
" Anda ini ya.... pertama, anda memfitnah saya bertindak asusila pada anda. Kedua, anda mbohongi saya istri jendral. Ketiga, anda memaksa saya menolong anda bayar kurangan cilot. Keempat, anda semena - mena nyuruh - nyuruh saya kaya saya anak buah anda. Pakek bolak - balik ke mas Bram uang 25 ribu. Ngapain coba??
Kelima, saya juga mau punya tiket masuk surga. Jangan egois masuk surga sendiri ", tegasnya agak sedikit marah pada ku.
Orang itu berlalu melangkah meninggalkan ku.
Aku tertegun dengan banyaknya dia bicara. Biasanya kan laki - laki bicaranya sedikit. Ini panjang X lebar. Biar saja deh, besok saya bayar ke pak Bram yang 25 ribu nya.
POV Jendral
Apa dia ini... Perempuan kok seenaknya saja. Nyuruh - nyuruh orang seenaknya. Kalau kamu tahu, biasanya aku yang nyuruh - nyuruh orang, bukan disuruh - suruh ya....
Hari ini adalah hari pertama aku ditugaskan di kantor Surabaya yang dulunya aku bertugas selama 3 tahun di Irian Jaya. Selama disana, aku tidak pernah pulang bertemu keluarga ku. Asli ku adalah orang Surabaya. Aku menikah dan membawa istriku ke Irian jaya. Pernikahan ku selama 3 tahun ini yang membawa ku bahagia dan sedih sekaligus. Bahagia bisa mengenal dan mengenang Della...mendiang istri ku.
Ia terkena cancer ganas yang membuat bahagia ku hilang seketika. Karir, jabatan, pangkat ku tidak bisa membuat nya selalu tatap bersama ku. Takdi ku... Ooh takdir ku...
__ADS_1
" Bu Farah, ada rapat jam 1 di kantor pusat Surabaya bu ", jelas Lusy sekertaris ku mengingatkan.
" Okey, aku naik sepeda motor saja ya. Nanti kelar aku sekalian bisa langsung pulang ", kata ku menegaskan ke Lusy agar semua yang ikut rapat tidak usah menunggu ku berangkat bersama.
" Aduh...kok bisa lupa ini ", aku liat jam 11 dijam tangan yang aku pakai. 2 jam sampai Surabaya." Ngebut ini.... Okey bismillah ", aku menyemangati diri ku sendiri agar bisa tepat waktu ke tempat rapat.
Di perjalanan, aku menarik sepeda motor ku dengan kecepatak penuh. Biasa ya, perempuan kalau naik ngebut dengan rumus " gas pol rem pol ".
Aku menarik kencang gas ku saat melewati trafiglight bertepatan lampunya kuning.
Eeh, tapi di depan ku, ban motorku tidak sengaja mengenai sepatu orang kendaraan laik. Biasa, waktu menunggu pas jalan mancet padat merayap itu, pasti orang akan menjagang sepeda motornya dengan kedua kakinya agar menunggu antrian gang - gang sempit antar mobil biar bisa melesat le depan. Mungkin juga rem yang kurang cakram. Atau aku yang telalu terburu - buru dikemacetan ini.
Eeh - eeh...aku lagi. Aku menabrak sepatu orang itu lagi. Dia berbalik melihat kebelakang . Aku buka helm motor lu dan ku beri senyum termanis ku sambil bilang " maaf - maaf "
Waduh.....lagi - lagi.... Ini parah. Aku menabrak sepatunya lagi sampai lepas dari orangnya. Untung posisi kami saat padat merayap berada di pinggir.
__ADS_1
Orang itu menjagang sepeda sportnya dan memperbaiki sepatu yang lepas saat aku tabrak tadi.
" Mohon maaf, saya tidak sengaja ", sambil kami melapaskan helm kami masing - masing.
" Anda !!!!! ", kami terperjat bersama - sama.
" Anda lagi.. Anda lagi.. ", ketusnya.
" Maaf saudaranya pak Bram, saya terburu - buru ini. Rem cakram saya agak sedikit rusak. Jadi tidak bisa langsung berhenti seketika saat saya tarik.. Boleh saya meneruskan perjalan saya saudaranya pak Bram ? ", kataku memelas agar orang didepan saya ini tidak marah dan membiarkan saya kabur.
" Anda ini menyusahkan dan merepotkan saya selalu. Anda bisa membahayakan pengendara lain.. Memangnya anda mau kemana sih? ", tanya nya padaku penasaran.
" Saya ada rapat kerja di Karang Pilang pak. Mulai rapatnya jam 1. Bakal telat saya menghadirinya soalnya tadi berangkat dari Pasuruan saya jam 11", jelasku dengan malas.
" Kalau gitu kita se arah. Karang Pilang juga. Kalau gitu, saya kawal kamu ya ? ", pintanya menegaskan.
__ADS_1