jodohku itu kamu

jodohku itu kamu
Apa?? Tunanganku??


__ADS_3

mata deni merasa salah melihat, sesekali dia mengucek matanya dan mencubit pipinya sendiri, berharap itu mimpi.. tapi itu bukan mimpi, bahkan deni sempat menangkap pemandangan di tangan kiri tasya..


kamu masih menyimpannya, deni tersenyum


saat ini mereka sedang menikmati jamuan makan malam.. dua keluarga ini sangat kompak, bahkan dr warna pakaian yg mereka kenakan terlihat senada..


acara pindah ke ruang keluarga


disana duduk deni berdampingan dengan bunda nya...


sedangkan tasya duduk diapit oleh mama papa ya


"ekheemm.. " papa anjas berdehem..


"gimana sya.. kamu sudah kenal sama deni?"


tasya masih melihat ke arah deni tidak percaya, bahwa yg dihadapan dia benar2 deni..


"su sudah pa.. kami sudah saling kenal"


bahkan gelang yang aku pakai juga dr deni..


"jas.. seperti yg telah kita rencanakan.. krn mereka sudah kenal, sepertinya akan mudah bagi kita utk memulai semua dr sekarang?" om heru memulai percakapan kedua keluarga.


"maksudnya apa ayah?" tanya deni lembut


"maksudnya ayah kamu, akan menjodohkan kamu dan tasya.." jawab bunda..


"HAHHH.. APAAA!!!" jawab deni dan tasya barengan..


"gak usah kaget gitu, katanya kalian sudah saling kenal, berarti tidak masalah donk.." ucap mama tasya


"maa.. apa tidak terlalu cepat, kami baru naik kelas 2" tanya tasya ragu2.


"hmm.. ti dak!" jawab mama cepat..


tasya menghela nafasnya sesekali melirik ke arah deni, yg juga sama bingungnya...


***


sepulangnya dr rumah deni, tasya kembali naik.ke kamar dan merebahkan tubuhnya, matanya menerawang ke langit2 kamar dan kembali mengingat yg terjadi saat diruang keluarga deni..


flashback on


"nih, kami sudah siapkan cincin utk kalian pakai, kami anggap malam ini sebagai malam pertunangan kalian, walau tertutup, kami berharap hubungan kalian akan membaik setelah ini" ucap bunda dan mama secara bergantian..


deni dan tasya hanya pasrah ketika dipasangkan cincin couple warna perak polos itu di jari mereka..


"oke abis ini kalian akan kami ajak ke studio foto utk mengabadikan moment malam ini.." ucap papa dan ayah juga bergantian..


lagi2 deni dan tasya diam bungkam..


flashback off


tasya mengamati cincin di jemarinya, ada rasa senang tapi juga takut, senang akhirnya dia bisa serius berhubungan dengan deni tpi takut jika tidak ada perasaan apa2 deni terhadapnya..


***

__ADS_1


deni mengangkat jari yg terpasang cincin tunangannya dengan tasya.. hatinya sedikit menghangat, karna setelah ini dia akan memiliki tasya sepenuhnya..


senyum tak lepas dr wajah deni..


pagi hari


deni melepaskan cincin tunangannya dengan tasya dengan alasan supaya cincin itu tidak dicurigai oleh teman2 nya..


begitu dengan tasya.. dia melepas cincin nya karna memang di SMA 4 tidak boleh memakai perhiasan,


mereka berpapasan di lorong sekolah.. ketika itu deni melihat ke arah jari tasya begitupun dengan tasya..


*hmm.. sepertinya aku tidak boleh berharap banyak gumam tasya.


sya . apa kamu menolak aku lagii.. kata deni dalam hati*..


mereka berjalan seperti biasa, sepulang sekolah, deni yg hari itu sengaja membawa sepeda motor, masuk ke parkiran dan menemui tasya yg kala itu sudah siap2 mau pulang juga..


"eehh.. deni.. ada apa?" tanya tasya sambil mengikat helm dia berusaha tidak menatap mata deni


"sya, pulang bareng yaa, biar motor kamu disini aja.. besok diambilnya.." ajak deni..


"hmm.."


tasya mengiyakan ajakan deni


tasya mulai menaiki motor deni, dan melaju ke arah pulang.. dijalan deni sekelebat melirik kearah tasya melalui kaca spion didepannya,


"kalo mau pegangan yaa pegangan aja sya.." kata deni


"sya.. kenapa gak dipake cincinya?" tanya deni ketika sedang ada lampu merah didepan mereka


"hmm itu . kan disekolah gak boleh pakai perhiasan" jawab tasya


"kamu sendiri kenapa gak dipake?"


"aku, takut, org curiga sama kita, jd aku pengen liat kamu bebas disekolah, tanpa gosip" deni tersenyum


seketika wajah tasya merona karna mendengar pengakuan deni..


"aku kira kamu gak suka sama pertunangan kita?" ucap deni


" malah aku yg ngira kamu gak suka den.."tasya senyum


mereka tertawa renyah karna kesalahpahaman mereka masing2,,


"selalu seperti ini ya sya?" perintah deni


"maksudnya?" tasya bingung


"kalo ada apa2 langsung di bicarakan, supaya gak membuat spekulasi sendiri.. yg mengakibatkan kita jauh" deni mengeratkan tangannya ke tangan tasya yg saat ini masih melingkar di perutnya..


"hmmm.." gumam tasya sambil merebahkan kepala dibahu deni


deni yg merasakan perubahan sikap tasya yg terlihat manis, hanya bisa tersenyum..


***

__ADS_1


sampai didepan rumah tasya..


"mulai saat ini jangan cuekin aku lagi yaa sya.."


"balas wa ku"


"jawab telponku"


"ceritakan apapun keluh kesahmu padaku ya syaa"


deni mengucapkan dengan lembut dan hangat


"hmm.. iya den.. "


"akuuuu.. masuk yaa"


jawab tasya


"iya sana masuk.. istirahat, besok aku jemput yaa sya!".. ucap deni


tasya tersenyum mendengarnya..


"akuuu pulang dulu ya.." deni pamit


tasya hanya menganggukkan kepalanya..


dilihatnya deni sudah jauh bahkan hampir tak terlihat, tasya melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah..


"cie ciee...di anter sama pacar sekarang" ledek mama, ternyata mama sedari tadi mengintip dibalik jendela..


"iihh apan sih ma.. maluu tauu.." manja tasya


"apaa tuh malu2.. gak usah malu.. udh mau jadi calon suami jugaa" ledek mama lagi..


"masih lama kali maaa..." jawab tasya "aku masih mau sekolah" lanjutnya


"siapa bilang kamu berhenti sekolah.. walau status kamu berubah, kamu tetep sekolah, selesaikan pendidikanmu.. sampai setinggi tingginya ..tappiiii wajib nikah sama deni." kata mama


" taaauuu aahh mama.. iiihh.. ngeledekin aku teruus.." tasya kabur ke dalam kamarnya.


mama yg melihat hanya terkekeh..


-


-


-


-


jangan lupa like dan komen yaa..


kasih vote juga biar semangat niih


terimakasih sudah memfavoritkan novel receh aku iniii


happy reading๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2