi keluar, Aku ingin tidur lagi tetapi dia masih ada di dalam. Latte dan Farel pun belum juga kembali, sebenarnya apa yang mereka lakukan sampai selama ini.
"Ah aku mau ke kelas aja."
Di kelas ternyata tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang saja dan mereka sedang tertidur. Melihat kondisi kelas juga tenang aku rasa saatnya melanjutkan tidur siang ku. Aku pun membereskan barang-barang di meja ku, lalu mengeluarkan bantal kecil yang ada di tas ku lalu tertidur.
"Arghh! Lari ada kebakaran!" Teriak salah satu teman sekelasku.
Aku terkejut mendengar teriakan itu, aku terbangun tetapi rasanya sudah terlalu banyak asap yang kuhirup. Kepalaku terasa pusing, aku membasahi sapu tangan ku dengan air untuk menutupi hidungku lalu mencoba pergi keluar. Apinya sudah ada dimana-mana, dan asapnya menutupi pandangan ku.
"Apakah ada orang di sini, tolong.."
Aku mencoba berteriak sebisa ku, tetapi tidak ada jawaban. Aku tetap mencoba pergi keluar, tetapi aku terjatuh karena tertimpa sesuatu. Aku tidak tau tertimpa apa karena aku tidak sempat melihatnya, tubuhku lemas dan kesadaranku perlahan hilang.
Bersambung..
__ADS_1