
ustadz Aknan yang tadi ingin ikut sholat jama'ah melihat dua orang murid nya tepatnya kedua santri nya berduaan di serambi masjid
"assalamu'alaikum" salamnya
"wa'alaikumsalam" jawab mereka berdua.
Aisyah " eh mari ustadz assalamu'alaikum" ucap nya pergi.
"wa'alaikumsalam" jawab mereka berdua.
ustadz Aknan " hayo....ngapain disini bukannya langsung masuk? mau di gundulin itu kepala?".
Syafi'i " eh jangan dong.... nanti jadi apa kalo botak berkurang ganteng nya nanti".
ustadz Aknan " Heleh "
"ustadz?"
"Hem"
"boleh nanya?"
"apa?"
Syafi'i" ustadzPacaran itu haram gak sih?"
ustadz Aknan "emang selama di pesantren ngapain aja cuma gitu dong ga tau"
"hehehehe"
ustadz Aknan" Dalam Islam sendiri istilah pacaran itu tidak pernah ada dan tidak pernah dikenal. Itulah sebabnya tidak ditemukannya dalil yg berbunyi ' Janganlah kalian pacaran' atau 'Pacaran itu haram' ataupun semacamnya.
Selain itu kita juga tidak akan menemukan bab yg membahas khusus mengenai pacaran di kitab-kitab ulama terdahulu, Karena apa?? Ya,Karena memang dalam islam tidak pernah dikenal istilah PACARAN"
Syafi'i" Lalu apa yang menjadikan pacaran menjadi haram???"
ustadz Aknan" hal itu karena, pacaran itu di dalamnya terdapat aktivitas" yg melanggar dan menggiring pelakunya untuk melakukan Zina
Syafi'i"Hah,zina???"
"kalo pacaran engga ngapa-ngapain.Lagian pacarannya jg pacaran Syar'i kok."
ustadz Aknan "Beneran? ".
"Mana ada pacaran Syar'i..Jgn mengada" dan membuat hukum sendri.Jgn mau ditipu soal taaruf yg berkedok pacaran.
"Bohong dosa loh ya"
Zina itu ada Tingkatannya.Yaitu:
Pertama, Zina Ain
(Zina mata)
memandang lawan jenis dengan perasaan senang. Ketika pacaran biasanya suka saling tatap-tatapan gitu kan?? (fakta lapangan)
Kedua, Zina Qolbi
(Zina hati)
memikirkan atau menghayalkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya. (Hayo??Masih Mau nyangkal gk nih)
Ketiga,Zina lisan
(Zina ucapan) membincangkan lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya. Nah ini, si pelaku biasanya gak ada bosennya ngebahas tentang pacarnya, dimanapun dan kapanpun. Smpai gk sadar,sedang menduakan Allah.
__ADS_1
Keempat, Zina Yadin (Zina tangan)
memegang tubuh lawan jenis dengan perasaan senang kepadanya. Nah,biasanya ini adalah tingkatan zina yg bisa menjerumuskan pelakunya kepada Zina sebenar-benarnya zina, yakni Zina kemalu'n. Naudzubillah mindzalik.
Syafi'i "Jadi,gimana sih hukum pacaran itu?"
ustadz Aknan "Pacaran itu menjadi haram karena aktivitasnya menjurus pada perbuatan Zina"
Sedangkan dalam Islam sendiri, jangankan melakukan Zina, mendekatinya saja pun sudah dilarang.
Sebagaimana firman Allah :
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk"
(QS. Al Isra': 32)
Memang tidak semua pelaku pacaran melakukan zina..(katanya).
Namun dari aktivitas-aktifitas nya itu sudah termasuk zina sebagaimana yg sudah kita bahas di atas. Nah, aktivitas-aktivitas itu pun sudah termasuk ke dalam perkara yg mendekati zina.
Selain itu, pacaran dikatakan melanggar perintah Allah karena selain mendekati zina, pacaran pun telah melanggar perintah Allah tentang larangan berkhalwat.
Syafi'i "Apa sih berkhalwat itu?"
ustadz Aknan "Berkhalwat disini maksudnya adalah berdua-duaan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
Hal ini jelas dilarang, sebagaimana sabda dari Rasulullah :
"Tidak boleh seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahramnya"
(HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).
Nah, berduaan pun itu sudah melanggar perintah Allah lho...
Syafi'i "sedangkan dalam pacaran???Berduaan??"
Syafi'i "Lalu ketika kita jatuh cinta,itu kita hrus gimana?? Gus?"
"Cinta itu kan fitrah,masa dilawan?" lanjut nya
ustadz Aknan "Bolehkah pacaran tapi islami?
"Jatuh cinta itu manusiawi. Perasaan cinta itu memang fitrah"
"*Namun bukan berarti alasan itu menjadikan kita sbg hamba-Nya yang tak taat. Menjadikan kita melanggar perintah dan larangan-Nya yg sudah jelas baik untuk kita.
