jodohku itu kamu

jodohku itu kamu
Semoga Bahagia


__ADS_3

Sesuai rencana kedua orangtua deni dan tasya, sudah sebulan sejak mereka lulus, kini mereka akan menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka..


Ballroom yg disulap sangat indah oleh wedding organizer ternama di kota B menjadi saksi atas kebahagian dua insan yg saat ini sedang berdiri di atas panggung, dengan nuansa anggun, bunga mawar bertebaran disetiap sudut ruangan bahkan di meja jamuan makan para tamu,


Tasya mengenakan gaun indah berwarna ungu magenta di pasangkan dengan Deni yg memakai tuxedo putih kombinasi dari ungu magenta di leher jenjangnya. heels dengan tinggi 10cm dan rambut dengan tiara manis mempercantik balutan gaun yg dikenakan tasya..


Nadia datang ke pesta itu bersama Yudi, mereka mengenakan pakaian couple motif batik, Nadia dengan model dress elegant dan yudi dengan kemeja yg sedikit dilipat di bagian lengan tidak mengurangi ketampanan


Senyum bertebaran dimana.. semua tamu datang dari semua kalangan.. teman bisnis dan teman semasa sekolah pun hadir dengan pesona mereka masing2.


"aku bahagia" ucap tasya menyaksikan tamu yg datang silih berganti..


"apa kamu lelah?" tanya deni.. yg melihat ke wajah tasya yg sedikit lesu


"yaa . aku sangat lelah, rasanya ingin segera merebahkan tubuhku ini diranjang yg empuk" ucap tasya sambil memejamkan mata membayangkan apa yg dia katakan..


posisi mereka saat ini adalah duduk, mereka duduk sejenak sebelum nanti berdiri lagi ketika ada tamu yg ingin mengucapkan selamat kepada mereka..


"tasyaaa .. my honey.. " nadia berhambur memeluk sahabatnya..


"upiiill.. kamu datang. " balas tasya..


"aku pasti datang sya.. aku tidak mungkin melewatkan acara makan gratis seperti ini.." kekeh nadia..


Sudah biasa mereka akan berkata konyol.setiap kali bertemu, itulah mereka.. keakraban mereka bahkan sudah terkenal di satu sekolah..


Ferry datang sendiri.. sejak kejadian di acara wisuda, adiknya Luna sudah tidak ingin ikut ke acara apapun yg Ferry hadiri.. Ferry mengenakan jas hitam elegan, dengan gaya rambut yg lebih pendek dr biasanya.. menambah kesan maskulin pada dirinya..


"hai.. sya.. deni.. selamat yaa.. aku berdoa, semoga kalian selalu bahagia" ucap ferry ketika berada dihadapan kedua pengantin itu..


"Ka Ferry segera menyusul yaa.. kami berterimakasih atas doa dan kehadiran kaka.."jawab tasya


mereka tersenyum ikhlas, dan melanjutkan pesta.. orangtua deni dan tasya sudah sejak 1jam yg lalu meninggalkan panggung dan beristirahat diruangan yg telah di sedikan pihak penyelenggara wedding,


didalam ruangan itu gelak tawa memenuhi ruangan, aura persahabatan semakin kental, obrolan demi.obrolan mereka layangkan,


"jeng.. sebentar lagi kita minta cucu!" ucap mama tasya ke bunda deni


"iya jeng.. saya juga sudah tidak sabar.." balasnya


"hahaha kita bisa memperluas perusahaan dengan mengadakan merger jas.." ucap heru..


"hmm. ayo setelah ini kita buat sketsa nya kawan.."kekeh anjas..


***


Tasya kini berasa di kamar mereka.. pesta dua hari lalu membuat mereka sangat merasa lelah, ditambah Deni yg semakin agresif, setelah resepsi mereka membuat tasya seolah tak memiliki tenaga sisa lagi..


Diranjang empuknya dia dibalut dengan selimut yg hangat, tidur nyenyak nya beberapa malam ini terganggu atas aksi Deni..

__ADS_1


"morning cantik.." ucap deni,


tasya mengedipkan matanya dengan sebagian penuh badannya tertutup selimut, "hmm morning.." jawab tasya.


"apa tidurmu nyenyak,?" deni mengusap kepala tasya.. tasya mengangguk


"Ayo kita jalan2 hari ini.. " ajak deni


tasya menggeleng, "tapi aku lelah sayang." sambil memejamkan matanya


cup


deni mengecup kening tasya lembut..


