
" Aaahhhh.." teriakan xio feifei yang keras
" itt..ttuuu dadamu terlihat.. dasar tidak tahu malu.." teriak xio feifei yang melihat dada Lu ming, karena Lu ming hanya memakai baju handuk yang dada nya terlihat..
Xio feifei pun malu dan memalingkan wajahnya sambil menutup mata, mukanya memerah..
" Hah ." sontak Lu ming yang bingung..
" Kamu bahkan tidak memakai pakaian sepantasnya." ucap feifei sambil menunjuk ke arah dada lu ming yang kek roti sobek itu..
" Apa?? kenapa kamu bertingkah sok polos?." jawab Lu ming ke feifei yang kembali membelakangi Lu ming lagi dan menjongkok di depan Lu ming seperti anak kecil yang malu..
" Tapi paman.." jawab feifei..
" Berhenti memanggilku paman! siapa pamanmu.." teriak Lu ming keras yang marah karna feifei memanggilnya paman terus..
"Ehh.". tiba-tiba feifei sadar dan terhentak karena Lu ming berkata seperti itu..
" Aku.. Aku tidak tau harus memanggil paman apa.." jawab feifei teriak sambil kembali menutup matanya seperti anak kecil..
" Panggil aku dengan namaku.." ucap Lu ming..
" Baiklah aku akan mengingatnya." ucap feifei teriak..
Walaupun sudah jelas paman itu bukanlah pamanku. Tapi dia memiliki aura dingin yang sama dengan paman. Mau tidak mau aku menjadi takut padanya... ucap feifei dalam hati yang mengingat paman kaisarnya..
Saat itu juga Lu ming melihat kembali keadaan dapur dan dia tersadar bahwa feifei melakukan semua itu hanya untuk makan..
" Wanita ini sungguh menyedihkan." ucap Lu ming dalam hatinya yang mulai merasa kasihan..
" Pelayan wu menyuruhku untuk membuat makananku sendiri.. Tapi semua makanan disini beku dan terlalu dingin untuk dimakan. Aku sudah mencari di seluruh ruangan, tapi aku tetap tidak bisa menemukan makanan yang bisa dimakan. jadi untuk menahan rasa lapar ku. aku hanya minum air saja.." ucap xio feifei sedikit malu dan menutup mukanya.
" Lemari putih itu ternyata sangat canggih. dia bisa mengeluarkan suara bila kamu membiarkan nya terbuka. mungkin itu untuk memberi peringatan akan sesuatu..." ucap xio feifei menceritakan apa yang dia alami kepada Lu ming..
Sementara xio feifei bercerita. Lu ming hanya mencoba membereskan dapur, dan menutup lemari-lemari yang terbuka karena xio feifei..
..Bllaamm..bllamm..bllaamm.. suara Lu ming yang menutup lemarinya.. di saat itu xio feifei mendapatkan beberapa buah-buahan dan mencoba keluar pelan-pelan sambil membawa buah-buahan nya di pelukan nya..
" Berhenti disitu.." ucap Lu ming yang mengetahui feifei mengendap-endap membawa buah-buahan nya..
__ADS_1
Feifei pun terkejut dan spontan berhenti..
" Ok." jawab feifei spontan..
Lalu Lu ming pun menghampiri feifei dan memukul buah-buahan yang ada di pelukan feifei.. buahnya pun berjatuhan.. sementara feifei hanya diam sambil matanya mengikuti buah itu jatuh. seakan tidak rela buah itu jatuh..
Setelah buahnya jatuh semua, Lu ming pun menarik feifei dengan keras..
" Ehh.. paman.. bisakah paman berjalan lebih pelan sedikit.." ucap feifei yang kaget karena di tarik paksa oleh Lu ming tanpa berkata apa-apa..
" Berhenti mengoceh." jawab Lu ming ketus sambil mendorong xio feifei kedepan sampai feifei pun terjatuh di lantai..
" Keluar setelah kamu selesai membersihkan dirimu." ucap Lu ming..
Sementara itu xio feifei yang terduduk di lantai pun, mulai ketakutan dan bergetar, dia tidak berani bangun, karna tatapan Lu ming yang dingin dan tajam itu..
" Paman Lu ming.. Aku harus buah air. dimana kamar kecilnya.." tanya feifei dengan wajah mode imut seperti anak kecil yang kebelet pipis..
