Jodohku Ketemu Di Pesantren

Jodohku Ketemu Di Pesantren
seminggu sudah


__ADS_3

Perempuan bercadar dan laki-laki berjas orang yang sangat dirindukan Aisyah ada di ndalem mereka adalah orang tua Aisyah .


(Nb : umi nya Aisyah memang bercadar)


Aisyah begitu terkejut saat orang yang ia rindukan ada disitu sampai ia lupa melanjutkan salamnya.


Di sana ada umi ya'i , kyai dan tentunya orang tua Aisyah. Aisyah dan Syifa yang masih di depan pintu.


Aisyah "umiiii....." Ia berhambur memeluk sang ibu yang sangat ia rindukan. Ia sangat mengenali orang yang pernah melahirkannya itu walaupun saat ini bercadar.


Kyai serta sang istri hanya tersenyum melihat itu sedangkan Syifa yang masih di pintu diserang dengan rasa kebingungannya.


Abi " umi aja ini yang dipeluk Abi gak " tanya nya.


Aisyah " gak karena Abi udah bawa si merah gak izin dulu sama aku" jawabnya dengan dengan muka cemberut dan sudah melonggarkan pelukannya tapi masih berpelukan.


Abi " ya kan masih dalam penyitaan jadi boleh lah pakai tanpa izin"


Aisyah "ya udah nanti kalo pulang triple harus kembali lagi "


Abi "gak akan "


Aisyah "ya sudah kalo gitu ais minta Büyük baba untuk ngirim si rembo kesini"


Abi " gampang Abi sita lagi nanti " jawabnya dengan senyum meledek.


Aisyah " ya udah nanti kalo si rembo Abi sita lagi Ais aduin ke Büyük baba (kakek) "


Abi " silahkan " jawabnya enteng.


Aisyah cemberut karena ancaman nya gagal ia kembali berpikir.......


Aisyah " yakinnnn " dengan sorot mata meledek. Dan Abi nya membalas dengan anggukan yakin.


Aisyah " oke nanti Ais laporin nya kalo Abi sita si rembo dan nanti palingan Abi di suruh di sini sedangkan Ais sama umi ikut Büyük baba ke Turki " ucapnya lagi disertai wajah meledek.


Abi " eh, ya udah deh nanti Abi pikirin lagi "


Buya tertawa melihat anak dari sahabat nya itu memiliki sifat persis dengan Abi nya yaitu akan ngeyel dan akan terus mengancam jika kemauannya tidak dituruti


Umi " udah ah gak malu apa di lihatin tuh " ucapnya melepas pelukannya.


Aisyah menepuk jidatnya serta beristighfar karena dia lupa tempat dimana ia sekarang.


Aisyah segera menyalami ke dua pemimpin pondok tersebut disusul Syifa yang sedari tadi di depan pintu.


Umi " kamu ngapain ke sini nak "


Aisyah " oh iya Aisyah ke sini mau ambil ponsel apa ada ponsel disini? Soalnya tadi aku cari ke ustadzah gak ada dan Aisyah ingat umi berkata kalo hp nya ada di sini? " Tanya nya kepada ummah yang memang para santri sering memanggil beliau dengan sebutan umi.


Ummah " oh iya nak sebentar umi ambilkan ". Ucap nya lalu pergi ke arah dalam.


Syifa " Syah aku balik duluan ya? "


Aisyah " emang kenapa? Bareng aku kan bisa"


Syifa " em itu tadi mau jemur. Tadi udah di cuci tapi belum dijemur kalo nanti keburu gak panas".


Aisyah " oh ya udah deh gak papa ".


Syifa " ya sudah saya duluan " ucapnya kemudian menyalami yang ada di sana.


"Assalamualaikum " lanjutnya seusai menyalami.


Ummah " ini bukan nak ponselnya " ucapnya yang baru datang Sambil memperlihatkan sebuah ponsel dan syifa sudah agak jauh dari ndalem.


Aisyah " iya betul itu " ucapnya dan ummah memberikan ponselnya.


Aisyah " Abi bawa laptop gak tadi? Tapi laptop aku ya bukan punya Abi"


Abi " bawa tadi dimobil. Mau ngapain ? "


Aisyah " gak apa-apa "


Abi " ya udah ambil aja tapi gak boleh di bawa ke asrama kalo mau di mobil aja "


Aisyah " ya udah sini kuncinya ".

