
Tuan Rangga yang sudah berada di area parkir khusus president direktur mulai membuka pintu depan mobil milik nya.
"Ayo cepat masuk." Ucap Tuan Rangga yang menyuruh Zelin masuk ke dalam mobil.
"iih..ini lepasin dulu tangan aku!" Ucap Zelin.
Tuan Rangga telah melepaskan tangan Zelin yang sejak tadi dia tarik dari lobby sampai ke area parkir khusus president direktur.
"Cepat masuk." Ucap Tuan Rangga.
"Gak mau!Tuan Rangga sudah membawa saya kesini secara paksa dan sudah membuat tangan saya menjadi merah." Gerutu Zelin.
"Zelin..cepat lah masuk! Jangan menguji kesabaran saya." Ucap Tuan Rangga
"Gak mau... dan gak akan mau!"Ucap Zelin.
Zelin tidak mau masuk ke dalam mobil melainkan dia malah mengambil posisi jongkok sambil mengelus-ngelus pergelangan tangan nya yang sedikit merah karena Tuan Rangga.
Sedangkan Tuan Rangga terpaksa harus mengangkat tubuh Zelin masuk ke dalam mobil karena sudah merasa kesal dengan sikap Zelin yang sedikit ke kanak-kanak kan.
"Eeeh...apa-apaan ini!" Teriak Zelin yang terkejut dengan sikap Tuan Rangga kepada dirinya.
"Ini kesalahan mu sendiri karena tidak mau masuk ke dalam mobil." Ucap Tuan Rangga.
Setelah Zelin sudah masuk dan duduk di dalam mobil, Tuan Rangga langsung menutup pintu depan mobil.Begitu juga dengan Tuan Rangga yang ikut masuk ke dalam mobil.
Tuan Rangga mulai menginjak pedal mobil dengan kecepatan sedang menuju keluar area kantor Sanjaya Groups.
Beberapa menit kemudian mobil milik Tuan Rangga sudah berhenti di depan sebuah mall yang sangat besar dan mewah.
"Ayo cepat turun,kita sudah sampai." Ucap Tuan Rangga.
"Maaf tuan sebelumnya tapi kenapa kita pergi ke mall." Tanya Zelin.
"Mau turun atau saya tinggal kamu sendirian disini." Ucap Tuan Rangga.
__ADS_1
"Saya tidak bisa ikut masuk ke dalam tuan. Saya kan tidak mengenakan sepatu masa mau masuk ke dalam mall nanti malah ada banyak orang yang mengira saya orang gila." Ucap Zelin sambil menatap kaki nya yang tidak mengenakan sepatu.
"Ya sudah kamu tunggu di mobil saja." Ucap Tuan Rangga.
Zelin hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum kepada Tuan Rangga.Tuan Rangga keluar dari dalam mobil meninggalkan Zelin menuju ke dalam mall.
Abu gosok nanti malam akan tunangan dengan nenek lampir terus aku masa belum membeli hadiah apa pun.Oh iya Karin sudah tau atau belum ya abu gosok nanti malam akan tunangan dengan nenek lampir?
Zelin berfikiran untuk meneflon Karin tapi di saat itu handpone milik Zelin tertinggal di kantor.Akhirnya Zelin hanya bisa duduk diam tanpa bersuara di dalam mobil seperti hal nya anak kecil yang baik hati dan manis.
Tidak berapa lama kemudian Tuan Rangga datang bersama beberapa pegawai wanita cantik yang berjalan dibelakang Tuan Rangga. Tuan Rangga mengetuk jendela depan mobil milik nya dari luar dan menyuruh Zelin untuk keluar dari dalam mobil.
Zelin yang melihat keberadaan Tuan Rangga dari dalam kaca mobil langsung membuka pintu mobil dan berjalan keluar dari dalam mobil menuju ke arah Tuan Rangga.
"Siapa mereka?" Tanya Zelin kepada Tuan Rangga saat melihat beberapa pegawai wanita cantik yang berdiri dibelakang Tuan Rangga dengan membawa sesuatu.