Lu ming pun kaget atas pertanyaan xio feifei yang menanyakan kamar mandi dimana?..
"Apa.. bukankah kamu sudah didepan kamar mandi..?" Teriak Lu ming yang kaget atas pertanyaan yang konyol itu..
Lalu Lu ming pun memperlihatkan cara membuka pintu dan menutup pintu kamar mandi nya..
" buka pintu.. tutup pintu.." teriak Lu ming kesal..
" Toilet." teriak Lu ming sambil menunjuk kearah toilet dan feifei pun mengamati itu dengan amat serius..
" Siram." ucap Lu ming sambil menekan tombol penyiram untuk toilet..
Xio feifei pun langsung mengerti dan wajahnya yang tadi bingung dan serius mengamati pelajaran yang di berikan oleh Lu ming menjadi cerah dan senang..
" Toilet.. itu kamar kecil kan. kalau begitu itu adalah bak mandi.." ucap xio feifei dengan senang sambil menunjuk bak mandi berukuran besar..
" Paman.. paman sudah boleh pergi sekarang. paman tidak di perbolehkan untuk melihat.." ucap xio feifei sambil mendorong Lu ming keluar dari kamar mandi..
Bllaammmm.. suara pintu di tutup dan Lu ming pun sudah di luar..
" Aku.. aku sudah lama tidak semarah ini.. walaupun dia berprilaku sangat jahat.. dan membuat saham perusahaan ku jatuh. aku tidak semarah ini.. xio feifei yang menjelaskan bodoh ini. bagaimana bisa mencari masalah dengan emosi ku semudah itu..." ucap Lu ming dalam hati sambil menahan emosi nya yang meluap-luap..
__ADS_1
pplluukk!.. suara air di dalam kamar mandi..
" Hmm. jadi dia sekarang dia sudah tahu cara menyiram toilet. baguslah.. Eh.. walaupun aku masih belum tahu apakah xio feifei berpura-pura atau tidak.. Aku tetap harus mencari tahu cara untuk menyembuhkan kelainan mentalnya.." ucap Lu ming dalam hatinyaa..
Satu jam kemudian..
Xio feifei belum keluar juga dari kamar mandinya.. dan Lu ming pun mulai cemas dengan xio feifei..
" ini sudah satu jam dan dia masih belum selesai..?? Apa yang perempuan ini lakukan.." ucap nya dalam hati sambil mendorong pintu kamar mandi xio feifei untuk mengecek xio feifei..
" Xio feifei apa yang sedang kamu lakukan?." teriak Lu ming yang tiba-tiba masuk kedalam..
.. Xio feifei pun kaget dan terhentak.. mendengar suara Lu ming..
" Eh.." teriak xio feifei yang kaget..
Xio feifei pun langsung tersadar dan spontan menutup matanya dan membalikkan badanya dari Lu ming..
" Hoi.." Teriak Lu ming yang belum dapat jawaban atas pertanyaan nya yang belum di jawab oleh feifei..
" Tidak!!! pengintip.." Teriak feifei keras sambil menutupi dadanya dan matanya terpejam, pipinya memerah karena malu..
" Cepat keluar.. kamu tidak di perbolehkan untuk melihat ku.." teriak feifei lagi..
Lu ming pun marah atas perkataan feifei dan mencoba mendekati nya tanpa menghiraukan kata-kata feifei yang menyuruh nya untuk keluar.. dan mengangkat tubuh feifei..
" Ahhh!!!.. Awwww..." teriak feifei..
Ehh.?. tidak sakit.. ucapnya dalam hati.. dan dia pun membuka matanya.. saat terbuka dia melihat wajah Lu ming yang begitu dekat dengan matanya..
" Ah!!.. minggir kamu tidak di perbolehkan untuk menyentuh ku..! teriak feifei sambil menampar Lu ming yang mengangkat feifei dari bak mandii..
Setelah itu Lu ming pun semakin marah dan melepaskan feifei dari tangannya..
Bbyyyuuuurrrrr.. suara air..dan feifei pun masuk lagi ke dalam bak mandi itu..
" Aduhh!! paman.. aku bisa melakukan nya sendiri.." ucap feifei Kepada Lu ming
" Kamu pikir aku mau menyentuh mu!." ucap Lu ming dengan wajah jengkelnya yang telah di tampar oleh feifei..
__ADS_1