
Mereka berlatih bersama dengan Aisyah dan Nizam yang menjadi guru mereka, dengan sedikit gangguan dari Akhtar (jagoan kecil Nizam dan Azra yang masih berusia dua tahun itu). Ayla dan asyilla yang biasanya ikut kini hanya menjadi penonton dengan alasan capek. Mereka semua masih berniqab kecuali Ayla, Asyilla, Aisyah.
(maaf untuk episode sebelumnya bercadarnya di ganti niqab ya soalnya kelupaan ada perbedaan antara niqab dan cadar)
Pertama Zhafran melawan Zayyan, kemudian Rayyan melawan Aisyah. Sedangkan Nizam hanya menjadi juri. Saat Aisyah sedang beradu dengan Rayyan, tiba-tiba ponsel Rayyan yang ada di meja samping Ayla berbunyi dan itu panggilan video call dari teman-temannya.
Ayla melirik Rayyan sekilas dan tersenyum jahil. Ayla menerima panggilan tersebut dan berpindah tempat yang tadinya ia agak menyendiri sekarang bergabung dengan keluarga yang lain dan juga mengarahkan kamera ponsel ke arah Rayyan yang hampir kalah melawan Aisyah.
Zayyan yang melihat gerak-gerik kakaknya pun menaruh curiga dan segera menghampiri kakaknya.
"Kak" panggil Zayyan pelan sambil menepuk pundaknya.
"Astaghfirullah ngagetin aja" balas Ayla dengan suara yang pelan juga agar keluarga tidak mendengarnya.
"Lagi apa?" Tanya Zayyan sekilas melirik ponsel Rayyan yang ada di tangan Ayla "ouh" lanjutnya sambil manggut-manggut saat tau yang dilakukan kakaknya.
"Sutttt" ucap Ayla sambil menaruh jari telunjuknya ke bibir dia sendiri "diam" lanjutnya.
Teman-temannya yang berjumlah enam orang itu bengong melihat orang yang mereka kira jago bela diri tapi kalah dengan perempuan, Zayyan menahan tawa melihat teman-temannya terbengong-bengong begitupun dengan Ayla. Dan tiga diantaranya adalah orang yang sama tadi siang di cafe.
Sesaat kemudian Rayyan mengangkat kedua tangannya tanda ia sudah menyerah. Ayla dan Zayyan yang dari tadi masih menahan tawa serta memalingkan wajahnya sampai tidak sadar kalo permainan telah usai.
Rayyan yang hendak mengambil minum yang ada di meja tepatnya meja yang tadi tempat ia menaruh ponsel, tapi belum sampai ke tujuan ia sudah dibuat bingung oleh dua orang yang asyik menahan tawa siapa lagi kalo bukan Zayyan dan Ayla.
Rayyan menghampiri Ayla dan Zayyan dengan langkah pelan. Niat ingin mengagetkan malah ia yang dibuat kaget oleh kelakuan kakaknya.
"KAKAKKKK....."teriaknya begitu tau yang di lakukan kakaknya.
"Astaghfirullah" pekik Ayla dan Zayyan. Dan ponsel yang ada di tangan Ayla hampir saja jatuh tapi segera ditangkap oleh Rayyan.
Ayla sedikit menengok ke belakang dan langsung berlari disusul Zayyan ikut berlari ke dalam rumah. Sedangkan keluarga yang lain sudah masuk rumah setelah Aisyah dan Rayyan bertanding tadi.
".Kakakkk...."teriak Rayyan lagi dan ikut mengejar Ayla dan Zayyan ke dalam rumah, dan mematikan panggilan telepon dari teman-temannya kemudian menaruh ponselnya begitu saja di kursi. Sedangkan Asyilla, Zhafran, dan Aisyah tertawa terbahak-bahak dengan minuman ditangan masing-masing.
"Kak Aisyah" panggil Asyilla setelah mereka puas tertawa. Aisyah di panggil kak karena memang Aisyah lebih tua beberapa tahun dari Asyilla.
Aisyah yang merasa namanya dipanggil menoleh " ya kenapa?" Tanya nya.
Asyilla " besok kakak mau ke tempat pacuan kuda?".
Aisyah " iya. Kenapa mau ikut?"
__ADS_1
Asyilla "iya, tapi kok sore emang paginya mau kemana?"
Aisyah "biasanya juga sore kok,besok mau ke butik dulu. kan kalo pagi nanggung baru sebentar udah panas"
Asyilla "mau ikut dong"
Aisyah "boleh. Asalkan dapat izin dulu dari om"
Asyilla"yah" ucap nya kemudian tertunduk lesu. "Kak tolong mintain izin ke ayah yah?" Kini ganti ke Zhafran.
Zhafran " gak. Minta izin sendiri" ucap nya ketus.
