jodohku itu kamu

jodohku itu kamu
Rasa itu Masih Ada


__ADS_3

"lepasin dia!!" teriakan deni menggeman di lorong perpustakaan yg sedang sepi pengunjung,


dari arah rak lain, nadia berlari ketika mendengar suara deni..


"syaa . ." panggil nadia..


tasya melirik ke arah nadia . matanya sudah basah karna takut akan kenekatan ferry.


"ka ferry.. tolong lepasin tasya ka..!" pinta nadia lembut sambil mengulurkan tangannya ke arah tasya yg mengulurkan tangan ke arah nadia juga..


deni semakin frustasi melihat kondisi itu, tapi dia tetep tenang, karna kalo di gegabah sedikit, khawatir itu akan melukai istri tercinta nya..


"fer.. kita bisa omongin baik2.." ucap deni.. "please lepasin tasya dulu, kasian dia gak. bisa napas.."


ferry yg mendengar kata tasya kesulitan bernapas.. melonggarkan pelukannya dan melepasnya tapi masih memegang erat bahu tasya..


dilihat mata tasya yg basah karna air mata ketakutan yg dihadirkan ferry. . sejenak rasa bersalah muncul dalam diri ferry.


"tasya.. maafin gw!" ferry terbata..


"hmm.. "tasya menganggukkan kepala nya.. sejenak dia mengulurkan tangan ke arah deni, deni menyambut tasya dan segera memeluknya..


adegan dramatis berakhir.. ferry keluar perpustakaan tanpa sepatah kata, nadia menghempaskan nafas lega nya melihat tasya sudah lepas dr pelukan mematikan ferry.


"aku takut den.. " isak tasya.


"gpp udh gpp sekarang, ada aku.. kamu tenang yaa.." deni berkata sambil mengusap rambut tasya..


nadia menghampiri keduanya, nadia terlihat bingung, ada apa sebenarnya diantara mereka..


"sya.. kita ke kantin dulu yuk beli minum, biar kamu sedikit tenang.." ajakan nadia ternyata disambut baik oleh tasya..


"makasih ya den, aku ke kantin dulu sama nadia.. " tasya melepas pelukannya dan mengusap sisa air matanya..


nadia merangkul tasya dan berjalan keluar perpustakaan menuju kantin..


***


tasya meneguk air putih secara langsung dr botolnya.. dia merasa sangat kering tenggorokannya dan takut bercampur jd satu dalam dirinya..


"sekarang, cerita sama aku, ada apa diantara kamu, ferry dan deni?" tanya nadia..


tasya yg mendapat pertanyaan langsung merasa bingung harus menjawab apa..


"ferry pernah nembak aku nad.. " jawab tasya.. "tapi aku tolak, krn aku sudah dijodohkan dengan deni, sama kedua orgtua kami.." jelas tasya .


"aku gak ngasih tau alasan itu ke ferry, karna aku takut ferry akan membahayakan deni, itu aja sih nad.." tasya menerawang..


"tapi sya.. kenapa kamu gak bilang alasannya aja ke ferry, jd ferry gak akan macem2 lagi sama kamu.." ujar nadia

__ADS_1


"enggak nad.. karna kalo rahasia perjodohan ini bocor, masa depan aku atau deni akan berantakan.. dan aku gak mau kejadian seperti itu terjadi ." jelas tasya


"hufft.. terus.. sekarang kamu mau gimana?"


tanya nadia.. "ka ferry akan terus ngejar kamu sya.. seperti tadi di perpus.. dia sudah berani sama kamu.." lanjutnya


"ntat biar aku urus sama deni nad.. biar deni yg bicara sama ka ferry.." ucap tasya..


"mungkin dengan begitu, rasa yg masih ada di dalam diri ka ferry bisa redam pelan2.. dan dia bisa menerima keputusan aku dengan ikhlas.." ucap tasya lagi..


"ya sudah utk saat ini, kayaknya kamu gak bisa kemana2 sendirian sya.. deni juga gak selalu dampingin kamu,.aku apalagi.." nadia terlihat khawatir..


