
Zelin yang sejak tadi pingsan mulai sadar dan membuka matanya.Tuan Rangga dan dokter Frams yang melihatnya langsung mendekat ke arah Zelin.
"Apa yang sudah terjadi." Tanya Zelin yang bangun dari posisi tidurnya.
"Apa yang kamu lakukan?Sebaiknya kamu tiduran saja dulu."Ucap Tuan Rangga.
"Apa kau baik-baik saja tuan?" Ucap Zelin sambil memegang kening Tuan Rangga.
Kenapa Tuan Rangga tiba-tiba menjadi baik kepada aku??Tidak mungkin Tuan Rangga yang tadi nya bersikap cuek dan dingin tiba-tiba menjadi baik ,seperti nya Tuan sedang kerasukan hantu supermen.He..he..he..
"Jauhkan tangan mu." Ucap Tuan Rangga sambil menepis tangan Zelin dari keningnya.
Dokter Frams memegang tangan Zelin secara tiba-tiba.Hal itu membuat Zelin dan Tuan Rangga sedikit terkejut.
"Perkenalkan saya dokter Frams yang sudah mengobati kamu sekaligus golongan dokter paling tampan di kota Paris ini."Ucap dokter Frams sambil tersenyum manis kepada Zelin.
"Saya Zelin skertaris tuan Rangga.Saya ucapkan terimakasih karena dokter Frams telah mengobati saya." Ucap Zelin sambil melepaskan tangannya dari tangan dokter Frams.
"Ya ampun jangan panggil saya dokter Frams panggil saja saya Frams."Ucap dokter Frams.
Zelin hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum kepada dokter Frams.Sedangkan Tuan Rangga mulai ambil suara karena merasa sedikit risih dengan perilaku dari dokter Frams kepada Zelin.
"Zelin sebaiknya kamu jangan mendengarkan perkataan dari dokter gila ini.Dan bukankah tadi kamu merasa lapar?Cepat makan karena sebentar lagi jam kerja semua orang disini akan segera berakhir."Ucap Tuan Rangga.
"Baiklah.Apakah anda mau Tuan Frams?" Ucap Zelin sambil menawarkan makanan nya kepada dokter Frams.
__ADS_1
"Tentu saja jika bidadari seperti kamu yang menyuapi ku."Ucap dokter Frams.
"Akan ku masukkan sepatu ku ini ke dalam mulut mu Frams jika kamu masih berbicara satu patah kata lagi."Ancam Tuan Rangga yang sudah sangat geram mendengar rayuan murahan dari dokter Frams kepada Zelin.
"Baiklah.Aku akan pergi saja dari pada aku akan tiada disini karena memakan sepatu mu.Angga aku akan kembali ke rumah sakit dan aku titip kan bidadari impianku ini kepada mu." Ucap dokter Frams sambil berjalan keluar dari dalam ruang kerja Zelin.
Setelah dokter Frams keluar dari dalam ruang an asisten Vino masuk ke dalam ruangan dengan membawa obat untuk Zelin.
"Tuan muda ini obat untuk nona Zelin." Ucap asisten Vino sambil memberikan obatnya kepada Tuan Rangga.
"Ini obat mu." Ucap Tuan Rangga.
"Setelah selesai makan kamu ke ruangan saya." Ucap Tuan Rangga ketus kepada Zelin
Tuan Rangga pergi keluar dari dalam ruang kerja Zelin menuju ruang kerjanya diikuti asisten Vino yang seperti biasa berjalan dibelakang Tuan Rangga.
"Egghhh...delicious." Ucap Zelin yang sudah selesai makan.
Selesai makan Zelin membereskan meja yang penuh dengan sampah makanan yang telah dia makan tadi.Setelah meja sudah bersih dan rapi Zelin pergi ke ruangan Tuan Rangga.
Tok...tok... tok...
"Masuk." Teriak Tuan Rangga dari dalam ruangan.
Zelin berjalan masuk ke dalam ruangan Tuan Rangga.Di dalam ruangan sudah ada Tuan Rangga dan asisten Vino yang sedang meminum secangkir teh.
__ADS_1
"Tuan saya ucap kan terimakasih atas makanan yang telah anda berikan tadi. Makanannya sangat lezat." Ucap Zelin.
Tuan Rangga sama sekali tidak menjawab perkataan Zelin.Asisten Vino berjalan ke arah Zelin dengan membawa sebuah kantong kresek berukuran besar yang dipegang di tangan asisten Vino.
"Ini untuk mu nona Zelin,ambilah." Ucap asisten Vino dengan memberikan kantong kresek besar yang dipegang nya.
"Apa ini asisten Vino?" Tanya Zelin dengan mengambil kantong kresek besar yang diberikan asisten Vino.
"Itu dari tuan muda." Ucap asisten Vino.
"Tuan Rangga memberikan satu black dress untuk anda kenakan besok malam pada saat acara pertunangan tuan muda dengan nona Melisa dan disitu juga sudah ada undangan untuk anda dari tuan muda."Ucap asisten Vino
"Ya."Ucap Zelin ketus.
"Saya telah memberikan kamu dress bagus jadi cepat ucap kan terimakasih kepada saya. Disitu juga sudah ada cream untuk area mata mu yang hitam itu." Ucap Tuan Rangga.
"Terimakasih!" Ucap Zelin ketus.
Zelin langsung pergi keluar dari ruangan Tuan Rangga menuju ke ruang kerja nya untuk mengambil tas dan beberapa berkas penting.
"Kenapa yah nih telinga sakit banget saat dengar besok malam abu gosok akan segera tunangan sama tuh nenek lampir." Gerutu Zelin.
"Tau lah masa bodoh!Ngapain juga aku mikirin pertunangan abu gosok sama tuh nenek lampir." Gerutu Zelin lagi.
Zelin pergi keluar kantor menuju ke mobil Karin yang dia pakai untuk pulang kerumah Karin karena jam kerja Zelin sebagai skertaris pada saat itu sudah selesai.
__ADS_1
*Jangan lupa like komen dan lanjut ke cerita selanjutnya, Terimakasih ππ*