
"Aisyahhhh"
"Kak hudaa"
Ucap mereka bersamaan.
Sedangkan yang lain memandang Aisyah dan Huda dengan tatapan kebingungan begitupun dengan ustadz Aknan.
Sedangkan yang ditatap tersenyum kikuk. Aisyah menggaruk kepalanya yang berbalut hijab hitam dan huda yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Emm....kamu santri baru?" Tanya Huda kepada Aisyah. Dan dibalas dengan anggukan.
"Oke...ada lagi yang baru disini" Huda bertanya kepada semua. Dan dibalas dengan acungan jari dari beberapa santri.
"Untuk yang masih baru kalian bisa gabung dengan ustadzah Ulya" seru Huda.(ustadzah Ulya datang beberapa saat setelah Aisyah datang.
"Baik ustadz" seru mereka.
"Dan Aisyah kamu tetap disini" Huda. Dan dibalas dengan anggukan.
"Ustadz tapi kan dia juga baru" seru seorang santri yang mendengar Huda mengatakan itu kepada Aisyah.
"Oke kalian dengar baik²..... Aisyah ini dia itu teman sekaligus adik bagi saya.....dan Aisyah ini dia teman saya latihan silat waktu dulu dan dia sudah memegang sabuk hitam...dan skill yang dia miliki tidak jauh beda dengan saya" Huda.
"Apa ustadz boleh berikan bukti" ucap santri itu lagi.(latihannya santri laki² sama perempuan jadi satu ) .
"Apa boleh Aisyah?" Tanya Huda pada Aisyah. " Boleh u..us..tadz" jawab Aisyah dengan gugup karena tidak pernah memanggil Huda dengan sebutan ustadz.
"Oke kalo gitu kita ke sana" tunjuk Huda pada balok yang sudah disusun untuk latihan.
"Ustadz kalo cuma 1 mah gampang" ucap salah satu santriwati.
"Mau nambah?" Tanya Huda kepada Aisyah.
"Boleh.....2"Aisyah.
"Oke tolong tambah 2 lagi" perintah Huda.
Setelah balok ditambah 2 Aisyah segera mengambil ancang-ancang dia menatap ke arah semua santri dan mulai menunjukkan jurusnya.
Brrraaaaaakkkkk.....
Ketiga balok itu hancur seketika dengan satu pukulan keras. Santri yang melihat itu hanya bisa ternganga.
"Gimana apa udah cukup buktinya"Huda.
"Adu lawan ustadz" ucap salah satu santri.
"Gimana Aisyah"
"Boleh"
"Oke ada yang mau lawan" ucap Huda dan dibalas anjungan tangan dari satu santri dan satu santriwati yang diketahui sangat jago silat
"Gimana ada 2 orang ini" Huda .
" 2 Vs 1" jawab Aisyah lantang.
"Kalian berdua maju" Huda.
__ADS_1
Dan Aisyah melawan kedua dengan santai dan mereka akhirnya kalah dari Aisyah.
Dan dilanjutkan latihan mereka cukup lama dan diakhiri dengan bacaan do'a.
"Berdoa selesai....kalian boleh kembali ke kamar masing-masing dan bersih-bersih...... assalamualaikum" ustadz Aknan.
"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang dan mereka menyalami 2 ustadz dan 1 ustadzah.
Aisyah tidak langsung kembali melainkan duduk disebuah pohon rindang dan Syifa sudah kembali ke kamar.
Aisyah menatap lurus ke depan tiba-tiba Aisyah ingat akan kedua orang tuanya bagaimana keadaan mereka, mereka lagi ngapain pikiran itu yang selalu melayang dipikirannya tanpa sadar cairan bening turun satu demi satu.
Tiba-tiba ada tangan didepan muka Aisyah dan ditangan itu terdapat sapu tangan.
Aisyah mendongak ke atas terdapat dua orang berdiri di sana.
"Kenapa kangen keluarga?" Tanya salah satu laki-laki tersebut. Dibalas anggukan kepala dari Aisyah.
Lalu kedua laki-laki tersebut duduk disebelah Aisyah.
"Meengaapaa semuua mengangiss😭😭😭...." Ucap Huda. Ya mereka berdua adalah Huda dan ustadz Aknan.
Ustadz aknan kaget apa yang dikatakan oleh Huda tadi dia memandang Huda dengan tatapan bingung. Huda yang ditatap menyenggol lengan ustadz Aknan meminta agar ustadz aknan melanjutkan.
"Biasaaalahhhhh...." Ucap ustadz Aknan dengan nada tergolong membentak.
"Padahal ku selalu tersenyummm" ucap Huda nada yang tergolong memelas dengan raut wajah konyolnya.
"Biasaaalahhhh..." Ustadz Aknan.
"Hapussss air matamuuu....."Huda yang kembali menyerahkan sapu tangan itu kembali dan diterima Aisyah.