__ADS_1


Abi " nih. Tapi ingat jangan bawa lari itu mobil. Snack yang ada di mobil itu buat kamu. Terus yang di paperback itu kitab dari Abah jadi gak usah cari lagi " ucapnya dan menyerahkan kunci mobil.


Aisyah " iya . Ya udah Aisyah pamit assalamualaikum " ucapnya melenggang pergi tidak lupa sebelum pergi ia menyalami ke empat orang di sana.


Buya " wan... wan... itu anak bener - bener mirip kamu emang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya" ucap nya sesaat setelah Aisyah pergi.


Abi " iya tapi jiwa yang dulu ada di Abah nurun sama dia "


Buya " maksudnya jiwa? Dan sejak kapan kamu tau "


Ya memang dulu Abah bisa dibilang mafia tapi hanya di waktu muda saja.


Abi " iya . Baru tau 4 tahun yang lalu sebab ini juga yang jadi alasanku mau pondokan dia "


Buya " 4 tahun ? "


Abi " iya sebenarnya udah dari sekitar 8 tahun yang lalu dia mulai suka silat tapi baru peka 4 tahun yang lalu waktu berkunjung ke Turki nengokin dia eh... Malah udah jago berkuda, panah, dan yang bikin aku khawatir udah jago main pistol lagi . "


Buya " pistol?" Ucapnya kaget.


Abi " iya. Dan hampir kecolongan 2 tahun yang lalu " .


Buya " maksudnya kecolongan bagaimana?? "


Abi " ck... Tau sendirilah dia itu mirip aku yang paling sensitif ama keluarga ".


Buya " terus ? "


Abi " ya 2 tahun yang lalu Nizam berkunjung nah ada tu perempuan yang dari dulu suka sama Nizam terus dia maki-maki dan menghasut Azra untuk cerai dari Nizam. Dan hampir tu si Aisyah nerkam tu cewek. Tapi Alhamdulillah sih udah di beri pengertian oleh Abah "


Buya "Azra?... bentar maksudnya Nizam udah nikah? "


Abi " udah. Udah punya anak lagi ".


Buya " gak ngundang ".


sebenernya Buya sudah tau tentang pernikahan Nizam yang diketahui dari Abah saat jenguk anak terakhirnya namun ia pura-pura tidak tau


Abi " ya gimana mau ngundang Nizam aja baru pulang di Indonesia langsung ngomong 1 Minggu lagi mau khitbah anak orang dan 3 hari setelah khitbah orang tua nya Azra minta langsung ijab qobul ".


Buya " maksudmu Nizam dapet orang Turki? "


Buya " dapet mantu orang Turki terus jangan-jangan nanti Aisyah dapet orang Turki lagi ".


Abi " ya nggak apa-apa lah namanya udah jodoh ".


Buya " ya rencananya mau aku jodohkan Aisyah sama anakku ".


Abi " hah? maksudnya sama Hamzah? Nggak ya masak mau dijadiin madu ".


*Hamzah anak pertama Buya serta kakak dari Aknan yang memang sudah berkeluarga *


Buya " ya nggak Hamzah lah tapi adeknya ".


Abi " emang udah berapa anak? Anak banyak rumah sepi kayak gini ".


Buya " tiga. Ya gimana mau rame anaknya pergi semua. Yang pertama udah punya keluarga sendiri nah yang kedua kuliah di Turki dan ini lagi liburan dia nya, yang ketiga mondok di tempat Abah "


Abi " kuliah dimana dan yang ketiga yang mondok itu cewek apa cowok ".


Buya " dimana nya kurang tau... Kayak hafal aja sama santrinya Abah " ledeknya karena selama ini Abi kurang minat sama urusan pesantren.


Abi " ya kali aja kenal. Lagian juga orang anakku masih sekolah udah main jodoh-jodohan aja anakmu juga kan masih kuliah. "


Buya " ya kali aja daripada di ambil orang dulu ya mending langsung aja, kuliah juga udah mau wisuda. Jadi gimana nih mau gak? ".


