
Xio feifei terus memeluk Lu ming dan memohon agar tidak di bawa ke rumah sakit,, tubuhnya terus bergetaran karena ketakutan..
" Lepaskan." Ucap Lu ming agar feifei melepaskan pelukan nya itu..
" Tidak Mau! Aku tidak mau melepaskan paman." Teriak feifei yang terus memeluk kencang Lu ming.. dan terus memohon seperti anak kecil yang takut pada jarum..
" Tubuh wanita ini gemetaran! dia benar-benar ketakutan!." ucap Lu ming dalam hati yang merasakan tubuh feifei terus bergetaran..
" Paman aku baik-baik saja.. aku tidak perlu dibawa ke rumah sakit.. jangan bawa aku kesana ya..hiks..hikss.." rengekan feifei pada Lu ming..
Lu ming pun melihat reaksi feifei yang sedang memohon kepada nya, karena xio feifei yang dulu tidak pernah berinisiatif untuk memeluk Lu ming dengan tubuh yang bergetar dan menangis karena ketakutan hanya karena ingin di bawa ke rumah sakit..
" Apa dia benar-benar xio feifei yang angkuh dan murahan itu?.. ada yang salah dia tidak mungkin menunjukkan ekspresi seperti ini sebelumnya. dia benar-benar menjadi orang yang berbeda.. selain itu xio feifei tidak mungkin berani menyentuh ku.. ini pertama kali nya dia mengambil inisiatif untuk memeluk ku" ucap Lu ming dalam hati nya yang mulai sedikit curiga dengan kelakuan feifei akhir-akhir ini yang semakin berbeda..
Lu ming pun luluh kepada feifei dia mulai merespon permohonan feifei dan tangannya menggapai rambut feifei berniat untuk menenangkan feifei yang ketakutan itu..
Ppppuuuukkkk.. suara ketika tangan Lu ming berada di atas kepala feifei dan mencoba membelai rambutnya.. namun seketika si para pelayan pengganggu itu merusak suasana di antar mereka..
"Ah presdir Lu membelai kepala xio feifei! apa yang terjadi." Ucap pelayan wu dalam hati dan beberapa pelayan perempuan yang berekspresi kaget dengan apa yang mereka lihat..
" Presdir Lu." Teriak pelayan wu yang menghancurkan suasana romantis itu..
Seketika mendengar suara dari pelayan wu itu Lu ming pun tersadar dan dia berhenti membelai xio feifei. Lu ming langsung mengangkat xio feifei seperti anak kecil dan melemparnya ke kasur kembali. seperti melemparkan anak kucing yang habis kehujanan itu...
__ADS_1
" Ah." teriak feifei yang habis di lemparkan oleh Lu ming si harimau galak..
" Terserah kamu mau pergi atau tidak. kalau kaki mu menjadi lumpuh. itu salah mu sendiri." Ucap Lu ming dengan nada cuek dan ketus dan tatapan datarnya itu..
" Benarkah." Jawab feifei yang langsung berubah ekspresi dari yang tadinya menangis langsung berubah menjadi senang..
Semua orang yang ada di ruangan itu pun heran dan syok dengan perubahan ekspresi feifei itu. termasuk Lu ming.. ekspresi nya berubah sangat cepat, secepat membalikkan telapak tangan..
" Dia benar-benar menjadi senang.", Ucap dalam hati semua orang yang ada di dalam termasuk Lu ming..
Namun perubahan sikap feifei akhir-akhir ini membuat Lu ming sedikit mulai peduli padanya.. walau di mulut berkata terserah namun hatinya tetap khawatir dengan keadaan xio feifei itu.. dan Lu ming pun menyuruh pelayan nya untuk membawa feifei ke ruangan pemeriksaan pribadi milik keluarga Lu. yang hanya di ijinkan masuk hanya nyonya besar Lu dan tuan besar Lu juga Lu ming.. sebelum sesakit-sakit nya xio feifei, Lu ming tak pernah mengijinkan dia di bawa ke ruangan itu..
