
Lu ming yang pusing dan berusaha nahan amarah nya sedari tadi dengan tingkah xio feifei yang membuat nya tidak nyaman..
" Cukup!.. kamu lebih baik keluar saja sekarang.." Ucap Lu ming yang sambil memegangi kepalanya yang nyut-nyutan..
Xio Feifei yang mendengar Lu ming terus-menerus menolak bantuan nya pun tidak akan menyerah, karena menurut isi otak nya Lu ming sedang dalam bahaya..
" Tidak! paman, kamu tidak boleh menunda hal seperti ini.. paman.. bila kamu takut kalau aku akan membuat masalah yang lebih besar lagi, paman lebih baik langsung segera mencari pertolongan medis. Walau pun mungkin mereka hanya akan bisa sedikit meredakan racun nya, itu akan lebih baik dari pada paman menunda nya terus itu akan sangat berbahaya.. lihat lah, bengkak nya sebesar itu.. aku sungguh khawatir dengan rasa sakit yang akan paman rasakan.." Ucap xio feifei yang tidak menyerah untuk terus menyuruh Lu ming mengobati bengkak di tengah selah dua kaki nya itu..
Ggggrrrrrrrrr.. suara geraman amarah dari Lu ming yang sudah tidak tahan dengan ocehan dan omong kosong dari xio feifei yang terus mengira bengkak itu di sebabkan oleh racun, sementara Lu ming yang sedari kamar menahan hasr*t nya kepada xio feifei itu sudah memuncak..
Lu ming yang duduk pun akhirnya berdiri dan mendorong xio feifei ke tembok untuk menyudutkan diri xio feifei..
Grreeepppp.. Lu ming memegangi wajah xio feifei yang sudah terpojok itu dan menatap wajah, mata mereka saling menatap satu sama lain..
" Kamu ingin membantu ku untuk meredakan racun nya?.." Teriak Lu ming kepada xio feifei yang menatap mata tajam Lu ming..
Xio feifei pun mulai bergetar tubuh nya setelah mendengar teriak kan dari Lu ming.. Lu ming yang memegang wajah sambil menatap tajam itu membuat xio feifei ketakutan..
" Hah? ada apa dengan paman? kenapa? kenapa paman malah menjadi semakin mengerikan lagi? dan aku terpojok.. ekspresi paman sungguh sangat mengerikan sekali.. ini membuat ku merasa seperti aku adalah kelinci buruan yang akan di sembelih oleh paman.. walau pun aku tidak mengerti sebenar nya apa yang terjadi? aku lebih baik mengaku salah dan memohon ampun.." Ucap xio feifei dalam hati dengan wajah penuh keringat ketakutan dan tubuh bergemetaran..
Sementara saat xio feifei memikirkan hal yang berlebihan itu.. Lu ming yang wajah nya semakin dekat dengan wajah xio feifei dan berniat untuk mencium xio feifei yang dalam mode curiga bahwa dia akan di bunuh oleh Lu ming..
__ADS_1
" Pamm... hhmmm..emmm.." Ucap xio feifei yang ingin memohon ampun namun terlambat..
Lu ming akhirnya menci*m xio feifei untuk meredakan racun bengkak nya itu, xio feifei yang tidak mengerti dan akan memohon ampun itu, kelagapan tidak bisa bernafas karena mulut nya tertutup oleh Lu ming..
" Aahhhh.. paman mencium ku? aku tidak bisa bernafas.. apa kah ini cara paman untuk membunuh ku? dia mencium ku agar aku mati perlahan karena kehabisan nafas?.." Ucap xio feifei dalam hati yang kelagapan sambil menutup mata nya..
Lu ming yang masih belum melepaskan ciuman nya, seketika saat xio feifei sudah tidak tahan dan mulai kehabisan nafas itu pun xio feifei mendorong Lu ming dengan kuat.. dan mereka akhirnya terlepas jauh.. dan xio feifei pun langsung mengambil nafas dengan perlahan..
Lu ming yang terkejut karena di dorong dengan kuat oleh xio feifei pun, semakin marah, Lu ming berpikir bahwa xio feifei tidak mau dicium oleh nya hanya karena xio feifei mendorong lalu membuang muka..
" Kamu!! kenapa kamu menolak?.." Ucap Lu ming dalam hati yang penuh dengan kekesalan..
Kemudian Lu ming pun berjalan menuju pintu dan membuka kan pintu agar xio feifei segera keluar sebelum Lu ming semakin emosi..
Xio Feifei yang terkejut dan langsung berlari keluar karena ketakutan itu..namun saat Lu ming menutup pintu ruang kerja nya, xio feifei pun berhenti tepat di depan pintu itu..
Deg...deg..deg.. suara detak jantung xio feifei yang semakin mengencang saat xio feifei mengingat ciuman itu, aneh nya saat berciuman detak jantung itu tidak berdetak cepat karena di selimuti oleh rasa takut dan pikiran kacau.. xio feifei menyadari itu setelah keluar dari ruang kerja Lu ming..
" Rasa nya.. aku tidak berhati-hati dan mencium paman.. bibir paman sangat lembut seperti marsmellow yang pernah aku makan itu.. dan... aahhhh!!!! apa yang aku pikirkan xio feifei.." Ucap xio feifei sambil memegang bibir nya dan kemudian memukul kepala nya yang telah sadar telah berpikir yang tidak-tidak terhadap Lu ming..
Xio feifei pun langsung bergegas ke dalam kamar untuk melanjutkan tidur nya yang terbangun karena haus itu..
__ADS_1
Ciit..cit..cit... suara burung Pipit yang bersorak menanda kan bahwa hari sudah pagi, xio feifei yang tertidur pulas pun bangun dan bersiap-siap untuk pergi sarapan bersama Lu ming di bawah..
Setelah mandi dan bersiap-siap xio feifei pun melangkah untuk keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan untuk sarapan..
" Nona xio, silahkan duduk.." Ucap pelayan cici yang menyapa xio feifei dan melayani xio feifei untuk sarapan..
Xio Feifei pun akhirnya duduk, dan di hadapan nya adalah Lu ming yang sudah turun terlebih dahulu di bandingkan xio feifei..
" Tuan Lu, saya sudah selesai membantu nona xio untuk melakukan rutinitas pagi nya.." Ucap pelayan cici yang melapor kepada Lu ming yang sedang sarapan itu..
" Mmmmmmm.." gumam Lu ming yang mengartikan iya kepada pelayan cici..
Lu ming melihat dan menatap xio feifei yang masih terdiam dan belum menyentuh sama sekali sarapan di depan nya..
Sementara itu xio feifei yang di tatap oleh Lu ming itu pun hati nya semakin gelisah saat mengingat kejadian semalam yang terjadi antara dia dan Lu ming..
" Haruskah aku menanyakan kepada paman apa bengkak nya sudah lebih baik dari semalam? tapi bila memikirkan kemarahan nya semalam itu membuat ku merinding ketakutan.." Ucap xio feifei dalam hati yang menatap wajah Lu ming dengan kegelisahan di hati nya..
Lu ming yang menatap xio feifei itu pun akhirnya mengambil bubur xio feifei dan mengambil kan duri ikan yang masih berada di dalam bubur xio feifei.. setelah duri itu bersih bubur pun di kembalikan lagi kepada xio feifei untuk di makan oleh xio feifei..
" Bubur fillet ikan. makan lah yang banyak.." Ucap Lu ming yang tahu kegelisahan dari xio feifei..
__ADS_1
" Apa dia membantu ku mengambil duri dari ikan nya?.." Ucap xio feifei dalam hati nya yang terkejut dengan tindakan Lu ming..