JERRY LE CHASSEUR(SANG PEMBURU)

JERRY LE CHASSEUR(SANG PEMBURU)
Bab 6


__ADS_3

Kukelilingi komplek perumahan mewah itu. Rumah Ardi tidak seketat seperti rumah Eros yang dijaga puluhan pengawal. Rumah Ardi tanpa pengawalan, tapi banyak kamera CCTV terpasang disekitar rumah itu. 15 kamera CCTV mengawasi sekitar rumah Ardi. Kumatikan seluruh kamera CCTV di area yang akan kulewati saat menyelinap ke rumah Ardi malam itu. Dengan Remote yang kupegang, seluruh kamera CCTV di area sekitar tembok rumahnya sudah tak berfungsi. Kulompati tembok tinggi itu tanpa suara. Aku bersembunyi diantara tanaman besar di taman belakang rumah mewah Ardi. Lama aku mengintai situasi dirumah Ardi malam itu. Ardi hanya seorang diri di rumah itu. Ardi tak menyadari, aku sudah menunggunya di ruang tidurnya. Kunyalakan kacamata thermalku, kutekan tombol remote ditanganku.


"Claaap!"


Rumah itu gelap gulita seketika, aku berjalan menuju dimana Ardi berada. Ardi yang bingung karena gelap. tidak menyadari kehadiranku yang lalu menyemprotkan cairan Sianida ke wajahnya. Aku berjalan santai menuju lantai bawah. Kemudian aku kembali ke taman belakang. Dan melompati tembok tinggi itu. Beberapa saat kemudian aku sudah berada diatas motor Trailku yang membawaku ke targetku selanjutnya.


...****************...


"Kenapa papa tidak ngomong dulu ke Vanessa? Jerry sudah tau banget apa saja kebiasaan Vanessa, Pa!"


"Besok lusa! Pengawal barumu akan datang, Whats wrong? Bukannya kamu sudah terbiasa gonta-ganti pengawal?"


"Vanessa cuma mau Jerry! Suruh dia kembali bekerja mengawal Nessa, papa!"


"Jangan bilang kamu sudah jatuh cinta kepada Jerry, Nessa!!!"


"Cuma Jerry pengawal Nessa yang tidak pernah berpikiran mesum pada Nessa, Pa!!! Klo pun aku jatuh cinta padanya, papa bisa apa?"


"OK! OK! DAN BERHENTILAH MENGOMEL! STOP IT NOW!"


...****************...


Pagi itu Eros tewas ditemukan istrinya disamping mobil mewahnya.


2 kematian tokoh Gangster yang lumayan disegani di pulau Jawa dalam satu malam itu mengagetkan banyak pihak. Pihak kepolisian segera menyelidiki sebab kematian 2 CEO PT. Empat Serangkai itu. Untuk sementara penyebab kematian mereka disimpulkan karena gagal jantung.


Tn. Bram tersenyum puas saat melihat berita kematian bekas rekannya itu di Televisi.


"Juan, kirimkan 500 juta saja ke rekening Jerry. 500 juta sisanya akan kuberikan langsung begitu dia kembali."


"Transfer sudah berhasil, Tuan!" ujar Juan menunjukkan bukti pengiriman di iPad miliknya.


Tn. Bram mengangguk sambil menyedot cerutunya.

__ADS_1


"Giorgino, sahabat-sahabatmu sudah masuk tanah! Apakah kamu masih bernyali untuk datang kemari menuntut balas?" Gumam Tn. Bram sambil menyeringai dengan tatapan sadis.


...****************...


Jerry masuk ke studio tato, setelah memilih gambar yang diinginkannya. Jerry pun berbaring tengkurap, hari ini punggung dan kedua lengannya akan di tato. Jarum dari mesin tato itu segera merajah kulitnya yang putih bersih itu. Nyoman seniman tatto itu tersenyum melihat Jerry yang tidak terlihat kesakitan saat jarum mesin tato itu melukai kulitnya.


Setelah 8 jam Tato dipunggung dan lengan Jerry sudah hampir selesai. Besok proses tato akan dillanjutkan lagi.


"Jangan sampai kena air dulu, dan banyak-banyak minum air putih bro!" Ujar Nyoman saat mengantarku ke depan studionya.


Saat sampai hotel, kulihat ponselku. Banyak panggilan tak terjawab dari nomer yang tak kukenal. Kucek emailku, ada 2 email dari Juan si akuntan Tn. Bram. Email Transfer dan Email menyuruhku untuk segera menemui Tn. Bram di Bandung.


