
Tasya dan Deni saat ini sudah duduk di kelas 12 IPA 1, kurang lebih beberapa bulan lg mereka akan lulus dari SMA 4,
Pagi itu ayah bunda deni dan mama papa tasya sudah rapi, rencana mereka hari ini adalah utk meminta izin beberapa hari kepada guru perihal pernikahan kedua anaknya..
pertunangan yg berjalan selama 1tahun itu dipakai oleh deni dan tasya utk lebih mengakrabkan diri..
kedua orangtua mereka melihat banyak sekali perkembangan diantara keduanya . . di rasa sudah saatnya melangkahkan mereka ke jenjang yg lebih sakral lagi ..
di dalam kantor kepala sekolah, kedua pasangan suami istri itu menjelaskan maksud dan tujuannya..
terakhir tidak ada halangan dr kepala sekolah.. karna alasan kedua orgtua itu adalah supaya anaknya berada di zona aman dan menghindari yg namanya pergaulan bebas.. makanya kepala sekolah pun mengizinkan kedua muridnya utk menikah dini bahkan sebelum mereka ujian..
kepala sekolah memberi izin 2 hri saja.. itu dirasa sudah cukup bagi mereka, karna memang acaranya hanya akad, sedangkan resepsi akan mereka adakan usai kelulusan..
***
persiapan demi persiapan satu per satu diselesaikan oleh kedua pasangan suami istri, mulai dr katering, kebaya pengantin, jas yg akan dikenakan deni, bahkan pendaftaran ke KUA pun mereka juga yg mengurusnya..
dirumah deni...
"nak.. mulai hari ini kami jangan ke rumah tasya dulu yaa.. pamali.. kan lusa kamu juga udh bisa bawa dia kerumah kita . " ujar bunda
memang lusa adalah hari akad nikah deni dan tasya . . acaranya berlangsung tertutup hanya dihadiri beberapa sanak saudara dan juga kepala sekolah sebagai saksi pernikahan mereka..
ijab kabul dilantunkan deni dengan lancar dalam satu tarikan nafas.. seketika terdengar sautan "sah" dr para saksi.. doa pun dilantunkan oleh para hadirin utk kedua mempelai pengantin..
kini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.. deni memperlakukan tasya dengan lembut, dan tasya senantiasa membuat deni nyaman dengan sikap penurutnya.. tidak pernah ada pertengkaran diantara keduanyaa..
sejak mereka menikah . tidak ada yg merubah apapun.. mereka tetap menjadi siswa SMA 4 dan menjalani hari hari mereka dengan biasa . karna memang tidak satupun siswa termasuk nadia, ferry dan yudi yg tau status mereka saat ini.. cincin pernikahan pun mereka lepas ketika mereka sekolah..
sementara menyiapkan keperluan suaminya, deni yg terlihat keluar dr kamar mandi tersenyum melihat istrinya itu..
pagi itu mereka masih berada di rumah tasya . . krna tasya masih belum mau pindah ke rumah deni, dan deni memahami itu, jd sampai resepsi digelar.. deni dan tasya tinggal terpisah sementara waktu, dan deni akan menginap di rumah tasya ketika weekend atau libur sekolaah..
"sya.. kamu siap2 yaa.. aku udh selesai.." ucap deni..
tasya yg menengok ke arah suaminya merona melihat deni yg hanya mengenakan handuk sebatas perut sampai lutut..
"iyaa . tunggu aku dibawah, kamu sarapan duluan aja ya . mama papa udh nungguin.. nanti aku nyusul.. " jawab tasya..
***
dimeja makan sudah ada mama papa yg menikmati sarapan mereka ..
" pagi ma.. pagi pa.. sapa deni yg terlihat turun sendiri"
__ADS_1
"yaa pagi . lho.. tasya kemana?" tanya papa
"masih rapi2 dikamar pa?" jawab deni
" ayo nak.. kita sarapan.. mama buatkan ayam goreng buat menantu kesayangan mama" mama tersenyum
"wah keliatannya enak ma.. terimakasih.. dua hari disini kayaknya aku akan jadi gendut.."kekeh deni..