"baik istirahatlah dulu yaa.. aku pesankan makanan untuk kita" senyum deni..


***


ditempat lain.. Yudi sedang menyiapkan tempat, dia berencana melamar Nadia,


"ini tolong disana, yg ini di tempatkan disini, bunga itu disusun kombinasi ya, calon istriku sangat menyukai itu,." yudi berkacak pinggang, dia menyunggingkan senyumnya ketika melihat semua siap.sesuai dengan harapannya..


"tinggal menunggu dia" gumamnya dalam hati.. "kamu pasti menyukai ini sayang" lanjutnya..


***


Nadia menerima pesa singkat dr seseorang, yg menyuruhnya pergi ke suatu tempat..


sejak lulus SMA, nadia bekerja sebagai resepsionis di kantor cabang perusahaan yg dikelola Deni, Deni ingin menempatkan di posisi yg lebih dr itu, hanya saja belum ada posisi yg kosong.. jd sementara Nadia ditempatkan disana . .


"iyaa aku ke sana," ucapnya ketika seseorg menelpon


Nadia menyetop taksi dan meminta supir mengantarnya. .


***


Yudi merasa gugup, sesekali dia mengelap keringat yg membasahi dahinya. . "santai bro.. "Ferry yg menemani membuat surprise propose itu menjadi saksi atas cinta Yudi


"gw udh santai, tapi hati gw dag dig dug gak jelas bro.." jawabnya.


Ferry terkekeh.. "seperti bukan loe bro"


"nanti loe juga ngerasain fer!" ucap yudi..


setelah beberapa menit berlalu, datang tasya dengan deni, mereka sepakat akan menyaksikan pernyataan Yudi nanti...


"gimana? udh sampai mana? tanya yudi di sambungan tlp..


sejenak ia mengerutkan dahi nya .lalu memutuskan sambungan tlp nya..

__ADS_1


"dia sudah didepan, ayo siap!" ucapnya kepada rekannya yg menemai saat itu..


semua. mengangguk paham..


deni dan tasya bersembunyi di balik bilik ruangan sambil memegang kamera di tangannya, Ferry menyambut Nadia yg datang dan Yudi menunggu di meja yg sudah dia siapkan..


dengan perasaan berkecamuk kacau.. yudi akhirnya melihat nadia datang, senyumnya merekah, apalagi ketika nadia melihat ruangan dengan aksen banyak sekali bunga.. tasya menghampiri nadia memberikan sekuntum bunga mawar merah, dan memeluk sahabatnya dengan erat, nadia melanjutkan jalannya menuju yudi yg tersenyum.. tangannya terulur menyambutnya.. deni keluar dari persembunyian, dia kembali berdiri disamping istrinya.. sambil mengarahkan kamera ke arah yudi dan nadia.. Ferry . .dia merasa senang atas keberhasilan temannya dalam menemukan jodohnya itu..


"Nadia.. sayang.. will you marry me?"


senyum tulus terbit di bibir yudi, dia memegang tangan nadia dengan hangat walau saat ini tangannya sangat dingin karna gugup..


"ka yudi.. tangannya dingin banget?" kaka sakit?" ucap nadia..


"please nad.. ini bukan saatnya bercanda, aku udah susah payah buat usahain supaya gak gugup.. jangan bikin aku tambah gugup lagi..!" ucap yudi


nadia tertawa renyah.. "Yess.. I do.."


senyum lebar menghiasi wajah semua sahabat yg hadir ...


yudi memberikan kotak kecil bludru merah, nadia membukanya..


"aku sangat menyukai ini" matanya berbinar melihat cincin yg tempo hari di tunjukkan yudi, cincin itu adalah cincin dari mendiang nenek yudi yg diberikan kepada yudi utk dia berikan kepada istrinya kelak .


"aku pakein ya.." ucap yudi


nadia mengangguk, yudi memasangkan cincin manis itu dijari manis nadia . batu rubi merah delima menjadi penghias diatasnya .


Nadia menatap jari yg terpasang cincin tersebut dengan tatapan haru..


"Aku sangat bahagia.." ucapnya..


"bulan depan aku kerumahmu, dan setelah itu kita akan menyusun rencana pernikahan kita.." yudi tersenyum sambil menatap lembut wajah nadia..


"terimakasih ka .." ucapnya..


-


-


-


-


Dukung penulis dengan LIKE dan VOTE


Terimakasih


Happy Reading๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2