
detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari. hari Jum'at ini hari dimana Aisyah berangkat ke Turki.
satu Minggu yang lalu Abi memberi kabar bahwa Aisyah akan dijemput dan langsung berangkat menuju bandara jadi Aisyah di tanyain barang apa saja yang perlu dibawa.
sedangkan ustadz Aknan sudah berangkat ke Turki dua Minggu yang lalu.
Husna "Syah?" tanya nya kepada Aisyah yang sedang mengemasi beberapa barang.
"iya?".
"kamu berapa lama libur?".
"seminggu".
"yah lama dong".
"ya lumayan".
"bukannya untuk santri baru dapat jatah libur setelah satu bulan di pondok itu hanya tiga hari ya? kok kamu seminggu".
"gak tau. Abi bilangnya gitu kok"
" ya udah. jangan lupa oleh-olehnya ya?".
"siap".
triiiinggg......
suara di ponselnya tanda ada pesan yang masuk.
Aisyah mengambil ponselnya yang ternyata Abi mengirim pesan ke Aisyah. memberi tau kan kalo Abi dan umi sudah menunggu di dhalem.
"ya udah Aisyah pamit ya. tadi Abi ngirim pesan katanya sudah nunggu".
"yah. jadi pergi?" tanya Syifa dan dibalas anggukan kepala.
"ya udah Ais pamit. assalamu'alaikum" ucapnya mengambil tas ukuran sedang di atas ranjang dan memakai cadarnya.
"'wa'alaikumsalam"
"wa'alaikumsalam"
"wa'alaikumsalam. cepet pulang ya?".
"iya" ucap Aisyah sambil mengangguk.
setelah itu Aisyah pergi ke dhalem dengan tas ukuran sedang di punggungnya.
----------------
"assalamu'alaikum" ucap Aisyah yang telah sampai depan dhalem yang memang kedua orang tuanya ada di sana. dan menyalami mereka.
sekarang ummah juga ikut bercadar karena terinspirasi sosok ummi. dan peraturan bercadar itu mereka juga terinspirasi dari pesantren Abah dimana si anak bungsu mereka mondok.
"wa'alaikumus salam" ucap mereka berempat yaitu Abi, Abuya,umi, ummah.
"ya udah kita berangkat dulu". ucap Abi kemudian menuju mobil.
"hati-hati" jawab Buya.
Aisyah , umi , dan Abi menuju mobil setelah menyalami ummah dan Abuya.
"assalamualaikum" ucap Abi dan umi saat mobil akan melaju.
"wa'alaikumsalam "
kemudian mobil melaju ke arah luar pesantren dengan Abi sebagai sopir sedangkan umi dan Aisyah duduk di belakang.
__ADS_1
"barang yang Aisyah minta kemarin sudah di bawa kan?" tanya Aisyah saat mobil sudah melaju.
"udah" jawab umi lembut.
"itu yakin kamu cuma bawa barang segitu dari pesantren?". tanya Abi melihat hanya tas ukuran sedang yang dilepas dari punggung Aisyah.
"emang harus bawa apa? baju di sana masih banyak".
setelah itu Aisyah bercerita tentang kehidupannya di pesantren diiringi canda tawa diantara mereka bertiga.
selang beberapa menit mobil sudah sampai di bandara.
mereka melakukan penerbangan menggunakan jet pribadi yang biasa digunakan saat berkunjung ke Turki atau suplai barang ke luar negeri.
singkat waktu jet pribadi itu mendarat sempurna di bandara internasional di Turki.
di sana mereka sudah ditunggu supir pribadi keluarga.
...**************...
"kakek.....nenek......" pekik Aisyah saat turun dari mobil dan berlari menghampiri mereka yang sudah ada di teras rumah.
(sebenarnya mereka menggunakan bahasa Turki saat di sana. ya walaupun sebenarnya keluarga di sana juga paham bahasa Indonesia. di sini kita langsung menggunakan bahasa Indonesia biar gak ribet)
"eh cucu kakek udah besar aja. gimana sehat?" tanya nya kepada Aisyah yang ada di pelukannya.
"sehat, kakek sama nenek sehat?". ucap Aisyah sedikit melonggarkan pelukannya dan mendongak beralih ke arah neneknya.
"sehat" ucap mereka berdua.
Abi dan ummi yang melihat itu hanya senyum sambil geleng-geleng kepala.
"assalamu'alaikum" ucap mereka dan menyalami kedua orang paru baya itu setelah Aisyah melepas pelukannya.
"waalaikumsalam , ya udah masuk yuk udah petang ini". ucap kakek dan dibalas anggukan dari ketiganya.
saat makan malam....
"gimana nak lancar perjalanan?". tanya kakek
"Alhamdulillah lancar ".