Zhafran "oh iya Syah "lanjutnya
Aisyah "gimana kak?"
Zhafran "laporan bulanan nya lupa di bawa. Kemungkinan besok aku titipin ke kak Zam aja". (Ya karena antara rumah mereka sama rumah Nizam hampir berdekatan)
Aisyah "santai aja kak gak papa kok"
Zhafran kini mengurus cabang perusahaan Aisyah yang ada disini tapi keluarga mereka hanya tau Zhafran kerja sebagai karyawan biasa.
Asyilla "AHA" dan seketika Aisyah dan Zhafran menoleh ke Asyilla.
Asyilla "laporannya biar Asyilla yang bawa....tapiiiii....mintain izin ke ayah".
Zhafran "gak. Lebih baik ke sini sendiri"
Asyilla "ah kakak gak seru!"
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Malam tiba..... sehabis isya' semua anggota keluarga sedang berkumpul di taman belakang karena mereka sedang barbequean.
Semua keluarga akan menginap seperti biasa saat mereka sedang berkumpul.
Asyilla, Aisyah, Ayla, dan Azra bertugas untuk membuat bumbu barbeque. Rayyan, Zayyan, Zhafran, serta Nizam bertugas untuk membakar. Sedangkan para orang tua hanya melihat dan sesekali bermain dengan Akhtar.
Mereka melaksanakan tugas masing-masing tanpa ada rasa keberatan sedikit pun. Dan dibarengi canda tawa.
Acara barbequean selesai pukul 9 malam, para orang tua sudah sudah masuk ke dalam rumah beberapa menit yang lalu. Di sana tersisa para anak pemuda yang sedang membersihkan sisa tadi.
__ADS_1
Aisyah, Ayla, dan Asyila kini tidur bersama. bukan karena kekurangan kamar tapi memang kebiasaan mereka saat menginap.
โ โ โ โ โ โ โ โ โ
Aisyah, Ayla, Rayyan, Zayyan, serta Asyilla sudah siap untuk pergi ke butik. Asyilla sudah mendapatkan izin dari sang ayah semalam dengan berbagai rayuan agar sang ayah memberikan izin untuk pergi.
teman-teman Rayyan dan Zayyan juga akan pergi ke butik karena kemarin niatnya mau mengobrol malah disuguhi pemandangan yang indah yang terjadi kemarin.mereka langsung ke sana tidak mampir ke rumah terlebih dahulu karena kalo harus ke rumah kelamaan harus putar balik.
kini mereka berangkat menggunakan mobil dengan Rayyan sebagai sopir.
selang beberapa menit mereka sudah sampai di butik yang lumayan besar dan memang diminati masyarakat.
Aisyah, Asyilla, dan Ayla langsung menuju ke ruang kerja, sedangkan Rayyan dan Zayyan menunggu teman-teman mereka yang kebetulan belum datang.
saat ini Aisyah sedang sibuk dengan laptopnya sedangkan Ayla dan Asyilla sibuk dengan ponsel masing-masing sampai lupa tujuan mereka kemari untuk minta gratisan karena saat tidak ada Aisyah Rayyan maupun Zayyan tidak berani memberikan gratisan yang berlebih. satu dua kali pasti pernah Tapi tidak sering.
setelah cukup lama urusan masing-masing akhirnya mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut menuju Rayyan dan teman-teman mengobrol di salah satu sofa yang disediakan di sana yang jauh dari pembeli.
"itu dia orangnya" ucap Rayyan sesaat sebelum mereka bertiga sampai diantara orang tersebut.
mata Aisyah hampir membulat sempurna saat ia mengenali salah satu dari teman Rayyan, tapi Aisyah berusaha menutupi kekagetannya di balik niqabnya.
begitupun orang yang dikenali Aisyah dia juga menutupi kegugupannya karena dia juga mengenali Aisyah walaupun saat ini ia berniqab.
Ayla "udah belum urusan kalian kalo sudah pergi ke resto yuk udah mau jam makan siang " ucapnya sesaat setelah mereka duduk.
Rayyan "tumben biasanya milih-milih baju dulu"
Ayla "oh iya lupa. boleh kan dek?" kini tatapannya beralih ke Aisyah.
Aisyah memalingkan wajahnya ke arah Rayyan, mereka saling pandang sebentar kemudian Aisyah beralih lagi ke Ayla dan mengangguk.
"yes" pekik Ayla kemudian menarik tangan Asyilla dan pergi dari sana. perilaku mereka pun tak luput dari penglihatan teman-teman Rayyan
...----------------...
siapa orang yang dikenali Aisyah itu? nantikan episode selanjutnya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
yang masih nunggu. makasih udah nunggu up nya karena menjelang lebaran ini banyak kesibukan.
__ADS_1
#selamat menjalankan ibadah puasa