Jodohku Ketemu Di Pesantren

Jodohku Ketemu Di Pesantren
pacuan kuda


__ADS_3

setelah Ayla dan Asyilla pergi, Aisyah hendak berdiri menyusul mereka karena Aisyah perempuan sendiri di sana jadi agak risih.


"eitss mau kemana?". cegah Rayyan.


"tu " tunjuk Aisyah menggunakan dagunya ke arah dimana perginya Ayla dan Asyilla. "nyusul mereka" lanjutnya.


"sini dulu" mau gak mau akhirnya Aisyah duduk.


"apa"


"tuh ada yang mau kenalan " tunjuk Rayyan kepada teman-temannya. sedangkan Aisyah hanya menghela nafas lesu.


"masih banyak urusan. belajar yang bener" ucap Aisyah kemudian melenggang pergi meninggalkan mereka.


"cantik-cantik ternyata jutek " ucap salah satu teman Rayyan sedangkan Zayyan memilih untuk diam karena sudah hafal kelakuan sepupunya itu yang risih dengan laki-laki.


"ck.... gitu-gitu lu juga gak berani kan?" ucap Rayyan.


"tauk"


"oh ya. maksud lu cewek itu yang punya butik yang pernah lu ceritakan?" tanya teman yang lain. dan dibalas anggukan kepala oleh Rayyan.


"kayaknya masih muda banget tuh" sahut teman yang lainnya.


"gimana gak muda. usianya aja masih enam belas tahun".


"enam belas *tahun"


"buset dah. masih muda tapi udah sukses aja*"


"entah lah juga bingung gua"


" oh ya apa bener butik ini diserahin ke lu"


"emm"


setelah pembicaraan itu mereka langsung diam dan sibuk masing-masing.


setelah puas memiliki beberapa pakaian mereka ikut bergabung lagi dengan delapan orang laki-laki tadi yang masih sibuk sendiri-sendiri


Ayla "udah belum?"


Rayyan "belum".


Ayla "ck... lama banget sih. sini kunci mobilnya biar kita duluan entar kalian nyusul"


Rayyan "emang mau kemana sih kak?"


Ayla "mau ke resto"


Rayyan "emang siapa yang mau nyetir? kakak bisa bawa mobil?".


Ayla "Aisyah" jawabnya santai.


Rayyan "Aisyah?" Ayla mengangguk.


Rayyan "gak..gak... yang ada nanti aku yang dimarahin om karena udah ngizinin Aisyah bawa mobil. lagian Aisyah belum punya surat izin berkendara. tunggu sebentar nanggung sebentar lagi udah mau adzan Dzuhur"


Ayla"ya udah deh terserah"


waktu Dzuhur tiba mereka sholat di masjid terdekat dari sana kemudian mereka pergi ke restoran milik Nizam.


mereka makan bersama di meja yang sama bersepuluh walaupun mereka bertiga lebih nyaman makan diruang kerja Nizam karena bisa melepas niqab mereka karena saat Ini Nizam tidak ada di restoran, tapi karena paksaan dari Rayyan akhirnya mereka mau makan bersama.


setelah makan mereka langsung menuju ke tempat pacuan kuda yang tempatnya tidak jauh dari sana.


karena Ayla hobi berfoto, Ayla mencoba berfoto di sana. Aisyah yang hobi jahil dengan keluarganya tak mau diam ia dengan kecepatan kilat ikut foto dengan Ayla yang sibuk foto sendiri.


__ADS_1


"AISYAHHHHH......" teriak Ayla


Aisyah tertawa terbahak-bahak dan lari dari kejaran Ayla, Ayla akhirnya menyerah dan tidak mengejar Aisyah lagi karena sudah capek.


"kak Aisyah" teriak Asyilla karena tempat berdirinya Aisyah dan dia lumayan jauh.


"apa?" kata Aisyah menghampiri Asyilla.


"sini, Selvi bareng"



"itsh kakak mukanya datar banget tadi sama kak Ayla aja pake gaya" gerutunya saat melihat hasil foto mereka.


"tauk lah yok masuk tinggal kita doang yang masih disini" ucap Aisyah dan menarik tangan Asyilla untuk segera masuk karena tinggal mereka berdua saja yang masih ada di sana sedangkan yang lain sudah masuk.


"lho kak Azra juga disini?". kata Aisyah setelah sampai di sana tapi ia melihat seorang wanita berniqab yang dia yakin itu Azra.


"iya. itu lagi nemenin Akhtar, dari pagi gak bisa diem katanya pengen main kuda" kata Azra sambil menunjuk ke arah Akhtar yang dibelakangnya ada Nizam yang sedang menunggang kuda.


"Aisyahhhhh......siniiii....." panggil Zayyan Dari kejauhan yang masih bersama teman-temannya.


"iyaa".


"kak, Aisyah ke sana duluan ya?" lanjutnya.


"iya"


setelah Aisyah pergi Asyilla ikut duduk di samping Azra.


"lho....kok duduk? gak mau ikut?"