"gimana nih cucu nenek yang katanya mondok? betah gak?".
"Alhamdulillah betah kok di sana banyak temannya".
"Alhamdulillah".
selesai makan malam Aisyah membantu membereskan sisa makanan tadi. setelah itu Aisyah pergi ke kamar yang ada di lantai dua untuk beristirahat karena badannya sudah lelah akibatnya perjalanan tadi.
Aisyah bangkit dari tidurnya dan menuju balkon kamar. 'pemandangan malam bertabur bintang yang indah' itulah yang dilihat saat ini.
ia menunduk ke bawah melihat taman belakang yang dulunya adalah pacuan kuda tapi sekarang berubah menjadi taman.
sekarang pacuan kuda sudah diberikan tempat sendiri yang tidak jauh dari rumah itu. di sana ada beberapa kuda miliknya dan cucu-cucu kakek yang lain. memang kakek tidak pernah membedakan cucu-cucunya jadi satu dibelikan yang pasti juga dibelikan.
setelah merasa puas akhirnya Aisyah kembali ke kamar mengambil laptop dan kembali lagi ke balkon guna mengecek laporan kerja.
⛅⛅⛅⛅⛅⛅⛅
kegelapan malam kini berubah sinar matahari yang terik.
dikamar Aisyah kini sedang bersiap-siap ke rumah tantenya. siapa lagi kalo bukan kembarannya ummi.
"udah siap?" tanya kakeknya yang melihat cucunya turun dari tangga.
"udah. yok"
__ADS_1
mereka berangkat bersama menuju ke rumah Tantenya Aisyah.
"assalamu'alaikum" ucap mereka saat sampai di teras rumah.
"waalaikumsalam" jawab orang yang ada di dalam dan membukakan pintu.
"adekkk...." pekik gadis bercadar dan langsung memeluk Aisyah.
"kakakkkkk....." pekik Aisyah bersamaan.
gadis bercadar itu adalah Ayla kakak dari twis dan juga anak dari kembarannya umi. umi Laila ini 3 bersaudara mempunyai kakak laki-laki dan kakak perempuan kembarannya.
"Ayla?"panggil umi karena sedari tadi Ayla terus berpelukan dengan Aisyah.
Ayla "hehehe..... lupa kalo ada Tante. mari masuk" ucapnya melepaskan pelukannya dan menyalami tangan Om dan tante serta nenek kakeknya.
"duduk dulu. sebentar Ayla buatin minum dulu pasti capek. dari rumah kakek ke sini kan lumayan jauh". ucap Ayla setelah sampai dalam rumah.
"kak! Aisyah mau bantu".
"yok".
"umi sama Abi mu kemana? sepi banget ini rumah!". tanya umi setelah Ayla dan Aisyah menyajikan minum serta beberapa cemilan.
"umi sama Abi pergi belanja bulanan. kalo Rayyan sama Zayyan nongkrong sama temen tadi.
kakek "terus kamu dirumah sendirian? bibi kemana?".
Ayla "iya. bibi kemarin ambil cuti untuk tiga hari ke depan ".
kakek "umi sama Abi kamu gimana sih kok anak gadis di tinggal sendirian di rumah?".
Ayla "gak tau". jawabnya singkat.
akhirnya mereka mengobrol singkat. hanya saling bertukar kabar. selang beberapa menit terdengar ketukan pintu.
"sebentar biar Ayla yang bukakan"
"oh ternyata Abi sama umi Ayla kira siapa?". ucapnya setelah membukukan pintu dan menjawab salam serta menyalami keduanya.
dan jangan di tanya lagi setiap perempuan di keluarga itu. pasti bercadar, begitupun ummi sama nenek.
"iya. oh ya itu mobil siapa?"
"mobil kakek. masak Abi gak kenal mobilnya?".
"oh ya.....iya...Abi ingat tapi tumben ke sini biasanya kita yang ke sana!".
"itu tadi Tante sama om ke sini".
"tante ke sini?" kini giliran ummi yang angkat bicara.
"iya" jawab Ayla singkat.
setelah Ayla menjawab ummi segera menyerahkan kantong berisi belanjaan kepada suaminya dengan sorot mata berbinar dan segera masuk ke dalam . menyingkirkan Ayla yang masih di depan pintu.
Ayla yang melihat itu kebingungan sedangkan abi nya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"umi kenapa?".
"mungkin kangen sama kembarannya"
Ayla manggut-manggut tanda mengerti. dan mereka berdua menyusul ke dalam rumah.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
maaf baru up setelah sekian lama karena satu Minggu kemarin itu ada pembelajaran tatap muka jadi tugas yang di berikan 2 kali lipat dari yang biasanya.
__ADS_1