"tenang aja nad.. ka ferry itu org baik, dia hanya butuh waktu aja.. utk menerima semua" tegas tasya..


nadia menatap mata sahabatnya lekat, dia melihat guratan rasa kecewa atas sikap ka ferry hari ini..


***


"aaaaarrggghhh... " ferry memukul meja didepannya . saat ini dia berada di dalam ruang osis.. ruangan yg dulu sering dia pakai utk rapat bersama teman2 nya sebelum akhirnya mereka lulus..


ferry memutuskan menunda kuliahnya, krn masih ingin memastikan perasaan tasya kepadanya.. tapi hari ini dia mulai yakin, sudah tidak ada lagi kesempatan baginya di hati tasya..


"apa gw udh harus ngerelain loe sama deni syaa.. gw cinta sama loe.." ferry merasa sesak di dadanya, rasa cinta nya begitu besar terhadap tasya..


ferry berjalam gontai keluar gedung SMA 4 dia menatap lagi gedung sekolah yg setahun lalu dia pakai utk mengenyam pendidikan bersama..


sedangkan yudi yg dari dulu selalu bersama, kini sudaj memilih menjadi pelatih basket bagi junior2 nya di SMA 4 ini.. makanya dia massih bs bersama nadia..


seusai pertemuan itu, ferry tidak lagi terlihat di lingkungan sekolah bahkan menerror via ponsel juga sudah tidak.


***


dikamar.. saat ini tasya menginap dirumah deni, usai mengerjakan tugas, kedua pasangan muda suami istri ini ngobrol apapun sebelum mereka tidur..


"den.. "panggil tasya..


"hmm.. " ucap.deni


"kmrn waktu kamu ketemu ka ferry, kamu bilang apa?"


"gak bilang apa2"


" beneraaann..".selidik tasya


"iya.. aku cuma bilang, sekarang kamu istri aku, sampai nantipun begitu,"


"ya ampuun.. kamu bilang begitu sama ka ferry.."


deni menganggukkan kepala...emang kenapa?

__ADS_1


"trs ka ferry nya nerima aja gitu.." ucap tasya..


"pertamanya sih enggak" deni mengingat kejadian diparkiran sekolah tempo hari..


flashback on


"fer.. gw minta, mulai sekarang jangan ganggu tasya ya.. kasian fer.. dia jd takut sama loe" kata deni..


" atas dasar apa loe nyuruh gw berhenti ganggu tasya? ferry masih nyolot


"gw suami sah nya fer.." ucap.deni..


ferry terkejut.." loe.. loe becanda kan??"


"ngapain gw becanda!" apa untungnya gw becanda hal kayak gini"


"tapi gw cinta mati sama dia den.." jawab ferry frustasi


"loe harus bisa ngelupain perasaan loe fer, gw yakin akan ada gadis yg bisa menjadi pendamping loe kelak.." dan mungkin lebih baik dan cantik dr tasya"


ferry terlihat menunduk.. dia menyesal atas kelakuannya selama ini, yg membuat tasya menjadi menjauhi nya krn takut..


"gw bakal ngelupain dia, asal. ."


"asal apa fer??"


"asal loe janji, loe bakal.ngejaga dia, loe bakal dampingin dia terus, kalo sampai gw ketemu tasya nangis atau terluka karna ELO, gw gak segan2 ngerebut dia dr tangann loe apapun caranya.."


"oke deal, aku setuju.. aku janji.."


"gw pegang janji loe den.."


ferry meninggalkan deni yg masih duduk di pinggir pembatas parkir mobil mereka.. dan melajukan kendaraannya..


flashback off


tasya memeluk erat suami tercinta nya.. dia masih tidak percaya bahwa dia akan berjodoh dengan deni . bahkan diluar dugaan perjodohan ini disusun dan dirancang oleh kedua orgtua mereka


mereka tertidur dlm posisi saling berpelukan hingga mimpi membalut tidur malam mereka yg indah..


-


-


-


jangan lupa.like dan komen yaa..


beri vote dan klik icon hati ya kaka

__ADS_1


terimakasih


happy reading๐Ÿ˜˜


__ADS_2