
Saat ini tasya sedang duduk didepam cermin rias di kamarnya, sesekali dia menatap kotak mungil bludru berwarna biru, dimana tempat cincin dan gelang yg sangat berarti baginya tersimpan..
tasya perlahan membuka kotak tersebut, sambil tersenyum, dia hanya membayangkan betapa banyak kejutan yg hadir dalam hidupnya
drrt drrt drrt
deni calling
sesaat tasya memperhatikan ponselnya yg berdering, dia pun segera menggeser ikon hijau disana setelah melihat siapa yg menelpon.
"iyaa ." tasya memulai pembicaraan
"lagi apa sya?" tanya deni
"aku lagi santai aja . . baru selesai beres2 kamar, memangnya ada apa?"
"keluar yuk.. " ajak deni
"kemana? aku memang ada rencana mau makan es krim bareng sama nadia.. kamu mau ikut?"
"es krim?" deni mengulang kata2 tasya
" iya,.es krim, kalo mau ikut, jemput aku.." ucap tasya sambil memainkan rambutnya yg dia curly seusai mandi tadi..
"oke.. 10 menit lagi aku sampai di rumahmu yaa.." deni semangat
"hmm . aku tunggu.. " bye..
"bye.."
mereka mengakhiri pembicaraan tlp itu, tasya segera menengok ke arah jam, sebelum dia bersiap2, dia mengirimkan pesan singkat ke nadia..
"nad.. aku otewe yaa"
kembali di letakkan ponsel itu di atas meja riasnya..
***
deni bersiap, ini kali pertama dia pergi keluar diluar agenda sekolah bersama tasya, walaupun tidak hanya berdua, tapi entah perasaan nya begitu menghangat ketika tau akan menghabiskan hari sabtu nya bersama gadis pujaan hatinya..
deni sampai di depan pintu rumah tasya, hendak menekan bel, pintu terbuka, ternyata tasya telah menunggu kedatangannya dan sudah melihat mobil deni masuk pekarangan rumahnya lewat jendela..
"hai . . udah siap?" deni menatap tasya dr ujung rambut sampai ujung kaki
"ayo .. nadia udh nungguin disana, nanti kita juga bareng sama ka ferry dan ka yudi, gpp kan?" jelas tasya .
deni mengernyit bingung, tasya reflek menggandeng lengan deni, deni yg menyadari lengannya di gandeng oleh tasya merasakan kehangatan lagi dlm jiwa nya..
mobil mereka sampai di parkiran gerai es krim langganan tasya dan nadia.. sesuai perjanjian mereka, tiap ada waktu di weekend mereka akan makan es krim di sana sambil ngobrol ringan..
didalam sudah terlihat yudi dan nadia yg mengobrol akrab, sedangkan ferry hanya bermain dengan ponselnya..
sampai tasya dan deni sampai di meja mereka, "maaf yaa telat, tadi jalan ke arah sini macet"
"gpp sya.. aku juga'---!" ferry menggantungkan kata2 nya ketika melihat tasya yg datang bersama deni,
"sini sya.. duduk, deni sini juga.. " ajak nadia .
__ADS_1
"aku sengaja pindah meja ke tempat yg lebih banyak kursi.." lanjut nadia lagi..
"pantesan, tdi aku baru mau nanya, biasanya kita duduk disana," ucap yudi mengarahkan telunjuknya menunjuk 4kursi didekat jendela..
hehehe . tawa nadia
deni hendak memesan es krim utk mereka, krn dilihat ketiga temannya sudah memiliki es krim masing2..
"sya.. aku mau pesan, kamu mau rasa apa?" tanya deni..
"a..- - - " ucapan tasya terhenti karna ferry menjawab duluan..
"ohh.. oke.." deni beranjak ke meja pelayan..
sebenarnya ada hubungan tasya dengan ferry, kenapa ferry sangat hapal rasa favoritnya tasya.. tanya deni dlaam hati..
sejenak menanti, es krim mereka datang, yudi yg melihat kedatangan deni bersama dengan tasya pun akhirnya membuka suara..
"kalian dr rumah barengan?
deni menjawab singkat "hmm.."
"sebenarnya rumah kami masih satu komplek hanya beda blok,"
tasya melanjutkan.. "krn ku pikir deni belum kenal siapa2 disini, jd ku ajak bareng, gpp kan"
"gpp sih . kita juga malah seneng tambah ramai.." ucap yudi
melihat ferry yg tanpa ekspresi, membuat tasya bingung..