"Dannnn....."ustadz Aknan.
"OMGgggg"ustadz Aknan.
Aisyah tertawa melihat apa yang dilakukan Huda dan ustadz Aknan.
"Konyol kalian"ucap Aisyah yang masih tertawa.
"Nah gitu dong senyum kan manis kalo senyum" Huda.
"Apaan sih"
"Kak eh ustadz tau dari mana lirik itu"
"Gak papa kamu manggil kakak aja. Em tau lirik itu yaaaaa emmm sering dengan orang aja ya gak bro" ucap Huda kepada ustadz Aknan.
"Em iya"
"Ustadz kenal emang Ama kak Huda" Aisyah.
"Aknan ini temen kakak waktu SMA" Huda.
"Kalo kamu da kenal sama dia" tanya ustadz Aknan.
"Jadi ini itu adiknya kak Nizam itu loh yang pernah aku ceritain" jelas Huda. Ustadz Aknan hanya ber'oh ria'.
"Oh ya Mel eh Syah sekarang kak Nizam dimana setelah nikah kok gak pernah liat aku setelah nikah 3 thn yang lalu. Udah gak ketemu 6 thn pas ketemu eh dapat undangan nikah setelah nikah ilang lagi".
__ADS_1
"Panggil Amel juga gak papa kok kak. Sekarang kak Nizam ikut istri tinggal di Turki juga udah tiga tahun yang Lalu juga disana hanya pulang berapa kali saja setahun".
"Oh eh 9 thn kenapa ngilang gk ada kabar"
flashback on
Hari dimana kelulusan Nizam.
"Alhamdulillah sekarang sudah lulus kamu berarti udah gede ini anak bunda" ucap seorang wanita yang tak lain ibunda Nizam (kakak sepupu Aisyah).
"Iya bun"
"Sekarang kamu mau hadiah apa dari ayah" ucap seorang laki-laki yang tak lain ayah Nizam.
"Jalan-jalan" seru anak kecil sekitar umur 5-6 tahunan yang tak lain Aisyah kecil.
"Yang ditanya kan kak Nizam kok kamu yang jawab" ucap Abi
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke taman kota. Saat di mobil tiba-tiba segerombolan orang berbaju hitam menghadang mobil mereka.
Seketika itu Aisyah kecil takut ia memeluk tangan Nizam yang ada di sampingnya, ayah Zaki (ayah dari Nizam) yang berada pada kemudi dan Abi yang ada di tengah melangkah ke luar.
Terjadilah pertengkaran antara mereka dan akhirnya bunda Tamara ( ibu Nizam) dan umi ikut keluar karena melihat suami mereka mulai kewalahan . Seketika itu Aisyah yang ada di pelukan Nizam semakin takut.
"Dek tenang ada kakak disini" ucap Nizam yang berusaha untuk tenang walaupun ia sebenarnya takut. Ia melihat keluar mobil dia sudah merasa tidak aman.
"Dek kita kabur yuk" ucapnya kepada Aisyah kecil.
Aisyah yang masih kecil tidak bisa apa-apa ia hanya mengangguk.
Segera Nizam menggendong Aisyah dan segera melarikan diri tanpa ada anggota segerombolan orang berbaju hitam itu tau.
Setelah sampai di area perumahan warga pandangan Nizam tertuju pada sebuah warung sembako yang terdapat pasutri disitu.
"Assalamualaikum pak buk bisa tolong kami " ucap Nizam yang setengah ngos-ngosan dan Aisyah pada gendongannya.
"Ada apa nak" ucap bapak tersebut "ini minum dulu" lanjutnya sambil menyodorkan minuman.
Setelah minum Nizam menceritakan kejadiannya.
"Pak mohon tolong bantu orang tua saya dan Tante om saya"
"Baik nak kita lapor pak RT dulu sebelum kita kesana"
setelah itu mereka ke rumah pak RT dan ke TKP bersama beberapa warga dan ada beberapa polisi
setelah sampai di TKP mereka sudah melihat banyak bercak darah disana
"Woii" teriak salah satu polisi.
segerombolan orang berbaju hitam itupun memilih melarikan diri karena lebih banyak warga dari pada mereka dan melihat polisi itu.
mereka mengecek keadaan ke-4 nya dan 2 diantaranya meninggal yang tak lain orang tua Nizam sedangkan Abi dan umi dibawa ke rumah sakit jenazah orang tua Nizam juga dibawa ke rumah sakit guna otopsi.
Nizam yang melihat orang tuanya meninggal menangis histeris dan Aisyah pun ikut menangis dan ditenangkan oleh warga.
setelah agak tenang mereka dibawa kerumah sakit dan disana dokter mengatakan bahwa Abi koma dan umi mengalami kelumpuhan.
flashback off
__ADS_1
"sabar ya Mel maaf udah ngingetin ke kamu atas kejadian itu"
"GK papa kok kak"