Jatuh Cinta Kepada Tuan Muda

Jatuh Cinta Kepada Tuan Muda
EPISODE 22


__ADS_3

Zelin sudah selesai berbicara dengan klien dan mengantarkan klien menuju ke mobil miliknya yang berada di luar kantor.Saat mobil yang dinaiki oleh klien sudah melaju ke luar kantor Zelin pergi menuju ke ruang kerjanya.


Tidak beberapa lama kemudian mobil milik Tuan Rangga juga sudah terparkir di tempat parkir khusus president direktur.Tuan Rangga langsung turun dari mobil menuju ke dalam kantor diikuti oleh asisten Vino.


Seorang resepsionis datang menghampiri Tuan Rangga dan asisten Vino.Resepsionis itu mengatakan bahwa Zelin telah menemui klien Tuan Rangga beberapa menit yang lalu.


Tuan Rangga yang mendengarkan itu pergi menuju ke ruang kerja Zelin dengan asisten Vino.Setelah berada di dalam ruang kerja Zelin Tuan Rangga melihat Zelin sedang sibuk mencari sesuatu di lemari buku.


"Apa yang sedang kamu lakukan dengan klien saya?" Tanya Tuan Rangga yang sedikit berteriak.


"Mencari beberapa dokumen." Jawab Zelin ketus.


Tuan Rangga berjalan mendekati Zelin dan menarik tangan Zelin secara tiba-tiba.


"Saya sedang bertanya serius." Ucap Tuan Rangga sambil melototkan matanya.


"Saya juga menjawab dengan serius." Ucap Zelin.


Saat Tuan Rangga ingin menjawab perkataan Zelin tiba-tiba saja perut Zelin berbunyi karena merasa lapar.


"Cih! Pasti itu bunyi anak dugong yang sedang kelaparan." Ucap Tuan Rangga sambil tersenyum sinis.


"Enak saja.Ini bunyi perut saya bukan bunyi anak dugong." Ucap Zelin kesal.


Tuan Rangga tidak menghiraukan perkataan Zelin melainkan meminta asisten Vino untuk membeli makanan di luar kantor.Asisten Vino pergi keluar dari dalam ruangan Zelin untuk membeli makanan.


Pada saat Zelin berjalan kearah Tuan Rangga dia melihat ada seekor cicak yang terjatuh ke lantai.Cicak itu membuat Zelin menjadi sangat ketakutan dan jatuh pingsan.


Tuan Rangga merasa bingung saat melihat Zelin jatuh pingsan karena melihat seekor cicak yang jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Zelin."Ucap Tuan Rangga sambil berjalan mendekati Zelin.


Tuan Rangga mengangkat tubuh Zelin yang sedang jatuh pingsan dan membaringkan tubuh Zelin di atas sofa.


"Zelin bangun!Zelin jangan bercanda!Bangun cepat.."Ucap Tuan Rangga sambil menepuk-nepuk pipi Zelin.


"Apa dia benar-benar pingsan?Ya ampun apa yang harus saya lakukan?" Ucap Tuan Rangga yang merasa bingung.


Tuan Rangga berfikir untuk memberikan nafas buatan kepada Zelin.Karena terpaksa Tuan Rangga memulai untuk memberikan nafas buatan kepada Zelin.


Pada saat bibir Tuan Rangga sudah sangat dekat dengan bibir Zelin untuk memberikan nafas buatan,asisten Vino datang tiba-tiba dengan membawa banyak makanan.


"Haa.." Teriak asisten Vino yang sedang berdiri di dekat pintu.


"Vino!" Ucap Tuan Rangga.


"Aku tidak melihat nya.Sungguh tuan muda aku benar-benar tidak melihat nya." Ucap asisten Vino sambil memejamkan matanya.


"Apa yang kamu lakukan disitu!" Ucap Tuan Rangga


"Sa..saya ingin memberikan makanan ini tuan.Dan saya tidak sengaja melihat tuan ingin mencium nona Zelin.Tidak.. tidak.. maksud saya,saya tidak melihat nya." Ucap asisten Vino yang masih memejamkan matanya.


"Jauhkan pikiran kotor mu itu.Zelin tiba-tiba pingsan jadi saya hanya ingin memberikan nafas buatan untuk nya."Ucap Tuan Rangga.


"Baik tuan." Ucap asisten Vino.


"Letakan makanan itu di meja.Setelah itu cepat ambil handpone milik mu dan teflon dokter Frams untuk datang ke kantor." Perintah Tuan Rangga.


"Baiklah tuan."Ucap asisten Vino.

__ADS_1


Asisten Vino meletakan makanan yang di bawanya dengan mata yang masih tertutup.


Brakkk......


"Aduh!!kaki ku..." Teriak asisten Vino yang sudah membuka matanya.


"Kenapa kamu berjalan dengan mata yang tertutup?" Tanya Tuan Rangga.


"Hanya untuk berjaga-jaga tuan."Ucap asisten Vino yang masih meringis kesakitan.


" Ya sudah tuan saya permisi untuk meneflon dokter Frams."Ucap asisten Vino.


Asisten Vino langsung meletakan makanan ke atas meja dan pergi keluar dari dalam ruangan untuk meneflon dokter Frams.


Tidak lama kemudian asisten Vino kembali ke dalam ruangan kerja Zelin dengan seorang dokter tampan yang berposture tubuh tinggi sama seperti Tuan Rangga dan asisten Vino.


"Apa yang telah terjadi dengan wanita cantik ini?"Tanya dokter Frams sambil berjalan menuju ke arah Zelin dan Tuan Rangga.


Tuan Rangga dan asisten Vino sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari dokter Frams.Dokter Frams mulai mengeluarkan alat untuk memeriksa Zelin dari dalam tas dokter yang di bawanya.


"Apa yang terjadi dengan nya?" Tanya Tuan Rangga.


"Dia hanya pingsan tidak ada yang perlu di cemaskan." Ucap dokter Frams yang sudah selesai memeriksa Zelin.


"Ini vin resep obatnya.Kamu minta resep yang sudah saya tulis di kertas itu ke apotek." Ucap dokter Frams sambil memberikan resep obat kepada asisten Vino.


Asisten Vino hanya menganggukkan kepala nya kepada dokter Frams dan mengambil resep obat yang di berikan dokter Frams.


Asisten Vino juga pergi keluar ruangan menuju apotek untuk membeli obat sesuai dengan kertas resep obat yang telah di berikan dokter Frams.

__ADS_1


*Jangan lupa like komen dan lanjut ke cerita selanjutnya, Terimakasih πŸ™πŸ™*


__ADS_2