Keesokan harinya, saat aku sedang menunggu giliran saat Nyoman sedang menuntaskan tato kecil pada seorang gadis bule. Masuklah seorang gadis berkacamata yang memperhatikan tato di lenganku. "Tatonya baru ya, bang?" tanyanya sambil mengamati tato di lenganku dengan antusias. Aku mengangguk. Saat Nyoman selesai, aku pun bersiap. Aku berbaring miring.


"Cowok cakep mah bebas!" katanya sambil memandangi tato di punggungku.


"Tato Irezuminya keren, bang!" pujinya saat melihat tato dipunggungku.


"Kamu banyak tau juga ya, soal tato!" kataku sambil mengernyitkan wajahku saat jarum mulai merajah tubuhku.


4 jam kemudian selesailah seluruh tato di tubuhku. Besok hanya tinggal membersihkan atau menambah detail-detailnya saja.


"Freya, aku balik dulu! Bli Nyoman, sampai besok!" kataku berpamitan pada gadis berkacamata dan Nyoman.


"Bang Jerry, tunggu!" ujar Freya berlari mengejarku.


"Apa? Aku mau cari makan, lapar banget!" ujarku sambil menepuk perutku lalu kembali berjalan.


"Ayo, aku tau tempat makan yang enak," sahut Freya sambil menggandeng tanganku.


"Jangan gandeng-gandeng, nanti dilihat pacarmu," tukasku sambil mengibaskan tanganku.


"Tenang bang, cewek kayak aku mana ada yang mau!" ujarnya menggandengku lagi.

__ADS_1


Aku membiarkan Freya memegang erat tanganku, kupandangi wajahnya yang polos itu tersenyum. Lalu sampailah kami di sebuah food court yang malam itu sedang ramai.


"Aku traktir bang, lumayan tadi aku habis dapat rejeki!" katanya sambil membetulkan kaca matanya.


"Udah, aku bayar sendiri aja!" kilahku sambil mengeluarkan dompet dari sakuku.


"Bang, klo ada rejeki itu harus dibagi-bagi, biar nambah rejekinya, santai aja gak sampe cepek kok!" ujarnya sambil membayar dan mengambil nomer lalu menyeret tanganku ke meja yang kosong.


Freya yang cerewet terus nyerocos sambil makan. Dia bercerita tentang banyak hal, dan akhirnya ada hal yang membuatku tertarik dari pembicaraannya malam itu denganku. Dia ternyata adalah seorang hacker. Aku tertarik saat mendengarkan ceritanya tentang dunia yang tak kupahami itu.


"Kamu nginep dimana, Freya?" tanyaku sambil menyesap es coklat.


Freya menggaruk-garuk kepalanya.


"Hahahahha! Udah kamu nginep bareng aku aja. Tenang, aku bukan cowok mesum kok!"


"Iya bang. Hehehe!" jawabnya sambil tertawa cengengesan.


Saat kami sampai di Freya segera mandi. Aku yang belum boleh mandi hanya mengusap tubuhku dengan minyak yang diberikan Nyoman kepadaku. Malam itu aku hanya mengenakan celana pendek. Freya yang selesai mandi mengenakan Tshirt tipis selutut yang ukurannya kebesaran. Ternyata tubuh Freya lumayan berisi ketika hanya memakai Tshirt tipis itu. Pahanya yang mulus sempat membuat dadaku berdebar.


Freya menunjukkan keahliannya padaku mengambil alih kamera CCTV hotel tempatku menginap.


Aku tersenyum melihat keahlian Freya. Kucoba lagi kemampuannya untuk melihat jumlah saldo rekeningku. Dia lalu sibuk mengetik kode yang tak kumengerti dilaptopnya.


"Uang bang Jerry banyak banget!" katanya sambil menutup mulutnya. Saat melihat saldo rekeningku yang mencapai 15M.


"Klo kamu bisa kerjasama sama aku, pembagian hasil 60-40! Aku perlu bantuanmu, Freya. Kerjaan ini agak berbahaya, tapi selama kamu ngikutin intruksiku semua akan aman."


"Kerjaan bang Jerry apa?"


Kuceritakan kisah masa kecilku pada Freya. Entah kenapa aku percaya bahwa gadis itu tak akan menceritakan ke orang lain tentang masalaluku. Kuceritakan semua padanya dari awal hingga akhir.


"Nasib kita ternyata sama bang, papa mamaku juga udah gak ada!" ujarnya sambil memelukku erat.

__ADS_1


"Klo butuh barang apa, kasih tau aku. Jangan sungkan Freya, kita sekarang patner!" ujarku sambil mengucel rambut panjangnya sambil tersenyum.


"Rajin-rajin senyum bang, klo senyum gitu bang Jerry makin tampan!" ujarnya sambil memegang daguku dengan gemas.


__ADS_2