
Meeting dengan klien sudah selesai.Di dalam ruang meeting Tuan Rangga, asisten Vino, Zelin, dan beberapa karyawan kantor Sanjaya Groups yang mengikuti meeting pada hari itu saling berjabat tangan dengan para klien.
"Mr.Rangga is happy to be able collborate with your company."(Tuan Rangga senang bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan anda)Ucap klien sambil berjabat tangan dengan Tuan Rangga.
"I'm happy too,Mr.William."(Saya juga ikut senang Tuan William)Ucap Tuan Rangga.
"Mr.Rangga you are very fortunate to have a great and beautiful scribe like this Miss Zelin."(Tuan Rangga anda sangat beruntung memiliki skertaris hebat dan cantik seperti nona Zelin ini)Ucap klien sambil menatap ke arah Zelin.
"Of course."(Tentu saja)Ucap Tuan Rangga.
Zelin tersenyum saat mendengarkan perkataan dari Tuan William kepada Tuan Rangga yang seperti sedang memberikan pujian secara langsung kepada diri Zelin.
" Vino,please escort Mr.William to the car."(Vino,tolong antarkan Tuan William sampai ke mobil nya)Perintah Tuan Rangga kepada asisten Vino.
"Good young master."(Baik Tuan muda)Jawab asisten Vino.
Mengapa Tuan Rangga tidak ikut bersama asisten Vino untuk mengantarkan Tuan William ke mobil nya?Perasaan ku tiba-tiba menjadi tidak enak, lebih baik aku ikut asisten Vino mengantarkan Tuan William ke mobil.
"Asisten Vino aku ikut." Ucap Zelin sambil berjalan menuju ke arah asisten Vino.
"Zelin kamu harus tetap disini."Teriak Tuan Rangga kepada Zelin.
"Tapi.." Ucap Zelin pelan.
Tuan Rangga menyuruh asisten Vino dan klien nya untuk keluar dari ruangan meeting. Sedangkan Zelin merasa takut akan diberi hukuman dari Tuan Rangga.
"Mr.William,let me take you to the car."(Tuan William,mari saya antarkan anda ke mobil) Ucap asisten Vino sambil mempersilahkan Tuan William untuk keluar dari ruang meeting.
__ADS_1
"Yes."(Iya)Ucap klien.
Asisten Vino dan para klien sudah keluar dari ruangan meeting.Jadi diruangan meeting sekarang hanya ada Tuan Rangga dan Zelin.
Di dalam ruang meeting, Tuan Rangga tiba-tiba berjalan mendekati Zelin.Hal itu membuat Zelin mulai berjalan mundur kebelakang untuk menghindari Tuan Rangga.
Saat Zelin berusaha berjalan mundur untuk menghindari Tuan Rangga menjadi terhenti oleh sebuah tembok dibelakangnya.Tuan Rangga mendekatkan wajahnya ke wajah Zelin yang membuat Zelin takut dan menutup matanya dibalik kacamata hitam yang masih dikenakannya.
Sekarang Tuan Rangga juga meletakkan kedua tangannya lurus ke tembok dan mengucapkan sesuatu tepat didepan wajah Zelin.
"Aku tidak ingin mencium mu tapi aku hanya ingin bertanya mengapa kamu datang sangat terlambat menghadiri meeting hari ini." Ucap Tuan Rangga pelan.
Zelin yang mendengar perkataan dari Tuan Rangga langsung membuka matanya dan pergi sedikit menjauh dari Tuan Rangga.
"Siapa yang berfikir Tuan akan mencium ku. Tuan aku saja tidak sama sekali berfikir seperti itu."Ucap Zelin yang membelakangi tubuh Tuan Rangga.
"Tadi jalanan sedikit macat." Ucap Zelin.
"Terus kenapa kamu tidak terbangkan saja mobil mu."Ucap Tuan Rangga ketus.
"Apa maksudmu Tuan?"Ucap Zelin yang sedikit bingung.
"Bukankah kemarin kamu bilang sapi bisa terbang dengan meminjam sayap dari ayam. Mengapa kamu tidak meminjam sayap dari ayam untuk menerbangkan mobil mu." Ucap Tuan Rangga sambil berjalan mendekati Zelin
"Emm..ayam belum mendapatkan sayap nya kembali karena sapi masih meminjamnya." Ucap Zelin gugup.
"Alasan!Sekarang cepat bukak kacamata hitam mu itu."Perintah Tuan Rangga.
__ADS_1
Zelin langsung membuka kacamata hitam yang masih dikenakannya.Saat Zelin mulai membuka kacamata area matanya yang hitam karena kurang tidur menjadi terlihat jelas oleh Tuan Rangga.
"Mengapa matamu seperti hantu jelek yang berkeliaran di pagi hari."Ucap Tuan Rangga.
"Semalaman aku tidak tidur untuk segera menyelasikan tugas dari Tuan." Ucap Zelin.
"Cih..matamu yang jelek itu membuat mata ku menjadi sakit.Cepat pakai lagi kacamata hitam mu itu dan ayo cepat ikut dengan aku."Ucap Tuan Rangga sambil menarik tangan Zelin keluar dari ruangan.
Saat di lobby kantor Tuan Rangga yang masih memegang tangan Zelin menjadi tontonan para karyawan kantor.Asisten Vino memarahi para karyawan kantor yang sedang melihati Tuan mudanya dan Zelin.
"Apa kalian semua ini sama sekali tidak mempunyai pekerjaan atau mau dipecat dari kantor ini.CEPAT BUBAR!!"Bentak asisten Vino.
Para karyawan langsung pergi dari lobby kantor. Sedangkan Tuan Rangga dan Zelin hanya melihati saja aksi asisten Vino saat membubarkan para karyawan kantor yang sedang melihati mereka berdua.
"Tuan muda mau kemana?"Tanya asisten Vino.
"Vin,cepat kita akan pergi ke salon nyonya priselly untuk menghilangkan area matanya yang hitam dan jelek." Ucap Tuan Rangga sambil menarik tangan Zelin menuju ke mobil Tuan Rangga.
"Hah salon???"Ucap Zelin pelan.
"Baik Tuan muda."Ucap asisten Vino.
Di tempat parkir khusus mobil president direktur Asisten Vino membukakkan pintu mobil belakang untuk Tuan Rangga.Dan Tuan Rangga menyuruh Zelin untuk duduk di kursi depan mobil bersama asisten Vino.
Setelah semua sudah duduk didalam mobil, asisten Vino langsung melajukan mobil keluar dari kantor Sanjaya Groups dengan kecepatan sedang.
*Jangan lupa like komen dan lanjut ke cerita selanjutnya, Terimakasih ππ*
__ADS_1