
Ricky yang masih lari untuk menghindari kemarahan dari Zelin pergi berlari dengan cepat menuju masuk ke dalam lift yang akan mulai tertutup.
"Hai tunggu jangan lari kamu!!" Teriak Zelin.
Saat lift akan tertutup Ricky langsung menerobos masuk ke dalam lift.
"Bye..Bye..jangan marah.He..he..he" Teriak Ricky yang melambaikan tangannya dari dalam lift kepada Zelin sambil tertawa.
Lift saat ini sudah benar-benar tertutup dengan rapat dan Zelin tidak bisa masuk ke dalam lift untuk mengejar Ricky.
Zelin memilih menggunakan tangga darurat untuk mengejar Ricky karena Zelin yang tidak mau dengan mudah melepaskan Ricky begitu saja.
"Awas saja kamu bakalan saya jadikan kentang goreng!" Gumam Zelin pelan.
Zelin mulai berlari menuruni anak tangga, tiba-tiba saja sepatu high heels yang sedang Zelin kenakan patah sebelah.
Zelin melepaskan dan melempar kedua pasang sepatu high heels yang dia kenakan ke bawah tangga darurat.
Saat Zelin sudah melempar sepatu high heels nya ke bawah tangga ada suara seorang pria yang menjerit kesakitan.Pria itu adalah salah satu seorang cleaning service kantor yang sedang mengepel di lantai bawah.
"Aww...." Jerit cleaning service dari bawah tangga.
"Oh ya ampun suara apa itu?" Ucap Zelin sambil melihat ke bawah tangga.
"Ini sepatu siapa!" Teriak cleaning service.
"Aduh seperti nya high heels yang tadi aku lempar mengenai cleaning service itu." Gumam Zelin pelan.
Zelin dengan cepat langsung berjalan menuju ke bawah.Saat Zelin sudah berada di bawah Zelin berpura-pura tidak melihat ke arah cleaning service yang sedang marah-marah sambil memegang sepatu milik Zelin.
__ADS_1
Zelin langsung berjalan menuju lobby kantor tanpa menggunakan sepatu.Suasana lobby di kantor sangat sepi tidak ada orang hanya saja ada resepsionis yang selalu ada di meja resepsionis dan dua orang cleaning service yang sedang membersihkan area lobby.
Setelah Zelin sudah berada di lobby kantor dia melihat Ricky yang baru saja keluar dari dalam lift khusus karyawan kantor.Ricky tidak mengetahui jika Zelin sudah berada di lobby kantor lebih awal dari pada dirinya.
"Ricky!Jangan berusaha kabur lagi ya kamu!!" Teriak Zelin sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Haa..Kok cewe itu sudah di situ,kapan dia sampainya?Sebaiknya aku kabur saja." Ucap Ricky pelan.
Zelin berlari ke arah Ricky yang masih berdiri di depan pintu lift.Sedangkan Ricky berusaha melarikan diri ke luar dari dalam kantor.Zelin yang tidak patah semangat masih tetap berusaha mengejar Ricky walaupun tanpa harus mengenakan alas kaki.
"Berhenti non!Berhenti! Ini lantai nya baru saja di pel dan masih basah nanti kalau jatuh bagaimana?" Teriak cleaning service yang melihat Zelin sedang berlari menuju lantai yang baru saja di pel.
Zelin tidak menghiraukan perkataan dari cleaning service dan tetap mengejar Ricky yang mau kabur.Tiba-tiba saja Zelin terpeleset lantai yang baru saja di pel.Tetapi beruntung nya Zelin tidak terjatuh ke lantai karena ada seorang pria yang menangkap tubuh Zelin yang akan jatuh ke lantai dari belakang.
Pria yang menyelamatkan Zelin tidak lain adalah Tuan Rangga.Zelin jatuh tepat di pelukan Tuan Rangga.Saat itu Zelin juga menatap mata Tuan Rangga begitu sebalik nya dengan Tuan Rangga yang menatap mata indah milik Zelin.
Peristiwa itu tidak berlangsung lama karena asisten Vino yang secara tiba-tiba saja datang ke arah Tuan Rangga dan Zelin sehingga merusak suasana romantis di antara Tuan Rangga dan Zelin.
"Lepaskan saya!" Ucap Zelin pelan kepada Tuan Rangga yang masih memegang tubuh Zelin.
Tuan Rangga langsung melepaskan tubuh Zelin dan Zelin juga langsung mulai berdiri dengan tegak.Setelah melepaskan tubuh Zelin Tuan Rangga mengelap kedua tangan nya menggunakan sapu tangan.
"Kenapa tangannya di lap pakai sapu tangan?" Tanya Zelin.
"Banyak kuman nya." Ucap Tuan Rangga cuek.
"Apa!!Jadi maksud tuan Rangga tubuh saya mengandung kuman." Ucap Zelin yang sedikit kesal.
Tuan Rangga tidak menghiraukan perkataan dari Zelin melainkan membuang sapu tangan yang sedang dia pegang ke dalam sebuah tempat sampah.
__ADS_1
"Ngapain kamu mengejar Ricky?"Tanya Tuan Rangga kepada Zelin.
"Oh iya Ricky sini kamu jangan kabur lagi." Ucap Zelin sambil berjalan ke arah Ricky.
Ricky yang melihat Zelin sedang berjalan ke arah nya bersembunyi di belakang tubuh asisten Vino.Berbeda dengan Zelin yang bagian belakang bajunya di pegang oleh Tuan Rangga.Hal itu membuat Zelin kesulitan untuk berjalan ke arah Ricky.
"Mau kemana kamu?" Tanya Tuan Rangga sambil memegang bagian belakang baju milik Zelin.
"iih.. lepassin baju saya.Saya mau menjadikan si Ricky itu jadi kentang goreng dadakan." Ucap Zelin yang masih berusaha melepaskan tangan Tuan Rangga dari baju nya.
"Terus kenapa kamu tidak menggunakan sepatu saat di kantor.Dimana Sepatu kamu?" Tanya Tuan Rangga.
"Sepatu nya sudah saya buang karena high heels yang sudah patah." Ucap Zelin yang masih memberontak.
"Vino kamu bawa Ricky ke waiting room dan kamu Ricky ikut dengan asisten Vino.Saya mau pergi ke luar dengan anak dugong ini." Ucap Tuan Rangga sambil menatap sinis ke arah Zelin.
"Baik tuan muda." Ucap asisten Vino.
Asisten Vino dan Ricky berjalan pergi menuju ke waiting room dengan meninggalkan Tuan Rangga dan Zelin masih berada di lobby.
"Lah kok tuan Rangga malah menyuruh Ricky pergi sih.Urusan saya kan dengan Ricky masih belum selesai." Ucap Zelin.
"Urusan kamu dengan saya juga masih belum selesai.Ayo cepat ikut dengan saya." Ucap Tuan Rangga sambil menarik bagian belakang baju milik Zelin ke luar kantor.
"Tap.. tapi kita mau kemana." Tanya Zelin.
"Gak usah banyak tanya! Tinggal jalan dan ikuti saja." Ucap Tuan Rangga.
Tuan Rangga menarik bagian belakang baju milik Zelin di sepanjang perjalanan menuju ke tempat parkir khusus president direktur.
__ADS_1
*Jangan lupa like komen dan lanjut ke cerita selanjutnya, Terimakasih ππ*