
Di bagian stadion arah pintu keluar stadion.
" Eh, ada mbak cantik...Godain boleh dong? ", goda salah satu preman parkiran.
" Assalamu'alaikum...", sapa ku agar membuat orang - orang tersebut menjauh dari ku dan anak - anak.
" Eeh, gimana jawabnya ini,, " ALLOHHU AKBAR ", jawab salah salam saya, satu dari mereka.
" Berani - beraninya mau menggoda saya dan anak - anak. Belum tau siapa saya kan? Enak saja.. Awas kau! ", batin ku dengan geram.
" Abang agak minggir sedikit ya ! Anak saya mau lewat. Suami saya sudah nungguh tuh disana ", sambil ku tunjuk salah satu orang diluar stadion.
" Mana suaminya eneng ? Kan abang suaminya eneng. Masak eneng lupa sih ? ", goda mereka pada ku dengan diikuti tawa mereka barengan.
" Sini - sini abang gandeng pulangnya ya ", omong salah satu preman itu dengan mengarahkan tanganya pada ku.
" Bang, jangan halu ! Disini tempatnya orang olah raga. Kalau mau halu tempatnya di rumah aja ", kataku mencoba menjauh dari tangannya.
" Kurang ajar ! Cantik - cantik songong ", marahnya dengan lebih mendekat pada ku.
Aku mengambil sikap kuda - kuda. Saat dia memegang salah satu tangan ku, ku keluarkan jurus membanting seketika tubuh bongsor dengan tato full itu pun terpelanting ke tanah.
__ADS_1
Karena tidak terima salah satu temannya aku lumpuhkan, mereka semua mendekati ku.
" Eh eh eh... Mau apa kalian ? Jangan berani mendekat atau nasib kalian sama seperti teman mu itu. Awas !.. Jangan mendekat !
Jangan beraninya cuma keroyokan. Kalau berani maju sini satu - satu ", takut ku dengan sedikit melangkah mundur untuk posisi siap menghajar.
" Ibu awas bu... Tolong... Tolong...", teriak anak - anak ku dengan tangisnya.
" Ada apa ini ? ", orang itu berlari ke arah ku dengan sigapnya..
" Beraninya sama perempuan dan anak kecil ", sambil menarik kerah baju salah satu preman itu.
" Laksanakan !"
Preman - preman itu segera diamankan dengan sigapnya.
" Terimakasih ya om tentara ", bilang kompak anak ku.
" Iya anak - anak manis".
Dengan sedikit mendekat pada ku, " Lain kali jangan sok kuat ! Bau alkohol seperti ini , jangan diskusi ! Langsung hajar saja ! Kalau gak, kamu bisa teriak ! Itu lebih aman ", crocos dia menasehati ku dengan geram.
__ADS_1
" Iya,, terimaksih. Kan aku tidak tahu bau alkohol yang bagaimana. Aku kira manusia normal ", bela ku takut.
" Kalau gak kroyokan om, ibu ku pasti menang. Ibu ku kan pelatih dan atlit jujitshu om. Dulu pernah 20 orang preman pasar dekat rumah aja keok dihajar ibu ku. Sekarang malah orangnya jadi temannya ibu. Ada yang mau jadi ayah ku lagi... ", jelas Farza dengan bangganya.
" Apa??? Calon ayah mu preman ? Enak saja. Anak buah ku yang tentara saja aku larang, apa lagi mantan preman. Big no. Aku yang akan jadi ayah mu ", batin pak brigjen itu bangga dihatinya.
" Lapor brigjen ! Tugas selesai "!
" Laporan diterima "!
Dengan sedikit berlari mengejar tertinggalnya dengan ku, " Boleh saya antar pulang ?".
" Boleh om tentara, malah aku seneng ", kata kompak Nafisha dan Naya.
" Bagaimana ? Apa saya boleh mengantar ibu jendral ? ", guraunya pada ku membuat ku sedikit malu pernah membohonginya.
" Eeh, baik lah. Boleh. Silahkan. Tapi saya membawa sepeda motor ", elak ku agar orang itu berniat tidak jadi mengantar ku pulang ke rumah.
" Tidak masalah. Biar anak - anak ikut mobil saya sebagai penunjuk jalannya. Bagaimana anak - anak setuju kan ? ", jelasnya agar tidak ditolak mengantar.
" Okey om... Asyik....".
__ADS_1