Jodohku Ketemu Di Pesantren

Jodohku Ketemu Di Pesantren
rencana pulang


__ADS_3

pagi menjelang....... Saat ini dirumah sedang sepi Karena Asyilla sudah pulang ke rumah nya untuk Sekolah dan mengambil beberapa baju untuk menginap Kembali. Sedangkan Ayla dan Zhafran sudah kembali bekerja. Sedangkan twins pergi ke kampus untuk melaksanakan sidang skripsi.


Karena meresa kesepian, Aisyah berniat pergi ke kantor Nizam yang letaknya tidak jauh dari rumah itu.


Aisyah meminta izin ke Abi nya untuk pergi. Aisyah boleh pergi dengan catatan tidak boleh nyetir sendiri melainkan dengan supir. Akhirnya Aisyah menerima saja dari pada kesepian di rumah.


Tidak butuh waktu lama Aisyah sudah sampai di kantor Nizam. Aisyah langsung menuju ruangan milik Nizam, karyawan tidak ada yang curiga karena mereka kenal dengan siapa saja keluarga bos mereka.


Tok...tok...tok...


Aisyah mengetuk pintu ruangan Nizam. Bagaimanapun itu bukan ruangannya jadi ia tetap menerapkan sopan santun.


"Masuk " sahut seseorang dari dalam yang tak lain adalah Nizam


"Assalamu'alaikum" salam Aisyah sambil membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam" jawab Nizam.


"Loh Aisyah?" Lanjutnya dan dijawab anggukan kepala dari Aisyah.


"Hai kak" ucapnya kemudian langsung duduk di sofa di ruangan itu dan melepas niqabnya untuk sementara.


"Tumben ke sini?"


"Gak papa lah. Di rumah bosen gak ada teman"


"Lho Akhtar kemana?"


"Ikut belanja"


"Kamu gak ikut?"


"Gak lah males" kemudian Aisyah mengeluarkan laptop dari tas nya dan langsung terfokus dengan laptopnya. Nizam hanya geleng-geleng kepala.


"Gak lebih baik kamu beri tau semuanya ke Abi dek?" Ujar Nizam. Dan Aisyah menoleh kemudian menghembuskan nafasnya.


"Kan kakak udah tau tujuan aku dulunya mau mengenal dunia bisnis karena apa? Ya mending nanti aja"


"Ya kan cuma nyaranin. Lagian kalo Abi tau dari orang lain gimana?"


"Udahlah entar dipikirkan lagi. Lagi males sekarang buat mikir"


"Ya udah lah terserah. Oh ya orang yang suruh kakak cari udah ketemu?".


Aisyah beranjak dari duduknya kemudian berjalan ke arah meja Nizam dan duduk di depannya.


"Lagian kakak gimana sih? Suruh nyari orang gak tau gimana ciri-ciri orang itu"


"Oh iya lupa....bentar!" Ucap Nizam kemudian mengeluarkan sebuah foto dari tumpukan berkas di mejanya.


"Nih" lanjut Nizam menyodorkan foto tersebut.


"Ini?" Tanya Aisyah.


"Iya"


Foto tersebut ada 2 orang pasutri yang sekiranya umurnya sekitar 30 tahunan. Aisyah mengamati foto tersebut sambil manggut-manggut.


"Yakin ini?"


"Yang didapat ya itu.... kemungkinan lebih tua dari itu lah"


"Ya udah deh aku minta foto duplikatnya"


"Itu udah duplikat. Yang asli di simpan di rumah"


"Ya udah deh" ucap Aisyah dengan mata masih terfokus ke arah foto yang ada di tangannya.


"Eh dek?"


"Apa?" Aisyah mendongak menatap Nizam.

__ADS_1


"Lagian nih dek! apa sulitnya sih nurutin kemauan Abi. Lagipula kakak juga di sini"


"Siapa juga yang nyuruh disini. Orang Abi nyuruhnya di Mesir"


"Oh ya?".


"Iya. Lagian kakak juga tahun depan udah pindah ke Indonesia kan untuk gantiin Abah kan?"


"Iya juga ya?" Ujar Nizam sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Dih udah pikun aja" sindir Aisyah sambil berjalan menuju sofa.


"Hei!!! Gini-gini juga masih muda"


"Terserah deh" pasrah Aisyah kemudian terfokus pada laptopnya kembali.


Tidak lama dari itu pintu dibuka dibarengi salam dari Seorang bercadar berpakaian dokter.


"Wa'alaikumsalam" jawab Nizam dan Aisyah.


"Lho dek di sini juga?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Azra. Selama ini Azra berkerja sebagai dokter, Akhtar biasanya ikut neneknya atau ikut Nizam ke kantor karena rumah sakit tempat Azra bekerja tidak jauh dari kantor tersebut. Namun tadi pagi Akhtar lebih memilih ikut bersama tante-tantenya.


Azra berjalan menuju Nizam dan mencium tangannya kemudian berjalan menuju sofa di mana Aisyah duduk dan duduk di sampingnya. Setelah Azra duduk Aisyah menyalami tangan Azra. setelah itu Azra juga melepas niqabnya.


"Udah lama di sini?"


"Lumayan"


"Oh... Akhtar mana?"


"Gak ikut. Tadi ikut belanja" diblas anggukan Azra.


Tiba-tiba terdengar suara dering telepon dari ponsel Aisyah yang ada di samping laptopnya. Kemudian Aisyah mengambil ponsel tersebut.