"Tunjukkan beberapa model sepatu yang kalian bawa kepada skertaris saya ini." Perintah Tuan Rangga kepada para pegawai.
"Baik tuan." Ucap salah satu pegawai.
Zelin berjalan menghampiri para pegawai wanita itu dan mengambil satu pasang sepatu dari dalam box yang di bawa oleh salah satu pegawai wanita itu.
"Sepatu branded?" Ucap Zelin pelan.
"Cepatlah pilih sepatu yang kamu sukai karena kita tidak mempunyai banyak waktu lagi." Ucap Tuan Rangga kepada Zelin.
Zelin berjalan dengan cepat kembali ke arah Tuan Rangga dan Zelin membisik kan sesuatu di telinga Tuan Rangga.
"Tuan saya tidak bisa memilih salah satu dari sepatu itu." Bisik Zelin.
"Kenapa?" Tanya Tuan Rangga.
"Jangan berbicara terlalu keras atau mereka akan mendengarnya." Bisik Zelin.
"Baiklah sekarang katakan kenapa kamu tidak bisa memilih salah satu dari sepatu itu." Bisik Tuan Rangga.
__ADS_1
"Tuan, apakah tuan tahu kalau aku ini tidak mempunyai banyak uang untuk membeli sepatu breanded itu." Bisik Zelin
"Hahaha....aduh kasihan banget sih anak dugong seperti orang susah saja." Ucap Tuan Rangga keras.
Para pegawai wanita yang masih berdiri pada tempat nya menjadi ikut tertawa karena baru kali ini orang luar melihat Tuan Rangga yang terkenal dingin tertawa dengan begitu keras.
"Hem!Kenapa kalian semua ikut tertawa!?" Tanya Tuan Rangga sambil memasang wajah dingin nya seperti biasa.
"Saya tidak ingin melihat kalian semua tertawa lagi di depan saya atau jika kalian masih tertawa sekali lagi di depan saya, saya akan pastikan kalian tidak akan pernah bisa tertawa lagi selama nya."Ucap Tuan Rangga.
Para pegawai wanita itu langsung menjadi ketakutan mendengar ancaman dari Tuan Rangga.Dengan cepat para pegawai wanita itu juga menundukkan kepalanya kebawah.
Abu gosok ini berani-berani nya menghina dan menertawakan aku di depan para semua pegawai ini.Awas saja akan aku balas kamu!
Mata Zelin melirik dan bibir Zelin tersenyum tipis ke arah Tuan Rangga.
"Cepat pilih sepatu yang kamu inginkan." Ucap Tuan Rangga.
"Baiklah.Tuan Rangga tadi meminta saya untuk memilih sepatu yang saya sukai dan inginkan.Jadi saya memutuskan untuk memilih semua sepatu yang kalian bawa karena saya menyukai sekaligus mengingin kan semua sepatu itu." Ucap Zelin sambil tersenyum licik.
"Semua?Apa saya tidak salah dengar?"Ucap Tuan Rangga kaget.
"Iyah benar." Ucap Zelin sambil tersenyum.
"Apa tidak sebaiknya kamu memilih satu atau tiga sepatu saja." Ucap Tuan Rangga.
"Kenapa?Apa tuan Rangga tidak sanggup mengeluarkan uang sebanyak itu?" Tanya Zelin sambil tersenyum tipis.
"Bukan seperti itu maksud saya." Ucap Tuan Rangga.
"Aduh tuan Rangga katanya horang kaya masa gak punya banyak uang sih?Jangan seperti orang susah deh." Ucap Zelin.
"Letak kan semua sepatu itu di dalam bagasi mobil saya dan berikan satu sepatu untuk dikenakan skertaris saya ini." Perintah Tuan Rangga tegas kepada para pegawai.
Para pegawai wanita itu mulai memasukkan sepatu yang mereka bawa ke dalam bagasi mobil milik Tuan Rangga dan memberikan sepasang sepatu kepada Zelin.Zelin langsung mengenakan sepatu yang diberikan oleh salah satu pegawai wanita kepada dirinya saat itu.
__ADS_1
*Jangan lupa like komen dan lanjut ke cerita selanjutnya, Terimakasih ππ*