
POV Pak Jendral.
Tok...tok...tok.
" Saya boleh masuk dek ? ".
Aku tertegun melihat dia. Iya dia. Orang yang menjabat jabatan istri ku sekarang.
" Cantiknya kamu dek.. ".
Dia, orang yang duduk didepan ku memakai kebayak putih dengan jarik khas baju adat jawa. Anggun sekali. Pas dengan perawakkannya yang ramping dan tinggi. Aku tidak pernah memperhatikannya selama ini. Hanya sesekali melihat wajahnya dan lebih seringnya hanya mendengar suaranya saja.
Pandangan pertama adalah rejeki, kedipan yang kedua adalah pandangan setan. Aku menjauhi itu.
Tapi sekarang, tak henti - hentinya ku tatap wajah itu. Ku perhatikan tiap inci wajah istri ku ini. Apakah ini yang Ali bin Abi Tholib r.a. rasakan saat memandang wajah halal istrinya Fatimah Azahra r.a. ? Apakah juga sama dengan Nabi Yusuf a.s bertemu dengan Zulaikha ?
Rasanya seperti terkena aliran listrik yang menyengat tubuh. Walau bukan yang pertama buatku, tapi ini yang terindah. Perjuangan dan penantian,, rasanya itu berbeda. Sangat nikmat..
" Kita sholat dulu dek Farah !"
" Iya mas. Aku sudah ada wudhu. Ini sudah saya siapkan sajadahnya ! "
__ADS_1
Ku imammi istriku dengan sangat khusuk. Bersyukur atas apa yang Allah beri kepadaku. Musibah dan nikmat adalah cara Allah menyayangi hambanya.
" Allaaahhhuuakbar !! "
" Assalamu'alaikum warohmatullah --- Assalamu'alaikum warohmatullah ".
Ku balikkan badanku menyalami istri ku. Ku kecup keningnya dengan melantunkan do' a
" Allahumma inni as 'aluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha ' alaihi
wa 'audzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha 'alaihi
" Boleh saya mengatakan sesuatu dek Farah ? "
" Boleh mas. Ada apa ya ? "
" Saya cinta sama kamu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi saya juga tahu, kamu juga cinta sama saya saat pertama kali kita bertemu dikantor mu ".
" Loh kok njenengan ngarang mas Bas,, tidak laah.... Saya cinta sama mas Baskara sekarang, detik setelah saya sudah jadi istrinya mas Bas.
" Salah kamu dek. Malah kamu yang cinta sama saya duluan. Ingat,, saat kamu dulu pernah bilang " saya ini istri jendral pak " ke mas Bram,,, Ingat tidak ?
__ADS_1
Kamu udah halu dan berdoa aku jadi suami mu ".
Malunya......." Aku hanya bercanda mas Bas...".
" Iya iya... tidak usah malu begitu lah... Muka mu merah jadi kayak tomat.
" Saya dulu yang cinta dan mengagumi mu dulu. Anak pak yai ku yang lucu dan pemberani juga pemaaf. Masih ingat dek, dulu kamu pernah ditabrak sepeda motor orang mabuk yang ugal - ugalan waktu Aliyah dulu ? "
" Lho mas Baskara kok tau kejadian 17 tahun yang lalu. Itu aku masih kelas 1 Aliyah lo mas ".
" Iya, kamu masih imut waktu itu. Gadis cantik pakai kaca mata tebal. Tapi cengeng. Nangisan. Takut jarum suntik kan ? "
" He he he he.... Iya benar. Waktu itu aku tidak takut luka ku parah atau tidak. Tapi takut kalau umik atau abah ku tahu, pasti dibawa ke Rumah Sakit. Makanya aku langsung ganti baju dan tidur. Tidak berani cerita apa pun. Eeh, malah tetanggaku tanya sama umi " bagaimana keadaan ning Farah bu nyai, apa tidak apa - apa ?... Jadi kebongkar rahasia ku 3 hari ku tutup rapat. Eh tunggu... Kok mas tau kejadian itu. Mas yang nabrak aku ya... Atau yang liatin aku....?"
" Aku tukang becaknya yang sudah nganterin kamu...."
" Masyaa Allah ".
" Jadi benar kamu mas,,, memang kamu Jendral Kesayangan ku ".....
Tamat.... ikuti karya lain ku ya....nihayah
__ADS_1