jodohku itu kamu

jodohku itu kamu
Siswa Baru SMA 4


__ADS_3

pagi ini siswa SMA 4 kembali beraktifitas, mereka datang lebih pagi supaya bisa dapat kursi yg menurut mereka nyaman..


"sya.. kita sekelas lagii.. " sambil menunjuk arah data nama anak yg terpampang di mading sebelum menuju ke kelas mereka yg baru .


kini mereka sudah kelas 11 mereka mengambil jurusan IPA.. jadi mereka kelas 11 IPA tepatnya IPA -1,


melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam kelas baru, dan menghirup aroma kelas dalam2, rasanya mereka baru kemarin mengikuti mos siswa baru.. skrg sudah menjadi senior..


"nad.. kita ke kantin setelah taro tas dibangku yaa.." ajak tasya . dia memang belum sarapan krn takut terlambat, jalan arah sekolah dr rumahnya sedikit padat, krn memang semua anak sekolah telah memulai aktifitasnya hari ini..


dikantin..


nadia duduk berhadapan dengan tasya yg dengan lahap menyantap nasi soto didepannya..


"eh.. santai sya.. aku gak minta.." kekeh nadia.. melihat tasya yg kelaparan..


seketika mata nadia menangkap wajah seseorang yg dia kenal, sambil menepuk tangan tasya tanpa mengalihkan pandangannya nadia memanggil manggil tasya utk ikut nengok ke arah org tersebut .


"apa sih nad? aku lagi makan.." kesal tasya..


"itu lihat siapa disanaa?" nadia menajamkan telunjuknya menunjuk ke arah pria yg membawa ransel dipundak kanan, dengan gaya rambut maskulin dan seragam khas SMA 4 dengan rapi.


DEG


denii.. batin tasya..


"nad.. aku gak salah liat kan.. itu. . itu deni kan nad??" tasya menepuk2 pipi nya sendiri berharap dia bermimpi, bahkan pipi nya terasa sakit, yg menandakan bahwa dia tidak bermimpi.


melanjutkan makannya, dan masuk ke kelas .


bel pun terdengar, semua siswa berkumpul di lapangan guna melakukan apel pagi..


"anak2 hari ini kita kedatangan siswa baru, siswa baru ini akan masuk ke kelas 11 IPA -1, sebelum kalian masuk, sebaiknya bapak memperkenalkan di sini yaa.. " kepala sekolah mengumumkan beberapa informasi mengenai sekolah, terakhir menginformasi kan bahwa ada siswa baru..


denii..


ucap tasya


ada sepasang mata juga yg terlihat kaget melihat deni yg dipanggil kepala sekolah itu naik ke.atas podium


.


"hallo nama saya deni saputra, saya siswa pindahan dr SMA kota J, saya harap teman2 bisa membimbing saya utk mengenal sekolah ini, terimakasih." ucap deni..


tidak sedikit dr siswa perempuan yg mendesas desus membicarakan deni.. benar saja.. dengan wajah tampan dan tubuh atletis ala pemain basket, deni cukup memukau kaum hawa..


dikelas..


deni kembali diperkenalkan oleh guru, dan deni diminta duduk dikursi kosong yg ada di sebelah tasya dan nadia..


melihat deni berjalan ke arahnya, tasya yg seolah2 membuang pandangan ke arah lain, sebenarnya membuat deni sedikit kecewa


sya.. kenapa kamu masih nyuekin aku.. padahal aku sudah dihadapanmu saat ini.. batin deni


deni bertingkah seolah tidak melihat tasya juga dan duduk di kursi yg ditunjuk oleh guru tersebut.


***

__ADS_1


sepulang sekolah.. tasya yg sedang merapikan tasnya mendengar namanya dipanggil


"sya.. pulang bareng?" ajak ferry


"hmm.. aku bareng sama nadia.. kami bawa kendaraan sendiri ka.. maaf yaa.." ucap ferry .


deni menyadari hadirnya ferry di sana.. deni terlihat biasa, padahal hatinya sudah menggeram kesal..


ngapain sih nih bocah..geram deni


deni melihat tasya dan nadia melewati nya tanpa.menegurnya, deni kecewa utk kesekian kalinya, pikirnya dia merasa menyesal pindah di sekolah ini, padahal dia sudah semangat akan merebut hati tasya lagi..


"sya.. kamu bisa gak sih bersikap biasa aja sama cowok2 itu . ." ucap nadia..


"maksud kamu apa nad? aku udh terlalu biasa ini sikapnyaa ." kelah tasya..