"haha . kamu gendut, gimana caranya?" tasya yg sedari tadi udh keluar dr kamar dan berada di meja makan bersama mereka menyaut, tasya mencium mama dan papanya
ketika pandangannya berhenti di wajah deni.. dan menghentikan aktifitas cium pagi2 nya..
deni murung.. krn tidak mendapatkan ciuman dr istrinya..
"udah jangan cemberut.. ntar jelek lho" ledek tasya lagi...
mama papa yg melihat hanya tersenyum
"ma.. pa.. nanti malam tasya nginep dirumah deni yaa.. soalnya ada beberapa tugas yg hrus diselesaikan,.kebetulan kami satu kelompok.."
"iyaa . . yg penting kamu berdua hati2 dijalan yaa.." kata mama
***
mereka sekolah menggunakan mobil deni, tidak ada yg curiga, krn jika keluar dr parkiran, baik deni atau tasya akan berjalan sendiri2..
"eh tumben kamu baru dtg. ." ucap tasya
nadia nyengir...
"sya ...ntar pulang bareng ya.. ka yudi gak bisa nganter aku pulang hari ini dia ada latihan basket.." nadia memelas..
" yaa..tapi naik mobil deni gpp yaa.. tadi soalnya aku nebeng sama dia" jawab tasya
"emang motormu kemana sya.." .tanya nadia
"ada.."
" trs?"
"td pagi mendung, kirain mau hujan, makanya aku minta deni jemput biar bareng ."
" oooh"
deni melambaikan tangan dengan sembunyi2, memberi isyarat bahwa dia jalan duluan ke kelas.. tasya yg melihat hanya tersenyum..
__ADS_1
"ayo nad.. aku mau ke perpus dulu nyari bahan buat tugas kelompok.." ucap tasya..
"siaap tuan putri.." nadia membungkukkan badannya seolah dia adalah pengawal kerajaan..
"apaan siih .." tepuk tasya ke bahu nadia..
***
diperpustakaan
tasya melihat2 ke rak buku, dan hendak menghampiri nadia,. tiba2 tangannya ditarik seseorang.. dia di seret ke pojok perpustakaan yg sepi.. tanpa berontak tasya menuruti keinginan org itu..
"ka.. lepasin.." kata tasya..
iyaa.. orang itu adalah ferry . . sejak hari itu ferry sering menarik paksa tangan tasya seeprti ini hanya utk ngobrol.. dan mencari tempat yang sepi, hal ini membuat tasya risih..
"kenapa sih ka.. disini aja.. nanti nadia nyariin" ujar tasya.. tetap ferry diam dan menariknya
sampai dipojok ferry melepaskan genggaman tangannya dan berganti dengan memeluk tasya erat..
"aku kangen kamu sya.." ucapnya
"kaa.. jangan seperti ini.. aku gak nyaman, gak enak kalo ada yg lihat, nanti dikira kita pasangan apaaan" kata tasya berusaha melepaskan eratnya pelukan ferry..
disaat yg sama.. deni masuk ke perpustakaan utk mencari keberadaan istrinya . . dilihatnya sekeliling, sampai pada pojok perpustakaan, deni menggeram kesal menatap laki2 yg seenaknya memeluk istrinya itu.. deni melihat tasya berusaha melepaskan pelukan lelaki itu, tp masih tidak dilepas.. sampai pada saat deni mendekat .
"lepaskan dia.." suara deni menggema di lorong perpustakaan yg sepi itu..
seketika ferry yg menundukkan kepala nya di bahu tasya mengangkat tinggi kepalanya itu dan melihat ke arah deni,..
tasya yg mendengar suara deni, langsung menoleh ke belakang asal suara itu..
denii . tolong aku.. gumam tasya sambil meneteskam airmata, karna takut deni akan salahpaham dan marah
-
-
-
-
jangan lupa komen dan like yaa..
beri vote nya sedikit kaka supaya aku tetap semangat menulis..
__ADS_1
terimakasih
happy reading๐