
Luna menghampiri Ferry di ruang kerjanya.. saat ini Ferry sedang mengerjakan proyek besar.. "ka.. "panggil luna
Ferry yg menoleh karna dipanggil, "ada apa?" jawabnya sambil tetap menatap layar kotak di hadapannya..
"kapan ka yudi menikah?" ucap luna
"kenapa kau menanyakan itu?" jangan mengganggu nya, dia sudah bahagia.." jawab ferry
"aku tidak akan mengganggunya, justru aku akan mendoakannya" ucap luna tidak terima ketika kakanya berfikir buruk tentang pertanyaannya itu
" dia menikah 2bulan lagi di kota J" sambung ferry..
"baiklah . akan ku ingat" luna pergi meninggalkan ruang kerja Ferry
***
Nadia sedang mengadakan fitting baju.. kurang dari sebulan dia dan yudi akan melangsungkan pernikahan mereka..Nadia mengambil cuti agak lama utk itu.. hal itu di setujui oleh deni selaku direktur utama ..
"syaa.. apa aku sudah terlihat cantik?" tanya nadia..
"kamu selalu cantik upill..!" ucap tasya mencubit pipi nadia..
"kenapa kamu suka sekali memanggilku dengna sebutan itu?" ucap nadia memonyongkan mulutnya ..
cekreekk
tasya mengambil foto nadia dengan ekspresi tadi .
"aku akan mengirimnya ke ka yudi!" kata tasya..
nadia melotot, dan hendak mengambil kamera yg dipakai tasya utk memotretnya..
"sini syaa.. " tasya mengangkat tangannya tinggi2, supaya nadia tidak bisa meraihnya..
tiba2 mulut tasya terkunci.. ia melarikan diri ke arah toilet.. "huu huueekk" tasya tiba2 merasa mual, dia menghentikan aktifitasnya di depan wastafel,, dia melihat wajahnya yg memang sedikit pucat..
"aku sangat lelah akhir akhir ini.." ucapnya
ketika dia kembali dia melihat nadia yg sudah siap dengan gaun super cantiknya..
__ADS_1
cekreek.
tasya kembali memotret secara reflek..
"kamu sangat cantik nadia?" sahabatku aku hampir saja tidak mengenalimu.." ucap tasya..
"kamu juga cantik.." ayo foto aku lagi.." pinta nadia..
."baiklaaah.. utk kesayanganku.. " jawab tasya sambil mengarahkan kameranya .
***
pagi ini tasya terlambat bangun, dia merasakan panas disekujur tubuhnya . . kepalanya sangat pusing, dia hanya ingin memejamkan mata saja.. deni yang melihat keanehan yg dialami istrinya merasa khawatir.. bahkan, tiap pagi tasya akan berlama2 dikamar mandi, entah apa yg dilakukan wanita itu.
tok tok tok (suara pintu kamar mandi diketok)
"sayang, kamu tidak apa2?" apa kita perlu ke dokter?" ucap deni cemas..
tasya keluar dengan tubuh gontai.. lemas disepanjang kaki jenjangnya tangannya gemetar, semua isi perut sudah dia keluarkan.. bahkan tanpa sisa ..
"deni.. aku ingin istirahat sebentar!" ucapnya tanpa melihat ke arah deni..
deni melihat istrinya yg tidak berdaya, ia merasa kasian..
***
diruangan dokter
"iya pak bu, ada yg bisa saya bantu?" suster didepannya sangat ramah, bahkan tasya merasa tenang saat akan diperiksa..
mula2 suster jaga akan mengukur tekanan darah tasya kemudian meminta tasya utk menimbang berat badannya, lalu setelah setengah jam mengantri, tasya dan deni masuk ke salah satu ruangan yg didalamnya terdapat seorang wanita paruh baya yg mengenakan pakaian kebesarannya yg berwarna putih, dengan kacamata bulat dan hijab berwarna cream, dokter itu tersenyum ketika melihat kedua pasangan tersebut masuk..
"silahkan duduk pa, bu!" ucapnya.. "ada keluhan apa?" tanya nya dengan suara lembut
deni menceritakan kondisi istrinya.. saat ini istrinya sedang berbaring di bankar, dan dokter tersebut mengarahkan alat yg terhubung antara telinga dengan dada pasien, setelah itu, dokter menggunakan gel pada suatu alat yg ditempel di area perut pasien, seketika dokter itu tersenyum.. selesai pemeriksaan tasya kembali ke posisi duduknya
"kapan ibu terakhir kali menstruasi?" tanya dokter .
tasya kebingungan saat ditanya itu, pasalnya dia sudah tidak mengalami hal itu sejak 1bulan yg lalu. .
__ADS_1
dokter kembali tersenyum, "selamat ya pak, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah" ucap dokter membuat kedua pasangan itu menajamkan mata nya dan saling berpandangan,
"maa. maksudnya. dok?" istri saya hamil?" tanya deni ragu
dokter mengiyakan, "betul, usia kandungannya masuki usia 5minggu" jadi gejala yg dialami oleh ibu tasya adalah gejala awal trimester pertama wanita hamil.." dokter kembali tersenyum, lalu menuliskan resep nya..
"saya berikan vitamin dan pengurang rasa mual, saran saya ibu tetap makan makanan bergizi, kurangi aktifitas berat selama trimester awal ya bu.. semoga sehat selalu sampai persalinan nanti,.. sebaiknya kandungan diperiksa setiap bulan, guna mengikuti perkembangan janin, jika ada sesuatu hal yg tidak diinginkan maka bisa dicegah sejak awal.. begitu saja, sekali lagi selamat ya pak bu.." dokter kembali menjabat tangan keduanya..
mereka berdua masih belum percaya bahwa ada peri kecil yg telah tumbuh hidup di rahim tasya...setelah itu mereka memberi kabar baik ke seluruh keluarga .
**
kedatangan mereka disambut meriah oleh para orgtua yg menanti kedua calon orgtua itu, disana mereka mengadakan acara makan malam bersama sekaligus syukuran atas kehamilan tasya..
hari itu tiba..
Nadia tengah duduk didepan cermin.. kini tubuhnya telah dibalut kebaya modern yg anggun, dia menanti Yudi mengikrarkan ijab kabul di depan penghulu dan wali nya . .
"selamat ya nad.. " ucap tasya, saat itu dia dengan menatap tasya yg duduk di depan meja rias. sesekali tngannya mengusao punggung nadia..
"kamu juga...yg sehat yaa..." jagain ponakan aku.." kata nadia lumer..
mereka saling berpelukan dan meluapkan rsa bahagia mereka berdua.
***
TAMAT
-
-
Setelah ini akan ada ekstra part, jangan dulu di unfavorite yaaa.. ππ
-
-
Dukung penulis dengan LIKE dan VOTE
__ADS_1
Terimakasih
happy readingπ