" Bawa dia ke ruang pemeriksaan untuk di periksa." Ucap Lu ming pada pelayan wu
" Tuan Lu! Ruangan itu hanya boleh di pakai Tuan, Tuan dan Nyonya besar saja." Jawab pelayan wu yang kaget dengan keinginan Lu ming..
" Bawa dia kesana segera." jawab Lu ming dengan wajah datarnya yang tidak menggubris perkataan pelayan wu..
" Baik Tuan." Ucap pelayan wu yang menuruti perkataan dari tuannya itu..
Xio feifei pun mengganti pakaian nya dan langsung dibawa ke ruang pemeriksaan untuk di periksa.. saat berjalan menuju ruang pemeriksaan xio feifei masih sedikit ketakutan.. namun dia tetap menurut karena dia berpikir lebih baik dari pada di bawa kerumah sakit..
Ruang pemeriksaan resonansi magnetik..
__ADS_1
Setelah sampai feifei di suruh untuk berbaring di tempat pemeriksaan keseluruhan badannya, dan dokter pun akan tahun seberapa parah sobekan di kaki xio feifei itu..
Wuusshhhh.. wuusshhhh.. wuusshhhh..
suara alat pemeriksaan resonansi magnetik itu yang sedang memeriksa xio feifei..
" Ah. aku melihat benda ini di rumah sakit. ternyata paman memiliki benda ini di rumah nya. benda ini di pakai untuk melakukan ritual yang mengerikan.."Ucap xio feifei dalam hati nya yang ketakutan di makan oleh benda aneh menurut dia itu..
Setelah selesai pemeriksaan xio feifei pun di bawa kembali oleh pelayan wu ke kamarnya, hasilnya pun sudah terlihat dokter rhou pun langsung menganalisa hasilnya untuk di beritahukan kepada feifei dan Lu ming..
"kesobekan pada ligamen anda tidak parah. dan luka di kaki anda hanya di kulit nya saja.
tapi tetap saja selama satu Minggu kedepan anda tidak di perbolehkan untuk menggunakan kaki anda untuk aktivitas yang terlalu berat, seperti berkari atau melompat." Ucap dokter rhou yang menjelaskan hasil pemeriksaan nya kepada pasangan suami istri itu..
" Baiklah." Jawab feifei dengan wajah imutnya yang menuruti kata-kata dari dokter itu..
" Lalu, pergelangan tangan nona xio sudah sembuh. jadi saya akan melepaskan perbannya" ucap dokter rhou yang memberi tahu bahwa tangan feifei sudah sembuh dari luka akibat bunuh diri itu..
Setelah di lepas perbannya,, xio feifei pun menggerakkan tangannya dan memeriksa tangannya itu seperti anak kecil,, Lu ming yang duduk di sebelah feifei melihat feifei bertingkah seperti itu.. membuat nya semakin terlihat lucu dan menggemaskan.. hanya saja Lu ming gengsi mengatakan nya.. setelah selesai memperhatikan xio feifei,, Lu ming pun menyuruh pelayan wu mengantarkan dokter rhou pulang..
" Terimakasih untuk kerja keras anda. pelayan wu antara kan Dr. rhou." ucap Lu ming.
" Ah tidak perlu! saya pergi dulu." Jawab Dr. rhou yang langsung pergi tanpa di antar..
__ADS_1
Dokter rhou pun sudah pulang dan pelayan wu keluar dari kamar feifei, pelayan wu bermaksud untuk membereskan TV yang di rusak feifei itu..dan sesama nya di ruangan TV itu.. pelayan wu masih saja terkejut dan tidak percaya TV LCD keluaran terbaru itu rusak sia-sia.. pelayan wu terus menatap ke arah TV itu..
" Ah.. TV LCD terbaru.. kepala ku sakit. aku tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.." Ucap nya dalam hati sambil mengingat kejadian feifei merusak TV itu dengan mudah..