"ka ferry.. kaa.. ?" panggil tasya
"ka.. itu es krim nya udh cair?" tasya melanjutkan
ferry hendak berdiri utk pamit
"yud.. gw balik duluan yaa.. ntar malem gw kerumah loe, jangan kemana2" kata ferry langsung pergi, tanpa melihat lagi ke arah tasya ataupun deni..
"hahaha.." yudi tertawa garing..
"ferry emang gitu.. jangan diambil hati" sambil menepuk bahu deni
"gak masalah, gw juga salah td gak nanya dulu sama tasya siapa aja yg ikut.." ucap deni canggung
"udh lanjut, besok juga ferry biasa lagi.."kata yudi
tasya dan nadia saling menatap, nadia mengangkat bahunya tanpa tidak mengerti..
sore itu mereka pulang ke rumah masing2..
yudi yg mengantar nadia dengan motor sport nya.. tasya yg melihat perubahan sikap mereka berdua hanya bengong saja..
sepertinya ada yang aku gak tau deh . batin tasya sambil mengernyitkan dahinya . .
"sya.. kita pulang?? atau mau mampir lagi??" deni membuyarkan lamunan tasya
"mampir ke toko buku yuk deni.. " jawab tasya
__ADS_1
deni yg mendengat hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya ke arah mobil avanza veloz miliknya, deni menengok ke belakang, dan melihat tasya yg melamun, sejenak dia menghampiri tasya kembali dan menggandeng tangan tasya lembut..
"kalo lagi jalan, gak boleh ngelamun.. nanti di culik pangeran gimana?" deni melucu
"aku mau lah kalo yg nyulik pangeran" kekeh tasya
"ya udh.. ayo, skrg pangeran yg mau nyulik kamu udh dtg . " sambil memegang kerah bajunya dan mengangkat kedua alisnya..
"ciiihh.. pangeran kodok.." ledek tasya..
mereka tertawa renyah, dan tidak menyadari bahwa dr tdi ada ferry yg memperhatikan dr mobil honda mobilio silver miliknya..
flashback on
"sial.. ngapain si tasya bawa deni kesini.. berasa punya rival gw.." kesal ferry keluar dari gerai es krim dan melanjutkan jalan ke arah mobil nya yg terparkir..
"sekarang gw kemana donk.. abis ini gw bahkan gak tau gw mau kemana, aaarrghh.. b*ngs*t..!"
" kenapa gw bisa kecolongan"
"mereka tinggal se komplek bahkan gw gak tau, berarti keluarga deni udh pindah ke sini juga"
"ini gak bisa dibiarin..gw gak mau kehilangan gadis gw . gw harus ngomong sama tasya tentang perasaan gw"
ferry masih stand by di dalam mobil, geraman demi geraman masih terdengar, dengan mata terpejam dan posisi lengan diatas kepala nya, tak terasa ferry berada di posisi itu sampai tasya dkk keluar dr gerai dan hendak pulang..
ferry melihat yudi yg mengantar nadia.. sedangkan tasya masuk ke mobil deni.. matanya menajam ketika melihat tasya tersenyum hangat menyambut tangan deni yg terulur utk menggandeng tangannya.
aaatrrrgghhh.. tasya.. gw suka sama loe.. batin ferry..
flashback off
***
mobil deni sudah mengarah ke toko buku yg di tunjuk oleh tasya.. mereka jalan sambil bergandengan tangan.. layaknya sepasang kekasih, pasangan yg sudah bertunangan ini tidak melewatkan satu menitpun tanpa tertawa..
"den.. tunggu disini yaa.. aku nyari buku nya dulu.. " tasya melepas gandengan tangannya..
deni yg merasa tangannya kini hampa, hanya mengangguk saja.
dari jauh ferry masih mengikuti mereka, dan berencana membawa tasya pergi dari sana tanpa sepengetahuan deni..
dilihat tasya masih lama, deni pergi dr toko buku itu menuju ke minimarket yg di lt 1 mall di kota B itu,
melihat kesempatan, ferry hendak berlari ke arah tasya dan menggandeng paksa gadis itu utk ikut dengannya..
"sya ...ikut aku.. " ferry sudah menarik tangan tasya . buku yg dipegang pun sudah terjatuh dilantai
-
-
-
jangan lupa like dan komen nya kaka
vote juga yaa.. buat semangat akuu..
__ADS_1
terimakasih sudah mau baca novel receh aku..
happy reading๐