"enggak sya.. kamu gak kasian sama deni? aku lihat dr tadi sia merhatiin kamu lho.. " nadia memperjelas maksudnya..


"udah nad.. aku gak mau bahas itu. . ayo aahh kita pulang aja.." tasya kembali memakai jaket dan helm nya melajukan motornya keluar dr parkiran..


tidak jauh dari sana terlihat mobil avanza veloz hitam mengikuti tasya pulang..


dari jauh.. deni melihat memperhatikan tasya yg sedang mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan sedang.. hingga masuk di salah satu komplek perumahan elit,


deni mengernyit, masalahnya dia juga tinggal disana.. hanya saja rumah mereka beda blok.. deni melajukan mobilnya sampai depan rumahnya setelah berhasil mengetahui alamat rumah tasya..


hmm.. rumahmu tetanggaku sya.. aku sedikit lega.. bisa liat kamu setiap hari, walau libur sekolah..deni tersenyum lembut..


***


ditempat lain, ayah deni dan papa tasya merencanakan pertemuan kedua nya kembali.. setelah memasukkan putera nya di sekolah yg sama dengan tasya.. heru memutuskan utk mengundang keluarga anjas makan malam dirumahnya,


"ide bagus.. nanti langsung saja kita bilang sama mereka kalo kita berencana menjodohkan mereka!" jawab anjas..


mereka bersalaman pamit utk kembali ke kantor masing2..


heru maupun anjas tidak tau bahwa putra putri mereka sebenarnya sudah mengenal dekat bahkan sangat dekat dulu ketika di SMP..


***


diruang makan keluarga tasya


"ma.. aku dpt undangan makan malam dirumah heru yg baru malam minggu besok, beliau berpesan utk mengajak kamu dan tasya juga . " sambil mengedipkan matanya ke istrinya tersebut..


"oooh iyaa . oke.. nanti biar mama siap2.." jawab mama..


"sya.. kamu juga siap2.." mama bicara ke tasya yg hanya diam aja..mengaduk ngaduk makanan nya tanpa dimasukkan ke mulut sesendokpun..


"hmmm.. boleh gak tasya makan dirumah saja ma. . tasya lg malas keluar" ucap tasya tidak semangat..


"dirumah mama tidak masak, kamu mau makan apa nak? lagipula ada undangan makan malam dirumah teman papa, jd kan kita bisa kenalan sama anaknya ." eehh.. mama keceplosan.. dan segera menutup mulutnya..


seketika tasya melirik ke mama nya.. "maksud mama??"


"yaa gak ada maksud apa2.. cuma mau ngajak makan!".. jelas mama canggung


"ya sudah.. nanti aku siap2." jawab tasya masih malas..

__ADS_1


"dandan yg cantik ya nak.." papa menambahkan.. "supaya anaknya om heru naksir kamu" ledek papa.


"iiihh.. apaan sih paa?" rajuk tasya yg malu di ledek sama papa nya..


***


malam minggu


keluarga tasya sudah rapi dengan style nya masing2, tasya yg mengenakan dress sabrina warna peach dengan rambut di gerai lurus dijepit dengan aksesoris rambutnya..


"oia ma.. tunggu sebentar.. " ucap tasya.. ketika akan naik mobil papa nya dia melupaka sesuatu dan hendak mengambil didalam kamarnya..


"mana yaa?"


"ooh ini"


"aaahh.. cantik deh akuu"


"nyari apa sih sya?" tanya mama


"ini.." tasya hanya memperlihatkan lengannya..


yaa.. lengan kiri sudah terpasang gelang pemberian deni, sambil tersenyum membayangkan wajah pria yg pertama kali membuatnya merona itu... seketika wajah ya muram saat ingat sikap deni di akhir kelulusan...


hmm.. walau kamu terlihat cuek dulu, aku sempat membuka hatiku untukmu.. tapi dulu..


menyentuh bulan yg ada di gelangnya..


setibanya dirumah om heru, "lhoo pa.. kok disini aja . . temen papa masih dikomplek yg sama?" tanya tasya..


"hehe.. kenapa? kamu kecewa udh dandan cantik kita gak jauh keluarnya??" kekeh papa


"tau begitu, aku gak usah repot nyari gelang ini.."tasya memanyunkan bibirnya..


"assalamu'alaikum...." kata papa


terdengar jawaban dr dalam rumah dan pintu pun terbuka..


DEG


*deniii??


tasya*??


-


-


-


-


jangan lupa like dan komen..


vote aku ya kaka..


ikuti novel recehku.. simpan dalam novel favoritmu yaa..

__ADS_1


happy reading๐Ÿ˜˜


__ADS_2