"Siapa?" Tanya Nizam penasaran kemudian bangkit dari duduknya menuju sofa tempat mereka berdua. Dan langsung duduk di samping Azra. Lebih tepatnya mereka duduk bertiga di satu sofa panjang. dan Azra ditengah-tengah mereka.


Belum sempat Aisyah menjawab tiba-tiba pintu terbuka.... masuklah Akhtar yang awal mula wajahnya biasa kemudian menangis dan berteriak.


"Umiiiii........"teriak Akhtar berlari dan langsung memeluk Azra.


Nizam hanya mengelus rambut putranya.


"Eh dek" panggil Nizam ke Aisyah.


"I~iya?" Ucap Aisyah kaget karena ia tidak memperhatikan ponselnya yang masih berdering tapi memperhatikan Akhtar yang nangis yang ada di sampingnya.


"Itu siapa yang nelpon cepet angkat"


"Eh iya ini telpon dari Buna "


"Ya udah cepetan angkat" Aisyah tidak menjawab lagi dan langsung menggeser tombol hijau.


"Assalamualaikum Buna?"


Dan jangan tanya lagi! Buna juga memakai niqab tapi untuk saat ini beliau ada di kamar jadi tidak memakai niqab.


"Wa'alaikumsalam nak. Lagi dimana? Kok jawabnya lama banget?"


"Lagi di kantor kak Nizam Bun. Maaf ya tadi jawabnya lama"


"Ya udah gak papa. Coba Buna mau ngomong sama Nizam"


"Iya Buna" jawab Aisyah dan langsung menyodorkan ponselnya ke Nizam dan mengarahkan ke mereka berempat.


"assalamu'alaikum Buna" sapa mereka berdua.


"Wa'alaikumsalam nak? Lho itu cicitnya Oma kenapa kok nangis?" Tanyanya kepada Akhtar yang masih rewel.


"Mau tidur siang Oma" jawab Azra mewakili Akhtar.


Akhtar yang mendengar suara Oma nya langsung diam dan langsung melihat ke arah ponsel yang di tangan Nizam.

__ADS_1


"Hei udahan nangisnya? Udah capek?" Tanya Buna dan dibalas anggukan kecil oleh Akhtar.


"Ya udah Ra tidurin dulu Akhtar nya" perintah Azra dan lucunya dibalas gelengan kepala oleh Akhtar.


"Gak mau bobok?" Tanya Azra dan dibalas anggukan oleh Akhtar. Akhtar hanya mengangguk dan menggeleng karena masih sesenggukan.


"Buna?" Panggil Aisyah.


Buna "Kenapa nak?"


Aisyah "Abah mana?"


Buna "Abah masih di masjid. Belum pulang!"


Aisyah "Ouh iya ya Bun di sana pasti udah selesai Dzuhur. Tumben Buna telpon? Ada apa?"


Perbedaan antara jam Indonesia dan Turki kurang lebih -4 jadi saat di Indonesia sekitar pukul satu di Turki kemungkinan jam sepuluhan.


Buna "iya nak. Itu mau tanya. Kapan sampai sini?"


Aisyah "Insyaallah lusa udah sampai Indonesia"


"Lho kok lusa? Berarti besok udah pulang? Katanya lima hari? Kalo sampai besok kan baru empat hari?" Tanya Nizam.


Aisyah "Iya kak. Yang sehari itu perjalanan ke sini. Besok insyaallah perjalanan malam aja"


Nizam "Ouh ya udah kalo gitu"


Buna "ya udah itu aja yang mau Buna omongin. Hati-hati perjalanan ke sini! Nanti kalo udah sampai kabarin! Biar dijemput"


Aisyah "gak usah Bun! biar nanti naik taksi aja "


Buna " gak papa nanti di jemput supir pesantren aja "


Aisyah "ya udah "


Buna "ya udah gitu aja..... Buna matiin teleponnya. assalamu'alaikum"


"wa'alaikumsalam" jawab mereka berempat.


"ya udah kalian lanjut kerjaannya. kakak mau tidurin Akhtar dulu"


"gak mau tidul umi" jawab Akhtar khas dengan bahasa seumurannya yang kini ia masih duduk dipangkuan Azra.


Azra "terus mau apa sayang?"


"main"


Nizam "gak capek main terus?"


Akhtar "gak"


Azra "tadi dianterin siapa?


Akhtar "diantelin supil"


Nizam " terus Om sama Tante kemana?"


Akhtar "lagi masak"


Nizam " hemmm ...... gimana kalo kita pulang aja? gimana mi? Syah?"


Aisyah "ngikut aja" sedangkan Azra hanya mengangguk.


kemudian mereka membereskan apa yang dibawa tadi. Azra dan Aisyah juga memakai niqabnya kembali.


mereka berempat menaiki mobil yang sama karena sopir yang mengantarkan Akhtar dan Aisyah adalah sopir yang sama Dan sopir tersebut sudah pulang.


saat mereka sampai di depan rumah. mereka mendengar ada suara teriak kegirangan dari dalam.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


maaf baru bisa up karena dari lebaran ke-empat udah terasa gak enak ini badan dan kemarin lusa baru sembuh tapi kemarin harus bantu ibu buat ketupat. kenapa bikin ketupat baru sekarang? karena di daerahku ada lebaran ketupat tepat di hari ketujuh lebaran.


episode ini episode penuh teka-teki ya gak๐Ÿคญ?


__ADS_2