"gak lah masih panas, entar kalo sudah gak panas".


"ya udah deh terserah"


"ada apa kak?" tanya Aisyah setelah sampai di mana tempat Zayyan tadi.


Aisyah "yang biasa, yang warna putih"


Rayyan "oke, tapi boleh kuda yang lain dipinjam ?"


Aisyah "silahkan tapi sesuai muatan ya?"


Rayyan dan Zayyan "sip lah"


Aisyah agak menyingkir dari situ karena mereka sibuk mengeluarkan kuda, masing-masing dari mereka (Aisyah, Ayla, Asyilla, Nizam, Rayyan, Zayyan, Zhafran) masing-masing mereka mempunyai kurang lebih 5 kuda disana, dari mulai kuda yang kecil hingga besar. jadi bisa di bayangkan berapa banyak kuda disana.


"dek?" panggil Ayla yang masih menunggang kuda nya menghampiri Aisyah.


"ayo" ajak Ayla.


"bentar kudanya belum di keluarin"


"oh oke" jawab Ayla kemudian ia masih tetap di sana dengan kudanya.


setelah kuda Aisyah dikeluarkan Aisyah dan Ayla menunggang kuda bersama, hal itu menjadi perhatian dari keenam cowok di sana karena Ayla dan Aisyah menunggang kuda sangat lincah sedangkan mereka hanya langkah pelan.


cukup lama mereka berdua menunggang kuda beriringan dan akhirnya Aisyah berhenti untuk mengambil peralatan panahan karena ia sudah kangen melakukan itu.


setelah itu Aisyah menaiki kudanya lagi menuju area panahan tapi sebelum sampai ke tempat panahan dia di dekati si kecil Akhtar dengan kudanya dan Nizam yang masih setia di belakangnya.


"aunty" panggil Akhtar dan Aisyah menoleh


"hai sayangnya aunty"


"aunty?"


"iya?"

__ADS_1


"aunty lihat Akhtar sudah jago loh berkuda nya?" ucapnya antusias.


"oh ya? bagus dong".


"aunty?"


"iya? apalagi?"


"itu apa?" tanya Akhtar menunjuk busur yang ada ditangannya.


Aisyah bingung harus menjawab apa. ia menoleh ke arah Nizam.


"yang dibawa aunty namanya busur. busur itu alat untuk memanah" jelas Nizam yang mengerti maksud pandangan Aisyah. dan Akhtar hanya manggut-manggut entah dia mengerti atau tidak.


"abi?"


"iya sayang?"


"Akhtar boleh main itu gak?"


"gak boleh sayang nanti kalo udah gede aja"


"bener ya? nanti kalo udah gede boleh main?"


"iya sayang". ucap Nizam pasrah kemudian meninggalkan Aisyah


tak lama setelah Nizam pergi ia kembali dihampiri oleh Rayyan dan orang yang sangat ia kenali.


"Aisyah?"


"apa?"


"nih kenalin namanya Fariz"


'kenapa jadi Fariz?ah entahlah*' batinnya sembari memalingkan wajahnya.


"hei " ucap Rayyan menepuk pundak Aisyah.


"apa?"


"kamu dengerin gak sih aku ngomong ?"


"di dengerin kok"


"terus kenapa harus memalingkan wajah?"


"gak papa kok! ada apa?"


"ini namanya Fariz, dia juga jago lho kalo memanah?"


"terus?"


"gak sih cuma gitu doang, kan sudah lama kamu gak tanding kayak gini, ya kali aja mau gitu tanding sama dia"


"eh gak...gak .. aku gak mau kalo harus lawan perempuan" ucap teman yang disebut Fariz tadi seperti mirip dengan orang yang di kenali Aisyah.


"ah udah lah aku mau latihan aja, kalo Abi lihat aku tanding kayak dulu bisa kena marah" ucap Aisyah kemudian pergi menyusul Ayla yang sudah asyik sendiri dengan panahnya. dan Aisyah pun ikut memanah.



itu Aisyah ya guys tapi niqab nya malah terkesan mirip Ayla. tapi disini itu aku buat jadi Aisyah aja.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


ramadhan hampir berlalu dan lebaran tinggal sebentar lagi author cuma mau ngucapin


_Mbk.Mas diluk ngkas tekan riyoyo kulo nyuwun ngapuro seng katah gawe konco, yo pacar, y mantan, y tonggo, songko kabeh ws menowo ono salah seng di sengaja maupun gk di sengaja akeh titik e salah ku by sampean kabeh,, sepurane seng katah. Minal Aidzhin Walfhaidhin Mohon Maaf lahir Dan Batin


nak aku ndue salah , nglarani atimu,, ngomong rak ngenakke atimu,,๐Ÿ˜Œaku njalok ngapurane๐Ÿ˜‡seng ekeh yha...! _diyah ayu _

__ADS_1


buat yang non Jawa intinya aku mau minta maaf ke kalian kalo ada salah yang disengaja atau gak di sengaja.


Minal Aidzhin Walfhaidhin Mohon Maaf lahir Dan Batin๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2