Syafi'i "Lalu apa pacaran islami dibolehkan??Gus*? "
ustadz Aknan "hmm pacaran,dengan apapun kita menamainya, bagaimanapun kita mengemasnya, jika melanggar perintah Allah tetap saja hal itu tidak dibenarkan. Islam telah mengatur mengenai langkah apa yg harus diambil ketika kita jatuh cinta.
Jika telah mampu, maka menikahlah, bila belum mampu maka shaum(berpuasa)lah. Peliharalah pandangan, karena hal itu akan lebih menjaga hati kita sahabat.
(buka Surah An-nur :31-32)
Ketika kita jatuh cinta janganlah perasaan itu dilawan, melainkan kendalikanlah Karena jika kita melawannya tentu kita tidak akan mampu melawannya.
Tak ada satupun yg melarang kita untuk jatuh cinta, memendam rasa atau suka pada seseorang, itu memang fitrah kita sebagai manusia. Jika Allah melarang cinta itu ada, mana mungkin kita bisa ada saat ini?
Sekali lagi, Allah tidak melarang kita untuk jatuh cinta. Namun Allah menjaga kita dari rasa itu dengan aturan-Nya. Allah menyuruh kita menundukan pandangan, karena Allah tahu mata kita lemah dan mudah dibutakan rasa.
Allah menyuruh kita untuk shaum jika belum siap, karena Allah tahu kelemahan kita adalah sulit melawan hawa nafsu kita.
Jika kita jatuh cinta, kembalikanlah pada-Nya. Biarlah Allah yang genggam hati kita. Karena sejatinya Allah lah pemilik jiwa dan Maha Pemilik Cinta.
Jika Belum bisa menemukan Jodoh Di Dunia, insyaallah Allah kasih kita Jodoh Di Akhirat. Bisa Milih Sesuka hati kita. Semua menjadi Halal untuk Kita. Enak bukan??
__ADS_1
Perbanyaklah amal sholeh agar kelak ditemukn jodoh yg terbaik. Kalau ia cinta kita Karena Allah.. ia gk akann mungkn ajak pacaran tapi langsung ke pelaminan.
"jadi gak boleh pacaran ya tadz ?".
"gak, kenapa mau ajak ukhti tadi pacaran?".
"hehehe iya" ucapnya sambil menunjukkan deretan gigi nya.
"emang bener harus di gundulin nih kepala"
"eh jangan ustadz janji gak ulangin lagi. berarti kalo gak boleh ngajak pacaran berarti ngajak ke pelaminan ya tadz?".
"sekolah yang bener. ngaji yang bener. banggain orang tua dulu baru cari pasangan. ngaji belum bener sekolah nilai masih gitu-gitu aja udah mau ambil anak orang".
"terus kenapa Gus masih jomblo? kan Gus Aknan udah sukses udah bikin orang tua bahagia. nah kan tinggal dikasih cucu pasti tambah bahagia Abuya. eh tapi udah punya cucu dari Gus Hamzah tapi gak papa lah tambah cucu tambah rame. ya gak Gus?". oceh nya tanpa henti.
"astaghfirullah benar-benar nih murid satu. mau kena hukuman? hah? ".
" eh gak....gak....Gus cuma bercanda emang nih mulut asal ceplos aja..... hehehehe......"
"ya udah sana masuk".
"siap Gus. assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam" ucapnya kemudian menghela nafas pasrah kemudian menggelengkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aisyah dan Zarra yang pulang duluan menunggu kedua temannya di depan gerbang sekolah.
"assalamu'alaikum". ucap 3 orang di belakang Aisyah dan Zarra.
yang tak lain adalah Husna, Syifa, dan sang pengagum rembulan yaitu Syafi'i.
"wa'alaikumsalam"
"hai Syah". sapa sang pengagum rembulan.
Aisyah yang mendengar itu memutar bola mata malas.
"apa lagi?" dengan nada yang agak kesal.
" aku udah dapet pencerahan dari Gus Aknan dan aku gak akan minta kamu jadi pacarku lagi"
"baguslah" potongnya padahal Syafi'i belum selesai bicara.
"eits dengerin dulu"
"apa?"
"aku gak akan minta kamu jadi pacarku tapi aku mau ngajak kamu nikah karena kata Gus Aknan kalo udah cocok mending langsung nikah". oceh nya tanpa jeda.
"hah"
"hah"
"hah"
"astaghfirullah" hanya Aisyah yang beristighfar.
' emaknya ngidam apa dulu waktu hamil dia bisa-bisanya jadi kayak gini sungguh kelakuan mu tidak cocok dengan namanya' batin Aisyah
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Ramadhan penuh berkah 🤗🙏
__ADS_1
khusus di episode ini ada banyak pesan yang disampaikan dari pada dialog tokoh nya.
maaf kalo masih banyak typo🤗