Jenderal Kesayangan

Jenderal Kesayangan
bab 3. istri jendral gurauan


__ADS_3

" Maaf ya bu, saya gak jadi ikutan bantu teman saya deh. Jadi ibu pria idamannya yang seperti apa? ", tanya salah satu bapak- bapak itu pada ku.


" Eeh,idaman saya ya... Mudak kok.. Sholat 5 waktu berjama'ah di masjid ", kata ku sambil tersenyum paling manis ku berikan.


" Itu saja bu.... Baik lah saya akan lakukan ".


" Kami permisi ya bu ", kata mereka semua sambil membubarkan diri.


" Baik bapak- bapak,,,terimakasih ya,,,,hati- hati dijalan ", sambil ku lambaikan tangan ku ke arah bapak - bapak itu.


" Huh,,selesai juga...", sambil ku balikkan badan ku.


Aku dapat jempolan dan senyuman para karyawan dan security yang ada di dalam gedung.


" Terimakasih ya bu Farah, anda hebat tadi bu. Ngefans saya sama ibuk ", kata Lusy sambil memeluk ku.

__ADS_1


" Hebat anda bu, saya tadi sudah terlanjur menelfon Jendral untuk masalah ini,, eeh malah ternyata cukup bu Farah handel selesai sudah ", kata pak Bram didengar semua karyawan yang akan pulang kerja.


" Pak Bram bisa aja.... Saya ini kan istrinya pak Jendral pak Bram ", ku kedipkan satu mata ku berniat bergurau sambil mengarahkan kaki ku ke parkiran mengambil sepada motor ku dan pulang.


" Maaf, saya permisi pulang dulu terlambat jemput anak - anak saya".


POV Jendral


Waaw......hebat sekali perempuan itu. Mas Bram saja yang dari tadi menyekap ku agar aku tidak pulang katanya ada masalah pengroyokan, eeeh dia selesaikan seorang diri. Gak ada gunaknya aku dari tadi disini.


Tapi cantik..


Eeh kenapa aku tersenyum...


" Hebatkan orang itu ", kata mas Bram.

__ADS_1


" Gak sekali dua lo, dia bisa memecahkan masalah rumit jadi gampang. Makanya, masih sebentar disini sudah bisa menjadi manager produksi ", jelas mas Bram.


Memang,,memang hebat sih... Itu kesan ku. Tapi istri orang Jendral. Ibu bayangkari tuh. Apa mungkin suaminya teman ku ya...


Apa aku kenal ya...


Istri Jendral siapa ya kira - kira... Nanti lah aku cari..


" Mas, aku pulang ya ? Tau gitu dari pagi ngapain coba aku ditahan disini... Membuang waktu ku saja sampean mas. Aku padahal mau kerumah mbakyu malah gak jadi ini. Aku besok udah harus masuk kerja mas ", kataku agak marah ke mas Bram.


" Tapi kan ada hikmahnya dek,, kamu jadi tahu dan kenal perempuan hebat to.... Ayo move on... Masih banyak perempuan baik dan luar biasa yang bisa menggetarkan hatimu... Coba buka sedikit hatimu dek... Sapa tahu jodoh mu gak jauh - jauh ", jelas mas Bram pada ku.


" Enak ya mas menasehati. Tapi prakteknya susah. Ya kalau ketemu cewek baik, kalau enggak kayak yang udah - udah,, aku juga yang repot. Mending kayak gini aja mas, menyibukkan diri dengan bekerja ", alasku kali ini.


" Kamu salah dek, membuka hati gak untuk nikah juga. Bisa untuk berteman. Wanita itu perhiasan dunia. Kalau kamu gak punya perhiasaan, ya seperti ini. Gak ada indah - indahnya ", ledek mas pada ku.

__ADS_1


" Gak tahu laah,, Saya pulang mas ", pamit ku dan salim ke mas Bram.


__ADS_2