Abi " udah deh gak usah bahas jodoh. Aku cuma gak mau ngehancurin masa depan dia. Anakmu juga belum tau akunya ".


Buya " ya udah deh terserah. Tapi kenapa Aisyah gak di taruh pesantren Abah malah disini? ".


Abi " alasannya seperti kita dulu. Dan lagi disana Aisyah dah jadi incaran kang santri. coba bayangin kalo Aisyah lagi ada di sana setiap hari ada kang santri datang dengan berbagai alasan dan sebelum Aisyah yang bukain pintu masih tetep ada yang datang. Jengkel gak tuh"


Buya hanya tertawa


Dan mereka masih lanjut mengobrol sedangkan ummah dan umi hanya penonton setia.


...----------------...

__ADS_1


Di tempat lain.


Aisyah yang keluar tadi langsung menuju mobil mengambil laptopnya yang ada di jok tengah.


Saat menyalakan ponsel terdapat puluhan telepon dari seseorang yang bernama "Jihan". Hingga akhirnya Aisyah menelponnya kembali.


"Assalamu'alaikum" ucapnya saat telepon tersambung.


" Wa'alaikumsalam. Kemana aja sih lu, gua cari seminggu lebih gak ada kabar, mana telpon gak diangkat lagi, niat gak sih, pusing gua lu tinggal seminggu ngurusin ini itu sendiri...." Ucap Jihan yang terus mengomel tidak jelas dan marah-marah sehingga membuat Aisyah agak menjauhkan ponselnya dari samping telinga.


" Udah mbak ngomelnya?? " Ucap Aisyah sesaat lawan teleponnya berhenti berbicara.


"Ya lu kemana?? "


" Di atas bumi (tanah) bawah langit " /Aisyah


"Iya gue tau tapi dimana tempatnya "


" Iya...iya... Gua sekarang lagi di pondok "


" Terus kenapa seminggu gak pulang"


"Gua bukan di tempat Abah tapi di pesantren lain "


"What?" Ucapnya kaget karena yang diketahui Aisyah di pondok itu di pondok Abah dan biasanya cuma 1 sampai 2 hari.


"Gak usah teriak-teriak kali gua masih bisa dengar dengan jelas ".


"Iya... Iya... Terus gimana lu tinggal gua sendiri yang ada meledak nih kepala "


" Tenang gua udah minta bantuan Annisa sama Ima dan bang Nizam tapi jarak jauh ".


"Oh syukur deh gak jadi meledak nih kepala "


" Ya udah tugas yang untuk gua lu serahkan ke bang Nizam dan laporan tetep kirim ke gua dan lu juga hanya bisa nge-hubungin gua cuma hari Jum'at. Gimana paham kan ".


"Iya paham. Kenapa juga gak di pesantren Abah aja "


" Yah lu tau sendirilah kalo gua ada di sana"


"Hahaha.... Disamperin kang santri setiap hari kan?".


" Udahlah males gua ngingat nya. Ya udah gitu aja. Assalamualaikum"


"Iya wa'alaikumsalam "


Setelah itu ia kembali menghubungi ke-2 sahabatnya siapa lagi kalo bukan Ima dan Annisa.


"Assalamu'alaikum " ucap Aisyah saat telepon tersambung dengan ke-2 sahabatnya.


"Wa'alaikumsalam " jawab mereka dengan girang.


" Eh lu bukannya mondok ya tapi kok lu bisa bawa ponsel " /Ima.


"Ya boleh bawa ponsel tapi hanya hari Jum'at boleh makainya".


"Oh. Apa kabar lu? "/Annisa.


"Baik. Kalian gimana kabarnya" /Aisyah


"Baik juga." ucap mereka bersama.


"Eh lu dimana tu "/Annisa.


" Oh di mobil. Kenapa?".


"Owh. Eh tapi kok bisa dimobil dan kayaknya itu si merah kan mobil lu yang bokap lu sita "/Ima


"Emang".


"Lu kabur? "/ Annisa .


"Ya gak lah ini umi sama Abi lagi kesini "


"Ck... Kalo gitu kita ikut tadi"


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


maaf baru up karena 2 Minggu kemarin itu full ujian 🙏entah aku bingung mau dilanjutin apa enggak karena sepi banget ini😅


__ADS_2